Friday, December 29, 2017

IKET BIRU - BLUE TURBAN

iket biru dari tanah Banten, suku Baduy
telah mengasingkan diri dari zaman
memelihara kultur budaya asal
penuh rasa hormat kepada TUHAN YANG MAHA ESA

iket biru dari tanah Banten, suku Baduy
hidup dalam tatanan budaya asal
memelihara jiwa dan raga dalam harmoni alam semesta
penuh rasa hormat kepada KARUHUN di kaHYANGan

iket biru dari tanah Banten, suku Baduy
telah berjaga menjaga negri bahari
panji hitam yang siap bertarung, melawan ketidak adilan
siap menumpas kejahatan dan keserakahan

iket biru dari tanah Banten, suku Baduy
dengan kekuatan alam semesta
menghakimi umat manusia di bumi
membersihkan bumi yang baru lahir kembali

iket biru dari tanah Banten, suku Baduy
perilaku hidup demi kemuliaan SANG MAHA PENCIPTA
harga pasti untuk semua ciptaan TUHAN YANG MAHA ESA
tersimpan di hati yang dalam putih dan bersih bercahaya

INDONESIA JAYA SAKTI

di bawah MERAH PUTIH kami bernaung NKRI ADi JAYA SAKTI
berazas PANCASILA bersujud kepada TUHAN YANG MAHA ESA
berpayung BHINEKA TUNGGAL IKA ragam kekayaan budaya
karunia TUHAN YANG MAHA ESA negri subur , indah dan kaya

sujud dan terimakasih sebesar-besarnya kepada TUHAN YANG MAHA ESA
sujud dan terimakasih yang sebesa-besarnya  kepada semua LELUHUR di kaHYANGan
kami akan segera bangkit berdiri, berperang melawan ketidak adilan
menumpas segala kejahatan dan keserakahan

kami  bangsa INDONESIA telah bersumpah
tanah air INDONESIA, Ibu Pertiwi tumpah darah kami
Bangsa INDONESIA untuk semua suku dan ras
Bahasa INDONESIA mempersatukan visi dan misi kami

kami bangsa INDONESIA telah bangkit
menuju masyarakat yang makmur sentosa
memimpin dunia sebagai RATU dan RAJA
dalam asuhan IBU PERTIWI, IBU BUMI, IBU TANAH AIR

kami bangsa INDONESIA siap memimpin dunia
membawa dunia baru kepada kelimpahan untuk seluruh umat manusia
menjunjung tinggi kultur budaya asal  dengan penuh hormat
menghargai alam semesta raya yang kaya raya



Thursday, December 28, 2017

pedang ALLAH

pedang Allah telah turun ke bumi
penghakiman di hari akhir umat manusia
bencana alam melanda seluruh sudut bumi
hanya peringatan agar manusia sadar diri

pedang Allah telah turun ke bumi
menebas kejahatan dan keserakahan
menagih hutang darah umat manusia
menagih hutang nafas umat manusia

pedang Allah telah turun ke bumi
menyapu bersih segala rasa iri dan dengki
ciptakan kedamaian dan keadilan sejati
agar sejahtera hidup umat manusia

pedang Allah telah turun ke bumi
di sambut gelegar cahaya kilat di langit
di sambut air yang berlari menyambut
di ayun dalam badai keadilan

bencana alam

hening dalam sepinya malam, merenung
manusia serakah  yang tidak penah kenyang
sawah, gunung dan hutan telah habis di tebang
menguburkan cerita  indahnya nusantaRa

tanah tempat manusia berpijak dengan tenang
telah porak poranda oleh ketidak adilan
si miskin hanya dapat menggarap tanah sewa
menyambung hidup hanya sekedar kenyang

tanah yang terkoyak memanggil api langit
tanah yang terkoyak memanggil angin
tanah yang terkoyak memanggil air
tanah air, api dan angin  dengungkan angkara

gempa dan longsor geliat tanag di bumi
badai dan topan tarian angin kencang
api dari langit menhanguskan segalanya
banjir dan banjir di setiap sudut dunia

adakah kesadaran manusia untuk bertobat
sedikit waktu lagi bumi akan terkoyak
bumi baru berwarna hijau dan biru
tetesan darah di bumi segera di bersihkan


Wednesday, December 20, 2017

raskin

si miskin itu sendirian sebatang kara
raskin, beras untuk si miskin bersubsidi
ternyata memang benar beras untuk si miskin
si miskin yang tetap bersujud dan bersimpuh kepadaNYa

si miskin yang selalu berdoa dan bersyukur
walau hanya sanggup membeli raskin
beras penuh berkat dari Sang Hyang Pohaci
raskin yang dihargai dengan hati yang tulus

apakah si kaya tidak makan nasi dari beras
mengapa beras hanya untuk si miskin
raskin, raskin  jatah beras untuk si miskin
sunggu suatu penghinaan terhadap Dewi Padi

si miskin tak sempat memuja sang berhala
mensyukuri jatah raskin yang  diterima
rasa syukur yang tulus di dengar Dewi Pohaci
miskin lebih baik daripada menuja berhala "UANG"

Monday, December 18, 2017

bumi baru


bumi baru di telapak tangan ibu pertiwi
matahari ceria tersenyum penuh damai  kehangatan
cahaya matahari memberi makan seisi bumi
kelimpahan untuk manusia hidup damai sejahtera

biarlah bumi ini menjadi surga bagi mahluk hidup
untuk mengabdi kepada Sang Maha Pencipta
dalam kelimpahan manusia hidup di bumi
penuh restu Ibu Bumi sang Ratu Adil

penumpah darah telah lenyap dari muka bumi
di saat SangHyang  Pohaci menagih pati manusia
di saat alam semesta membalas polah manusia
raga terkubur dan hanyut dalam bencana

bumi baru, bumi yang muda kembali
tempat tinggal manusia sejati, yang tetap memiliki hati
yang tetap bersujud kepada Sang Maha Kuasa
yang tidak terbawa memuja berhala "uang"


Saturday, December 16, 2017

BENCANA KEADILAN

tak perlu untuk ditangisi, atau disesali
waktunya telah tiba, hutang telah jatuh tempo
"perjanjian lama" sudah tamat, dan kini saat nya kiamat
tak ada waktu untuk mengucap kata maaf dan tobat

jangan tanyakan kenapa tanah air udara dan api meradang
menghadang manusia dengan bencana  dahyat
tanya pada diri yang memilik hati yang terang
di sana ada jawaban yang pasti  untuk selamat

kepada siapa diri manusia berhutang
kepada siapa diri manusia berperang
kepada siapa diri manusia akan berlindung
hati yang putih  bersih dekat dengan Sang Agung

manusia menciptakan bencananya sendiri
atas ulah polah hidup manusia di bumi
untuk selalu ingat di suatu hari nanti
Ratu Adil akan datang dengan pasti

ADIL

si serakah tertawa saksikan tangis kelaparan
si jahat berpuas hati ciptakan penderitaan
air mata dan darah manusia yang tetindas
jatuh tercurah membasahi bumi

ibu bumi sejati menangis haru
bumi telah kotor oleh para penumpah darah
penuh nafsu jiwa jahat dan serakah
menyiksa hidup umat manusia tak berdaya

saat keadilan berteriak di alam semesta
tergugah hati Sang Ratu Adil
waktu nya sudah tiba untuk bertindak
TEGAKan keADILan di muka bumi

tak ada "BENAR" untuk "SALAH", tak ada "SALAH" untuk "BENAR"
BENAR akan tetap menjadi BENAR, SALAH akan tetap menjadi SALAH
bumi  yang terluka oleh ulah manusia jahat dan serakah
bumi akan membalas semua kejahatan dan keserakahan

RATU ADIL datang dengan PEDANG TERHUNUS
tak mengenal kata ampun, maaf dan tobat
"perjanjian lama" sudah berakhir, semua nya sudah terlambat
saatnya Sang Hyang Pohaci menagih pati pada umat manusia

TAGIHAN

saat alam berkonpirasi atas ke hendak Ibu Bumi
angin dan api  menjadi bencana kebakaran hebat
air dan tanah sebabkan gempa  dan gelombang pasang
bencana atas ulah manusia serakah dan jahat

udara berhembus kencang jadikan badai cempaka dan dahlia
air tercurah deras jadikan banjir mangga dan rambutan
tanah bergerak jadikan gempa jati dan mahoni
api berkilat jadikan petir cabai dan merica

konspirasi alam jadikan bencana dahyat
tagihan nyawa alam semesta kepada umat manusia
tanah air api dan udara  hadiah untuk  umat manusia
terimalah pembalasan alam semesta

baik dan jahat tanah air api dan udara
akan diterima umat manusia atas ulahnya
adil palamarta alam semesta membalas
pengadilan yang "BENAR" memang "KEJAM"



PEMBALASAN

waktu sudah habis untuk sebuah ketidak adilan
tak ada kata "BENAR" untuk :SALAH"
tak ada kata "SALAH" untuk "BENAR"
seperti hitam dan putih yang tak dapat bersatu

BENAR adalah BENAR dan TETAP BENAR
SALAH aalah SALAH dan TETAP SALAH
tak layak hidup dimuka ini untul warna abu-abu
BENAR  dan  SALAH tak dapat bersatu

manusia telah membuat konspirasi demi hawa nafsu serakah
ke"BENAR"an di  "SALAH:kan, ke "SALAH" an di "BENAR"kan
tidakkah sadar Ibu Bumi  memandang dengan haru
telah kotor bumi ini oleh ketidak adilan

IBU BUMI menatap sedih dengan air mata darah
konspirasi angin dan api membalas keserakahan
konspirasi tanah dan air menghanyutkan kejahatan
alam semesta membalas konspirasi manusia

pengadilan RATU ADIL dalam alam semesta
dengan pedang terhunus menebas keserakahan
alam semesta menampakan konspirasinya
yang tak akan dapat ditanggung oleh manusia

RATU ADIL mengayunkan pedangnya
menebas habis kejahatan dan keserakahan
menggali ke"BENAR"an  yang telah terkubur
ke "SALAH" an harus di bayar tunai di  neraka

keBENARan itu KEJAM

tak ada kata maaf untuk sebuah pelanggaran
tak ada kata ampun untuk sebuah kesalahan
tak ada  waktu lagi bagi manusia untuk bertobat
sudah saat nya bumi ini segera kiamat

kemanakah manusia suci akan pergi
dimanakah manusia suci akan menetap
bagaimanakah nasib manusia suci
disaat hari RATU ADIL datang berdiri tegak

keadilan di tegakan dengan pedang terhunus
menagih janji hutang nyawa kepada manusia
tak ada waktu lagi untuk berbenah diri
semuanya sudah terlambat, bumi sudah kiamat

bumi baru yang masih muda dan segar
tempat untuk manusia suci yang selamat
di bumi yang penuh dengan kelimpahan
tempat manusia hidup damai dan sejahtera

kejamnya sebuah keBENARan
pedang terhunus bersimbah darah
hadiah untuk nafsu serakah
ibu bumi RATU ADIL yang kejam


Tuesday, December 12, 2017

garudaku

melayang di angkasa luas di antara  awan-awan....
membentangkan sayap, mengepak perlahan
menyenangkan... sungguh menyenangkan
desir angin bagai simphoni yang indah

tak ingin aku kembali ke bumi
aku suka terbang  bebas di  angkasa luas
bebas merdeka tak ada duka
dengan sayap yang terbentang penuh

gagah perkasa burung kesayanganku
yang selalu setia mengantar aku
kemanapun aku suka berkelana
hati terasa seluas langit biru

kepak sayap burung garudaku
membuat puting beliung di bumi
desir sayap garudaku datangkan badai
jadikan bumi porak poranda










semesta

kuajak "ider jagat" mengelilingi bumi
kuputar bumi dengan perlahan
bumi sudah terlalu kotor dan panas
harus segera dibersihkan dari segala noda

aku petik bintang-bintang di langit..
kusimpan dalam dekapan tanganku
kuraih petir yang bewarna-warni
kusimpan di balik badan bagai busur

kudekati matahari yang sedang tersenyum
kuraih kelopak matahari dan kubawa
tersenyum memandang alam semesta
bumi yang muda hijau dan biru

melayang di antara awan-awan
melebarkan sayap yang berkepak perlahan
berselancar di samudra luas
bermain di atas selembang samudara




indah dan menyenangkan

melayang dengan sayap terbentang penuh
mengepakkan sayap dengan perlahan..
indah dan menyenangkan.....
bermain di antara biru dan putihnya awan

berselancar di samudra luas....
berlari-lari mengejar gelombang
indah dan menyenangkan
bermain di atas gelombang samudara luas

tanah yang gersang, penuh debu dan kerikil
hujan, hujan turunlah segera.....
agar dapat kutanam  bunga-bunga indah
dengan wangi yang harum semerbak

dinginnya malam kelam....
berteman dengan api unggun  yang membara
indah nya malam memandang cakrawala
kuraih bintang dalam pelukan





ayah

ayah dengarlah lagu ini..............
lagu yang selalu engkau lantunkan
karena engkau datang dari negeri seberang
engkau melepas rasa rindu kampung halaman dengan lagu ini

ayah dengarkanlah lagu ini............
"jangan tanyakan aku hendak kemana?"
"jangan tanyakan kapan aku kembali".
ayah engkau telah menapaki benua dan samudra

ayah dengarkanlah lagu ini......
aku menangis pilu mengenangmu
akan aku ikuti kembali langkah  kakimu
mengembara menapaki benua dan samudra

ayah dengarkanlah lagu ini......
aku berjalan sendiri mengembara
"jangan tanyakan aku hendak kemana?"
"jangan tanyakan kapan aku kembali".

ayah aku sangat merindukanmu
akan kutapaki jalanmu, mengembara
berharap segera dapat bertemu denganmu
di suatu tempat yang abadi


mengembara

jangan tanyakan aku hendak kemana
akan aku biarkan kaki ini melangkah
membawa aku pergi entah kemana
menapaki jalur darah mengembara

jangan tanyakan aku hendak kemana
jangan tanyakan aku kapan akan kembali
biarlah aku pergi jauh mengembara
membawa hati seluas samudra

jangan tanyakan aku hendak kemana
tanpa tujuan pasti kaki ini melangkah
di tempat tak pasti akan aku jelajah
mengembara dengan hati  awan malam

jangan tanyakan aku hendak kemana
akan aku lalui semua benua dan samudara
seluas bumi akan aku kitari
bercengkarama di alam semesta

Thursday, December 7, 2017

hancur

teriak semua satwa maratan langit
iringan pasukan manusia kuda yang gagah berani
tanpa gentar menghadang musuh

Seorang putri cantik yang gagah perkasa
berkuda di depan memimpin pasukan
semua satwa yang hidup di bumi siap berperang

satwa berterimakasih kepada Sang Maha Pencipta
telah dapat hdup di bumi yang indah ini
mengapa manusia begitu rendahnya

merusak keindahan bumi anugrah Sang Maha Pencipta
mengotori bumi dengan tetes darah dan keringat
menghancurkan bumi menguras segala harta

bersiaplah wahai manusia jahat dan serakah
pengadilan akhir sedang berjalan
seluruh alam semesta turut serta  berperang

bumi yang penuh anugrah akan tetap ada
biarlah kelimpahan meliputi bumi
tempat manusia hidup dan berbakti

pergilah jauh jahat dan serakah
atau hancur oleh kekuatan alam semesta
jahat dan serakah akan terusir dari bumi ini




bumi belia

bumi yang masih belia  sedang bersolek
sedang menari,  bergoyang dan bernyanyi
bergoyang sebabkan longsor melanda dunia
bernyanyi dalam badai besar melanda dunia

menari turunkan api dari langit dalam kilat
curahkan air membersihakan bumi
bumi baru yang sedang bermegah
musnahlah segala keserakahan

bumi  baru yang masih belia sedang bersolek
membersihkan dirinya dari segala noda
jadikan bumi hijau dan biru
tempat manusia sejati hidup sejahtera

biarlah keserakahan terusir dari bumi
biarlah kejahatan terusir dari bumi
biarlah bumi baru memberi kelimpahan
kepada manusia sejati yang sadar diri



tangis

air mata mengambang dipelupuk mata
wajah tertunduk lesu tak berdaya
tak ada lagi kebanggaan akan diri
pasrah untuk apapun yang akan terjadi

jerit hati memanggil namamu GUSTI
Gusti nu maha agung nu maha luhung
tolonglah hambamu yang hina ini
yang dengan sabar menunggu panggilanmu

airmata jatuh berderai  membasahi pipi
hati menjerit tak tertahankan
Gusti nu maha  agung nu maha luhung
kapankah bila tiba saatku

derai hujan menemani tangismu
deru angin mengalunkan deritamu
api langit menghanguskan ceritamu
tanah akan terbuka menerimamu

bumi baru

ibu, jerit tangismu mengelegar ke alam semesta
membuat angin bergemuruh hebat dalam badai
gemuruh api langit berkilat bersahutan
tanah porak poranda longsor di sana - sini
air terjurah dahsyat banjir bagai telaga

ibu, tangismu maratan langit
seisi bumi ikut berteriak menggugat
rasa terimakasih semua mahluk di bumi
telah bangun dan siap bertarung
melawan keserakahan dan ketidak adilan

alam semesta bergejolak dahsyat
pengadilan yang sesungguhnya untuk bumi baru
saat Sang Hyang Pohaci menagih pati
kepada umat manusia yang hidup di bumi
sisakan manusia yang sejati

bumi telah kotor dan porak poranda
unsur alam tanah, air, udara dan api
siap membantu ibu bumi yang meradang
membersihkan bumi dari tetes darah dan keringat
untuk lenyapkan semua penumpah darah

tangis ibu

ibu, gaya mu tak segagah dahulu
rambut putih menghias kepalamu
galau hatinu tampak dimata yang sayu
termenung sendiri dengan hati yang pilu

telah banyak tahun berlalu
mengarungi lautan kehidupan fana
hidup hanyalah fatamorgana
jalani yang telah tersurat dan tersirat

ibu, hidupmu telah  engkau persembahkan
kepada keluarga yang engkau cintai
yang  tak tentu akan mencintaimu
ibu jangan lah engkau menangis

ibu, usia membuatmu tak berdaya
hidup dalam sepi sendiri sebatang kara
ibu janganlah engkau menangis
tangismu akan membanjiri  bumi

tatap mata kosong tak berdaya
menanti dengan penuh rasa tabah dan tawakal
lautan maaf telah engkau sediakan 
untuk keluarga yang engkau cintai



ibu

terimalah persembahan seorang ibu
memberikan segenap hidup dan kehidupan
hanya untuk keluarga yang di cintai
jiwa dan raga dipersembahkan setulus hati

tak ada waktu untuk mencintai diri
hidupnya tercurah untuk keluarga
tak ada waktu memanjakan diri
berjuang dan bertarung demi hidup

ibu, rambutmu telah memutih
kulit wajahmu sudah mulai keriput
tenagamu sudah jauh berkurang
raga mu telah dimakan usia

sosokmu tampak lelah dan lusuh
airmata membasahi pipi keriput
lautan maaf telah disiapkan
untuk keluarga yang dicintainya

Monday, December 4, 2017

ibu bumi

kepada ibu bumi yang selalu dinanti
seisi hutan  berteriak memanggil
telah hilang hutan di telan manusia serakah
digalinya bumi entah apa yang dicari

kepada ibu bumi yang pasti akan datang
menjadi RAtu adil bagi alam semesta
pengadilan sejati yang dinanti
bumi ini telah dirusak dan hancur

Ibu Bumi yang adil dan maha asih
kepada nya seisi bumi berteriak memohon
tempat segala mahluk berlindung
dibawah payung ibu bumi yang agung




bencana alam

pohon berlenggok ditiup angin kencang
matahari bersembunyi dibalik awan kelam
air mengalir dahsyat menerjang kesegala arah
gelombang pasang melewati bibir pantai

bencana alam melanda dunia
badai angin, air, api dan tanah
semua unsur bumi bergelora
membalas kekejaman manusia

ibu bumi telah kembali, meneliti atas yang terjadi
manusia sejati telah hilang di telan bumi
tetes darah nya menjerit memanggil ibu bumi'
atas ketidak adilan yang telah diratapnya sampai mati

bumi berputar, berputar dan diputar
amarah Ibu Bumi yang tak terperi
saksikan manusia sejati penuh derita
dalam hidup yang tak pernah tercela





lara

ayah, ibu lihatlah aku yang sedang menangis
tak ada yang menginginkan dan menyayangi
terlunta berziarah singkat di bumi fana
ayah, ibu jadikanlah pengembaraan terakhir

hidup di bumi membuat hatiku lara
surga dan dunia di dalam bumi ini
dalam genggaman tanganmu Ibu
bumi indah bercahaya dalam cahayamu ayah

ayah, ibu ajaklah  segera aku kembali
duduk tenang dalam lindunganm
mana aku dapatkan rasa damai dan bahagia
yang pernah aku rasakan saat aku kecil dulu

ayah, ibu lihatlah aku yang sedang menangis
tak ingin aku berlama-lama di dunia fana ini
dunia yang penuh tipu daya sesama
penuh dengan mahluk yang haus darah

AMARAH

air, tanah, api dan udara bergeraklah
perangilah manusia jahat dan serakah
manusia penumpah dan penghisap darah
bersihkanlah bumi ini, dari noda darah

angin bertiup kencang dalam badai
air tercurah deras membanjiri  bumi
langit benderang bertabur kilat cahaya api
tanah bergerak, berderit terjuntai

pengadilan alam semesta adakah juri
RAtu adil berjelebat dengan cahaya api
membakar-tebakar dalam cincin api
tak sanggup melihat karena ngeri

banjir, petir, longsor dan badai
bencana alam memenuhi jagat bumi
kemana akan berlari untuk menepi
tak ada tempat untuk bersembunyi

Friday, November 10, 2017

Ratu Adil Palamarta

nyanyian sendu Ibu Pertiwi menyayat hati
tangis Ibu Pertiwi daam hujan bandai dan gempa
gunung dihancurkan, hutan kayu  tebang
kemarau panjang  hilangkan ilalang

manusia telah hilang kesadaran dan ingatan
nafsu serakah  hilangkan keadilan dan kesejahteraan
Ibu Bumi datanglah segera, hunuskan pedang
berikan keadilan alam semesta kepada manusia serakah

bumi akan segera dibersihkan
dari kesesatan dan keserakahan
pedang Ibu Bumi akan membinasakan  manusia serakah
keadilan Ratu Adil Palamarta  dalam bencana dunia

alam semesta  menuntut keadilan
murka dalam badai dan halilintar
menuntut balas kepada penumpah darah
adil dan sejahtera lah di bumi yang baru

Thursday, November 9, 2017

ibu bumi

sang penguasa waktu berkuasa atas bumi
manusia hidup di dera oleh waktu
merayap di perjalanan hidup manusia
walau waktu pasti akan berlalu

bumi yang semakin kotor adalah duka
bumi yang semakin rusak adalah bencana
telah hilang keadilan dari atas bumi
telah hilang kesejahteraan dari atas bumi

jerit darah dan keringat yang membasahi bumi
ditelan oleh ketidak adilan dan hilangnya kesejahteraan
semua mahluk hidup di bumi hidup menderita
sayup terdengar oleh ibu pertiwi

ibu pertiwi, ibu bumi, ibu lemah cai
dimanakah engkau gerangan berada
bukalah pintu keadilan dan kesejahteraan
agar semua mahluk di bumi hdup berbahagia


papa

papa... ajaklah aku bersamamu
tidakkah kau melihat aku menangis
hidup sebatang kara di dunia yang kejam
dan tak seorangpun meninginkanku

papa.... ajaklah aku bersamamu
agar airmata ini tak tumpah lagi
bahagiaku saat hidup bersamamu
bermanja bahagia, tenang dan damai

papa.... ajaklah aku bersamamu
badan ini telah lelah mengalahkan sang waktu
melalui hari-hari yang membosankan
berjalan di atas sang  waktu yang pasti berlalu

papa... ajaklah aku bersamamu
di tempatmu yang abadi
biarlah raga ini kembali kepangkuan ibu pertiwi
ajaklah segera ke tempatmu berada



Thursday, November 2, 2017

Sumedang

Sumedang Larang yang sedang meradang
setelah gunung dihancurkan dan pohon ditebang
sama dengan bunyi terompet dan genderang
menang dan siap maju untuk berperang

saat tiba di Lampung di Tanjung Karang
hati betapa di Gunung Terang
Sekarang semuanya telah menantang
tak akan mundur selangkahpun untuk berperang

saat Sumedang arang telah terlarang
matahari masih bersinar dengan terang benderang
kepada Ibu Bumi yang segera datang menjelang
bangkit dan serentak siap berperang

bumi bergetar tapak kaki menantang
menanti siapa yang akan segera datang
walau yang  pasti tak pernah di undang
tapi janganlah jadi penghalang




tualang

saat tak ada tempat berteduh dan berlindung
hidup di paksa menggelandang
langkahkan kaki di dunia luas membentang
hidup sebatang kara bagai petualang

kemana kaki hendak melangkah
menuju tujuan antah berantah
tak ada lagi lagu yang sedih
tapaki kenyataan denga hati yang cerah

dunia luas tak berbatas terbentang
kaki melangkah menuju Lampung
tiba di kecamatan Tanjung Karang
betapa  penuh rasa di kelurahan Gunung Terang

Melihat cahaya matahari pagi terang benderang
mengajak hati untuk segera bertualang
nyaring bunyi terompet dan genderang
siapkan diri untuk berperang

Sunday, October 29, 2017

kemarau

biarlah kemarau panjang terus menjelang
dengan tanah yang kering kerontang
tak ada lagi hijau sawah membentang
pohon besar layu terhuyung

biarlah kemarau panjang terus menjelang
hanya sedikit peringatan dari Ibu Pertiwi
murka terhadap keserakahan
kepada para penjual negri

biarlah kemarau panjang terus menjelang
gunung di hancurkan phon di tebang
tak ada kanting untuk air tanah
manusia terlalu pintar ke blinger

biarlah kemarau panjang terus menjelang
teriak rakyat kecil tak berdaya
di dengar oleh Ibu Bumi yang sedang sendu
tanah akan menuntut balas dengan segera


jatidiri

Jatiluhur jadi bendungan, jatigede jadi bendungan
situs sejarah terkubur di tenggelamkan
leluhur dikaburkan, budaya asal tenggelam
jatidiri bangsa hanya tinggal kenangan

tidak sudi dan tidak rela..............
walau terkubur dan di tenggelamkan
leluhur SUNda nusantaRA akan tetap ada
mengadu pada Ibu Bumi dan Ratu Adil

memohon kepada sang Maha Suci Gusti nu di luhung
memohon segera agar biarlah terjadi perang
melawan tingkah manusia yang layaknya hewan
sebelum semua hakikat dan martabat manusia hancur

kepada yang Maha Suci di tempat yang luhur
tempat berada keadilan yang sejati
segelintir manusia pencari kebenaran
siap bertarung melawam ketidakadilan


Wednesday, October 25, 2017

kemarau

merekah  pecah tanah pertanian 
tak ada rumput hijau untuk makanan
tulang sapi dan kerbau terpampang jelas
dibalut kulit yang mengelayut layu

kemarau panjang  sediakan bencana
kelaparan manusia dan hewan
tak ada lagi hijau rumput dan tanaman
tanah mengering merenggang pecah-pecah

telah sia-sia musim hujan yang lalu
air mengalir deras tak ada yang tertahan akar dan daun
karena hutan telah dipaksa gundul
oleh segelintir manusia serakah

matahari menyeringai terik kejam
habiskan sisa air di permukaan tanah
di saat kemarau harapkan hujan
di saat hujan harapkan kemarau

kemarau enggan berlalu
hujan tak ingin kunjung datang
membiarkan tanah tanah tandus merana
disaat harmoni alam entah pergi kemana

Monday, October 23, 2017

tugas

saat usia bertambah dan ditambah
tugas harus segera dilaksanakan
walau darah harus tertumpah
demi adil palamarta di bumi ini

pengadilan alam semesta yang adil palamarta
siap siaga pasukan alam semesta
tangis ibu saksikan darah tersimbah di bumi
telah rusak tatanan hidup dan kehidupan

darah tersimbah di bawah merah putih
putih tulang manusia dengan darah merah
seharusny manusia hidup di bumi dengan sejahtera
sejahtera telah terampas oleh  serakah

putih tulang dan merah darah
harus berkibar di jagat raya
agar manusia dapat hidup sejahtera
tunaikan ziarah fana untuk dapat kembali


perjalanan...

manusia berjalan di bumi fana
jiwa masa lampau  dalam raga baru
gagah dan berani menapaki bumi
saksikan kehancuran dunia

telah tiba saatnya untuk bebenah
membersihkan segala kotoran yang ada
mengadili dengan adil palamarta
membela yang terinjak dan terhina

milenium telah terlampaui
mencari  dan terus mencari
ibu bumi yang sedang berkelana di alam semesta
menanti hangatnya pelukan ibu sejati

alam semesta bersuka ria
meyambut ibu buni yag telah kembali
pasukan alam semesta siap berjaga
membantu ibu membersihkan jagat raya


Ibu ksatria

melangkah juntai wahai ibu.....
bermahkotakan bintang hadiah Hyang Sangkuriang
mengenggam bola api hadiah Hyang Saka Domas
memegang golok Dewa Cina
menggantung di punggung pedang Williak Wallace
menggantung di pinggang pedang Sinbad

wahai ibu.....
langkah juntaimu langkah ksatria sejati
gerai rambutmu menari tertiup angin
tapak kakimu di bumi ini selalu di nanti 
menyapu bersih semua kotoran
yang telah melekat kepada manusia yang telah lupa

wahai ibu.......
wajah sendu tampak di raut wajahmu
senyum mu ibu selalu kami harapkan
agar kami tenang dalam dekapmu
menikmati cahaya surya  dengan sejahtera
bernafas lega  berziarah di bumi

wahai ibu.....
telah kau bangkitkan alam semesta ini
siap membersihkan semua kotoran di bumi
pasukan alam semesta telah berjaga
hutang nyawa dan darah harus di bayar
pengadilan RATU ADIL PALAMARTA alam semesta




Wednesday, October 18, 2017

bosan

hidup sangat membosankan
hari berganti hari tanpa arti
di telan sang penguasa waktu
adakah hari indah akan berlalu

bosan sangat membosankan
melalui sang penguasa waktu
untuk waktu yang tak menentu
tawa sang penguasa waktu

bumi ini adalah hanya pijakan sesaat
penuh dengan deritadan sengsara
tempat ziarah manusia fana
hidup di era maya tanpa waktu

sang penguasa waktu tertawa
dalam angan palsu era maya
penjara manusia oleh sang penguasa waktu
di bumi fana yang membosankan

Sunday, October 15, 2017

DOA IBU.....

TUHAN maha suci  di  tempat luhung
beri kami kekuatan jalani hidup di bumi
dunia yang penuh liku hudup
dalam suka duka, haus dan dan dahaga

TUHAN maha suci di tempat yang mulia
anugrah kemurahan MU selalu kami harapkan
agar semua mahluk di bumi dapat hidup bahagia
memiliki waktu untuk bersujud dan menyembah

TUHAN maha suci di tempat yang  kekal
berilah rahmatMU untuk segala mahluk
agar semua mahluk bersuka ria memujiMU
dalam ziarah fana di bumi yang penuh nista

TUHAN maha suci maha esa
hanya kepadaMU semua mahluk layak menyembah
memohon segala berkat dan anugrah
agar semua mahluk hidup berbahagia

Saturday, April 29, 2017

anugrah dan bencana

keadilan penuh dengan misteri
manusia hidup anugrah dan bencana
bersyukurlah untuk sebuah anugrah
dan bersyukurlah untuk sebuah bencana

dalam anugrah ada bencana
dalam bencana ada anugrah
merenunglah sejenak..........
berkomunikasilah dengan jiwa

segalanya dimiliki manusia hanya sesaat
ziarah singkat manusia di bumi fana ini
capailah kekayaan yang hakiki
mengerti akan hakikat kemanusiaan

kekayaan manusia adalah pengertiannya
manusia bijaksana yang kaya hati
memiliki hati seluas laut dan langit biru
lautan yang bersih memantulkan cakrawala

Friday, April 28, 2017

bencana

ranting pohon jengkol di belakang rumah bergemuruh
angin kencang mengajak pohon-pohon ber rock n roll
suara ribut  daun  dan ranting yang bergoyang
halilintar menambah kemeriahan pesta alam

terhenyak dalam diam yang terasa mencekam
menangkap isyarat alam semesta
bencana gempa di manakah gerangan
angin membisikan kemarahan nya

ranting pohon bergerak lebih hebat
di susul hujan deras  disertai gumpalan es
mengharu biru amarah alam semesta
yang terkoyak oleh manusia serakah

bencana alam hanya peringatan dini
agar manusia sadar untuk dapat hidup harmonis
bersanding dengan alam tempat bumi di pijak
hidup bersama untuk saling memberi manfaat

berani

asahlah kejujuran dalam hati, jujur terhadap diri sendiri
diri sendirilah lawan yang sukar di taklukan
kejujuran yang tajam akan membuat hati cemerlang
berani menghadapi hidup dengan pedang kejujuran

hidup adalah tantangan yang harus di kalahkan
kalahkanlah dengan pedang kejujuran
jadi manusia yang memiliki harkat dan martabat
mengerti akan hakikat sebagai manusia

selempangkanlah selalu pedang kejujuran
untuk bertarung dalam hidup yang benar
ada saat mengalah dan tidak kalah
menjunjung prinsip hidup itu yang utama

jangan mengadaikan harga diri
yang akan hilangkan harkat dan martabat
tanpa hakikat manusia  tak memiliki makna
yang tak dapat membayar hutang nafas 

Thursday, April 27, 2017

meong......

meooong... ratap memilukan sang induk
buah hati yang terampas dari puting susu
masuk ke dalam karung pembuangan
tak berdaya, tak berdaya... meooongg

meoong...ratapan induk kucing menyayat hati
mencari anak nya keseluruh sudit bumi
yang terenggut dari puting susunya
nestapa ....meoong... meooongg.......

tabahlah wahai  hanya seekor binatang
yang di pandang sebelah mata manusia
yang telah lupa akan nafas mahluk hidup
nyawa yang terkandung dalam mahluk hidup

meooong..... ratapan sedih induk kucing
yang tak sempat bercanda dengan anaknya
yang direnggut dari puting susunya
masuk kedalam karung pembuangan

bila

bila menjadi batu apakah yang akan dilakukan
bila menjadi tanaman apakah yang  akan dilakukan
bila menjadi binatang apakah yang akan dilakukan
bila menjadi manusia berpikir bila menjadi mahluk lain

kebijaksanaan manusia lahir dari mata hati yang terbuka
mata hati yang mau melihat cakrawala luas
mata hati seluas langit biru sedalam samudra
mengerti akan hakikat sebagai manusia

kebijaksanaan manusia hadir dalam diri
bila berkaca ke dalam diri sendiri
apa yang dilakukan akan diterima
entah kapan dalam misteri waktu

silih hidup manusia bijaksana
pakaian tergambar dalam jatidiri
siapakah manusia yang sesungguhnya
ziarah fana akan cepat sirna bagai fatamorgana




diharapkan

apa yang diharapkan hidup sebatang pohon
apa yang diharapkan  hidup seekor binatang
apa yang diharapkan hidup  seisi bumi ini
apa yang diharapkan hidup manusia di bumi ini

tumbuhan hidup berharap manfaat untuk manusia
bintang hidup untuk manfaat bagi manusia
alam semesta hidup memberi manfaat untuk manusia
manusia hidup memberi manfaat kepada alam semesta

sungguh tidak adil bagi seisi alam ini
bila manusia hidup hanya memanfaatkan manusia
jadilah manusia bijak, manusia yang memiliki martabat
manusia yang mengetahui hakikat sebagai manusia

hidup harmonis dengan semesta alam
saling menjaga dan memberi manfaat
kepada tanaman yang tumbuh dan kepada binatang yang hidup
kita tak akan pernah tahu menjadi apa di kehidupan selanjutnya

alam

memilah dan berkilah untuk bertahan hidup
telah tersirat dalam suratan takdir di jagat
tercatat dalam kelip cahaya bintang di langit
pentangkan tangan pandanglah cakrawala

tawa lebar matahari di pagi hari yang cerah
di sambut tangis bumi dalam derasnya hujan
angin berteriak dalam angin puting beliung
bumi  menari  gempa mengguncang

harmoni hidup alam semesta
daratan berguncang oleh  gempa
di udara angin puting beliung berhembus
di laut gelombang badai siap menerjang

dimanakah manusia dapat bersembunyi
bila alam menggumbar amarah
gunung berapi di darat dan di laut
siap mengadili dengan letusan dahyat

lakon

telah banyak warna lakon hidup dijalani
derita, bersambung derita  tak berujung
hidup penuh tipu daya dan muslihat
walau hanya memiliki sekedar niat baik

telah banyak warna lakon hidup dijalani
musim cepat berganti dan berlalu
kepala tertunduk lesu oleh nestapa
biarlah sisa hidup ini bertapa

lakon hidup harus tetap dijalankan
suka dan tidak suka segalnya telah tersirat
dalam suratan takdir yang tertulis pada bintang
yang bercerita di saat malam kelam

lakon hidup akan berakhir
bila bintang telah membisu
nafaspun akan terhenti
memanggil jiwa untuk kembali

induk kucing

suara meong induk kucing menyayat hati
mencari anak yang setiap saat disusuinya
hati menjerit tak mampu bebuat apapun
melihat diri hanya seorang asing

induk kucing menangis sepanjang malam
mencari anak-anak nya yang hilang
alam terdiam mendengar ratapan induk kucing
bulan menyaksikan sambil menangis

ratapan induk kucing tak berhenti
saat pagi menjelang, di bawah sinar mentari
pasrahlah induk kucing, nyawa telah dipertaruhkan
tak ada yang pernah tahu bagaimana nasib nya kelak

semua mahluk di bumi ini harus berkorban
perasaan haru biru bendunglah
lapangkanlah hati seluas langit biru
hidup di dunia ini penuh derita

Wednesday, April 26, 2017

petani

petani hanya tinggal kenangan
hanya buruh tani yang bekerja di ladang
menggarap tanah yang bukan milik
demi sepiring nasi penyambung hidup

petani hanya tinggal kenangan
tanah ladang dan sawah habis tergadai
demi meraih cita-cita dalam angan
pendidikan  anak untuk menciptakan buruh

petani hanya tinggal kenangan
tak akan dapat menjual hasil kebun dan ladang
sereh, kunyit, jahe, ketumbar dan kemiri
tak dikenal lagi oleh kaum ibu muda

bumbu racik tersedia dengan mudah dan murah
membunuh hasil usaha rakyat petani
tak ada pilihan hanya dapat menjadi buruh
tanah sepetah tergadai demi pendidikan budak





musim

jangan harapkan  musim berganti
alam semesta telah di modifikasi
dengan perhitungan yang pasti
perubahan alam semesta telah di teliti

jangan harapkan musim berganti
semua nya adalah perhitungan untung dan rugi
demi menumpuk harta dan materi
memperkosa alam dengan ilmu pasti

jangan harapkan musim berganti
belalang telah mati dan diganti
tikuspun sudah tak ada lagi
banyak mahluk telah di basmi

manusia hanya mengukur segala dalam materi
walau harus memberantas hama sampai mati
hanya demi keuntungan tak ada kata peduli
untuk semua nafas mahluk hidup di bumi

malam

tenggelam dalam malam kelam
hening bening senandung syahdu  sabda alam
membawa angan pada relung hati terdalam
dalam jerit sebuah rindu yang mencekam

hati tersayat hancur terhujam
geliat hidup yang mencengkram
pancarkan cahaya kelam kepada alam
membuat mata tak dapat terpejam

arti sebuah rindu yang sangat mendalam
angan indahnya pada masa silam
walau berakhir dalam kelam
merangkai kenangan jiwa tersulam

malam kelam semakin mencekam
membawa kerinduan semakin mendalam
kenangan indah akan masa silam
jadikan hidup semakin tenggelam



bangun

jangankan tengadah, menatap langit
memandang ke depan pun tak sanggup
terpuruk oleh derita yang silih berganti
terkapar bangun dan kembali terkapar

bangun dan bangun lagi dan berlari
mencapai puncak kehidupan yang sejati
mendapatkan arti nilai manusia yang hakiki
manusia yang memilik harkat dan martabat

jangan tengadah menatap langit
capailah langit dengan hati
tulislah kisah hidup dalam bintang
simpanlah cahaya matahari dalam hati

terbanglah jelajahi jagat raya
temukanlah cahaya asal yang sejati
agar dapat istirahat sejenak
sebelum menulis berkisah kembali







INDONESIA

luhur agung ibu bumi, ibu lemah cai, ibu pertiwi
permata khatulistiwa bumi nusantara
tempat berkibar sang saka merah putih
jajaran pulau Indonesia jaya sakti

dilengkapi permata indah warna warni
jajaran gunung  berapi menghias nusantara
tempat subur hutan tropis dengan segala satwa
tempat bertarung manusia seluruh negri

cantiknya ibu pertiwi memikat hati
seluruh negri di jagat raya
tipu daya penuh daya pikat
membuat rakyat bumi pertiwi terbuai

bagai ayam mati di lumbung padi
rakyat menderita di atas kekayaan  sejati
tangis ibu pertiwi menyayat hati
ulah segelintir pejabat yang hilang hati









Friday, April 21, 2017

RATU ADIL PALAMARTA

tangis Ibu pertiwi yang menyayat hati
berteriak lantang memanggil Ratu Adil Palamarta
walau bumi ini telah tergadai tunai
oleh koruptor penjual negri yang loba

bangkitlah Ratu Adil Palamarta
berteriak lantang kepada alam semesta
bencana yang datang karena nista
terperangkap jerat serakah ulah manusia

senyum Ratu Adil Palamarta
era maya yang penuh fatamorgana
telah membuat manusia menjadi lupa
bumi ini hanya tempat ziarah singkat manusia

Ratu Adil Palamarta akan datang menghitung
untuk tiap tetes darah dan keringat rakyat yang tercurah
di tuntut balas  di pengadilan akhir ziarah
bumi ini akan tetap ada, kokoh dan luhung







INDONESIA

berjajar pulau di garis lintang khatulistiwa
tempat Pajajaran Purba dalam mitos dan legenda
tempat berdiri negara Indonesia Raya
dalam semangat kesaktian PANCASILA

berjajar pulau di garis lintang khatulistiwa
kaya dan luhur akan ragam kultur budaya
bernaung dalam BHINEKA TUNGGAL IKA
satu suara dalam SUMPAH PEMUDA

berjajar pulau di garis lintang khatulistiwa
negri impian yang  indah permai dan kaya
pulau-pulau terhampar di samudra raya
darat, laut dan udara di jaga tentara dirgantara

berjajar pulau di garis lintang khatulistiwa
karunia agung pencipta alam semesta
bumi parahyangan tempat dewi dan dewa
tempat bersemai  ajaran TRI MULIA



Catatan:
TRI MULIA  adalah  SILIH ASIH SILIH ASAH _ SILIH ASUH






ibu pertiiwi

sayup terdengar tangis Ibu Pertiwi menyayat hati
mendengar teriakan darah patriot sejati
yang tak rela mati karena ulah penjual negri
lakukan korupsi demi seonggok materi

sayup terdengar tangis Ibu Pertiwi menyayat hati
menyaksikan luka jiwa, hati patriot sejati
ulah segelintir koruptor yang telah menggadaikan negri
yang rela mengorbankan darah rakyat pemilik negri

sayup terdengar tangis Ibu Pertiwi menyayat hati
berteriak kencang memanggil Ratu adil palamarta
untuk segera menuntut balas darah penjual negri
untuk segera pergi dan tak mengotori bumi pertiwi

sayup terdengar tangis Ibu Pertiwi menyayat hati
Ratu Adil Palamarta berkata kepada alam semesta
keadilan untuk bumi pertiwi yang telah ternoda
Adil palamarta untuk darah patriot sejati












INDONESIA

berjajar pulau di garis lintang khatulistiwa
tempat legenda nusantara Pajajaran purba
sakti, jaya mengarungi samudra raya
Indonesia bumi pertiwi nan kaya

hutan gunung  dan hamparan samudra
tempat bersatu suku, ras dan budaya
Bhineka Tunggal Ika kekayaan budaya dalam jiwa
dipayungi semangat KESAKTIAN PANCASILA

Indonesia berkibar dalam warna Merah dan Putih
tanah tumpah darah patriot bangsa sejati
beristirahat dalam hangatnya pelukan Ibu Pertiwi
terbaring tentram di bumi yang cinta damai

leluhur bangsa maritim INDONESIA SAKTI
mengarungi samudra raya menerjang gelombang
menghatam badai dengan gagah perkasa
demi INDONESIA yang akan selalu JAYA



Thursday, April 20, 2017

seruling gembala

seruling gembala tak terdengar lagi
seruling gembala telah hilang musnah
harga sapi dan kerbau sangat mahal
gembala  tak sanggup untuk memiliki

bantuan pemerintah satu sapi untuk beramai-ramai
membuat sapi menjadi bingung
kepada siapa ia hendak bertuan
mereka hanya memberi rumput tanpa hati

kerbau dan sapi yang sedang bingung
tak pernah lagi mendengar seruling gembala
kerbau dan sapi yang sedang resah
hanya menanti waktu masuk pejagalan

kerbau dan sapi yang merindukan seruling gembala
sadar bahwa dunia ini telah berubah
binatang hanya satuan harga dalam rupiah
nyawa dan nafas hanya waktu untuk uang


tangis ibu pertiwi

mata menatap dengan nanar dan liar
amarah terpendam dalam sanubari
saksikan tangis ibu pertiwi menyayat hati
diperkosa dengan rakus dan serakah
hutan gunung dan isi perut bumi
dijarah kasar dengan  tipu daya

hati berteriak kepada alam semesta
bangkitlah ratu adil membela negri
cinta yang hancur oleh kehancuran
lepaskanlah segala amarahmu wahai bumi pertiwi
bangkitkanlah ratu adil untuk membela negri
yang telah tergadai oleh manusia kotor

wahai gunung-gunung yang masih menjulang
mengapa kau tahan derita yang dialami
tubuhmu, di hancurkan, hiasanmu di tumbangkan
bebatuanmu diangkut dan di pindahkan
airmu dirampas oleh hak perusahaan
tidakkah keringatmu mengucur oleh cahaya matahari

alam semesta, bumi pertiwi yang sedang menangis
tangis ibu pertiwi menaikan gelombang samudra
karamkan kapal penjarah negri
awan-awan akankah turut serta
bersama ratu adil yang telah bangkit
terbangun oleh jerit tangis ibu pertiwi




NKRI harga mati

bangkitlah ratu adil untuk negri
teriak darah pejuang dari dalam  bumi pertiwi
NKRI terpatri dengan harga mati
berjuang untuk merdeka yang hakiki

dalang elite bersorak gembira dan menari
berhasil membeli manusia penjual negri
oleh iming-iming segelintir harta benda materi
menempatkan pemimpin boneka tak berarti

dalang elite bersorak gembira dan menari
mengadu domba rakyat yang tak mengerti
harapkan kehancuran tanpa nurani
penuh tipuan yang menyilaukan hati

dalang elite bersorak gembira dan menari
permainan kotor para koruptor penjual negri
negri kaya, indah permai telah tergadai
darah dan keringat rakyat mengucur untuk negri

tangis ibu pertiwi yang menyayat hati
darah para pejuang menjadi tak berarti
rakyat dihibur pertunjukan demokrasi
oleh konstitusi yang telah mati

Monday, April 17, 2017

era maya

ziarah fana  di era maya yang penuh  fatamorgana
di era maya yang telah mundur jauh ke belakang
karena manusia telah kehilangan perangkat terbangnya
telah jauh dari nilai spriritual alam semesta

ziarah singkat manusia di bumi terasa berabad-abad
waktu berjalan dengan perlahan dalam derita
manusia terperangkap dalam tubuh fana
yang kalah oleh rasa dahaga  dan  lapar

di era maya hidup manusia mundur ke belakang
segalanya dinikmati dalam dua dimensi
yang tak akan memuaskan rasa dahaga dan lapar
membuat jiwa manusia semakin merana

mata telah kenyang oleh keindahan fatamorgana
telinga terpuaskan musik indah  dunia maya
menghibur jiwa pergi berkelana ke alam semesta
walau raga tetap merasa dahaga dan lapar


Friday, April 14, 2017

cerita

telah berbagi cerita kepada dunia
manusia hidup dalam bentuk ruang  dan waktu
raga manusia adalah bentuk nyata di dunia fana
menempati ruang dan waktu dengan lapar dan dahaga

telah berbagi cerita dengan dunia
manusia  hidup dalam hati yang berisi jiwa
untuk mencapai dunia tanpa batas
berkelana di jagat raya alam semesta

telah berbagi cerita dengan dunia
bila manusia hidup dengan hati
menjaga lapar dan dahaga
manusia akan hidup abadi

telah berbagi cerita dengan dunia
raga manusia membawa mati
jiwa manusia dapat hidup abadi
menjaga raga dan jiwa di bumi fana

hidup

hidup di bumi yang tidak aku suka
berziarah fana di bumi yang hanya sebentar saja
tapi terasa berabad-abad yang tidak pernah berlalu
hidup yang hanya fatamorgana, sia-sia belaka

hidup di bumi yang tidak aku suka
mencari  yang tidak tahu harus dicari
dalam dunia era maya hanya fatamorgana
mencari untuk hidup yang lebih berarti

hidup di bumi yang tidak aku suka
segala nya terasa aneh dan sia-sia
indahnya bumi tak dapat dinikmati
dalam rasa bahagia yang penuh damai

hidup di bumi yang tidak aku suka
terlalu banyak hidup manusia dalam dusta
yang akhirnya hanya meninggalkan nestapa
manusia menjalankan hidup di bumi dalam derita






Thursday, April 13, 2017

papa

papa engkau mendengar teriakku
dan engkau datang padaku
wangi harum rambutmu
tercium lembut di bawa angin

terimakasih atas kunjungan papa
hati ni merasa bahagia dan tenang
karena ku yakin dengan pasti
engkau selalu  mendampingiku

papa betapa senang nya hati ini
walau kunjungan mu sangat singkat
tapi telah membuat hati ini bahagia
papa..... ajaklah aku segera

Sunday, April 9, 2017

PEDANG


kau ucapkan kau berada di sana
di saat pedang menghunus tanah
penglihatan yang sempat terucap
kini hanya kenangan

kau berikan pedang
untuk aku merobek perutku
kau berikan pedang
di saat lidahku kelu

aku mengenang semuanya
dan akan selalu kunanti
engkau yang selalu ada
menjaga dan melindungiku

aku merindukanmu
aku akan bertarung bersamamu
melawan semua musuh
yang telah memisahkan kita!

Saturday, April 8, 2017

kasihku

kasihku kau yang sangat menyayangku
setulus hati kau berikan hidupmu
hingga kematian pun tak dapat memisahkan
kau selalu ada di sisi  ku mendampingiku

kau akan selalu hidup di hatiku
menemani aku berjalan di dunia fana
pedang yang kau beri di saat aku dalam bahaya
selalu dapat menyelamatkan hidupku

kau tak pernah meninggalkan aku sendiri
kau selalu ada mendampingi hidupku
melindungi dan menjagaku
aku tahu kasih mu kepada ku tak pernah habis

tak ada yang dapat memisahkan aku darimu
tidak juga kematian, kau hanya berpindah dimensi
di tempat cahaya asal mu kembali
dan aku  dapat merasakan kehadiran mu

Friday, April 7, 2017

pasti

kemarin angin bertiup kencang
pohon jengkol di belakang rumah berteriak
daun-daun nya saling berpelukan
oleh dahan yang bergoyang bersama angin

hari ini angin hanya sepoi-sepoi saja
daun-daun  jengkol menari perlahan
daun yang menguning jatuh perlahan
mengotori pekarangan belakang

besok angin akan kah yang akan terjadi
tak seorangpun tahu akan hari esok
senandung alam penuh dengan misteri
hujan dan angin memberi makna

seperti manusia yang tak dapat berlari
akan hari-hari yang berjalan dengan pasti
tapi langkah manusia tak dapat di pastikan
walau hari esok pasti akan menjelang




takdir

tersirat dan tersurat dalam genggaman tangan
takdir hidup seorang manusia di bumi fana
walau lelah dan berat hati untuk melangkah
di bumi fana yang hanya sebentar saja

tersirat dan tersurat dalam geggaman tangan
langkah hidup manusia yang harus ditapaki
sekuat apapun perjuangan seorang manusia
hanya sebuah bidak catur yang telah tersirat

tersirat dan tersurat dalam genggaman tangan
merengkuh apa yang telah digariskan
untuk sebuah kisah hidup seorang manusia
tak ada artinya lagi saat  tebujur kaku

tersurat dan tersirat dalam genggaman tangan
tugas yang harus dilaksanakannya di bumi ini
dalam masa yang akan segera berganti
manusia baru yang akan segera datang


waktunya

bila semua sudah sampai pada waktunya
jangan ada tangis dan tak ada yang perlu di kenang
biarlah dari kembali kepada tanah , tak perlu ada pusara
biarlah angin membawa menebarkan abu

bila semua sudah sampai pada waktunya
usailah tugas ziarah fana
kehidupan dunia yang  sangat aku benci
dimana aku harus terpaksa menapakan kaki

bila semua sudah sampai pada waktunya
terlepas nafas dari tubuh, terlepas jiwa dari raga
biarlah jiwa ini kembali kepada cahaya asal
di tempat hening  bening  jagat raya

bila semua sudah sampai pada waktunya
meninggalkan bumi yang tak ramah
untuk kembali kepada sang khalik
tepat asal jiwa ini bersemayam


senandung

akankah ada waktu untuk bersenandung
dalam nada kidung yang sumbang
menemani air mata yang berlinang
disaat mengingatmu dan terkenang

akankah ada waktu untuk bersenandung
dalam kelabu nya awan kehidupan yang mendung
menorehkan kisah seorang pejuang
terkapar mati tertusuk pedang

akankah ada waktu untuk bersenandung
saat kisah kehidupan yang menghadang
melawan gelombang yang datang
hanya kekuatan hati yang sanggup menerjang

akankah ada waktu untuk bersenandung
dalam kidung tempat duka terselubung
jeritan hati yang melambung
menggapai awan di awang-awang



lupa diri

manusia telah lupa diri karena keserakahan
takabur dan pamrih demi harta benda
menjual harkat dan martabat manusia
hidup layaknya binatang liar

manusia telah lupa diri karena keinginan
nafsu yang tak terkendali akan kekayaan
menjual jiwa dalam dunia
tak sadar diri akan tingkah polah

manusia telah lupa diri karena ambisi
mengejar jabatan menjual martabat
bergelimang dalam uang darah rakyat
lupa akan pengadilan di akhirat

manusia telah lupa diri karena ria
bangga akan pujian palsu karena pakaian
gadaikan harga diri hanya demi materi
manusia yang tak mengerti arti kekayaan yang hakiki

papa

papa apakah engkau mendengar teriakku
putus asa menjalankan hidup ini
telah aku lalui banyak warna  kehidupan
lelah aku menapaki jalan ini

papa apakah engkau mendengar teriakku
terasa berat hidup ini saat beranjak dewasa
terlepas dari tangan mu menempuh suratan takdir
tak ada  saat bahagia yang tersisa untuku

papa apakah engkau mendengar teriakku
aku ingin ikut denganmu, menyusulmu
dimanapun engkau berada
aku ingin selalu bersamamu

papa apakah engkau mendengar teriakku
lelah hati ini berziarah di alam fana
tak ada tempat yang nyaman untuk aku hidup
walau hanya untuk sekedar melepas lelah

Thursday, April 6, 2017

mbah GOOGLE

mbah GOOGLE dunia baru  telah kau ciptakan
menyatukan umat manusia di muka bumi
dalam wadah internet dunia maya
membuka mata dunia berbagi segala informasi

mbah GOOGLE telah menjadi mata dunia
dengan segala informasi yang tersedia
martabat dan hakikat mbah GOOGLE membatasi usia
menjauhkan pornografi dan pornoaksi

mbah GOOGLE telah beranjak dewasa
menjadi media pelacur iklan tak senonoh
mengumbar syahwat memancing syaraf
telah hilang martabat dan hakikat

mbah GOOGLE pencipta dunia maya
jangan hilangkan martabat dan hakikat manusia
menjadi media pelacur pornografi dan pornoaksi
demi menjaga martabat dan hakikat kemanusiaan

Wednesday, April 5, 2017

sabar

untuk hidup yang tidak pernah di suka
untuk hidup yang tidak pernah di harap
hanya satu kata yang  tersisa "sabar"

untuk hidup yang tidak pernah di suka
untuk hidup yang tidak pernah di harap
hanya dua kata yang tersisa "tabah dan tawakal"

untuk hidup yang tidak pernah di suka
untuk hidup yang tidak pernah di harap
menanti suara dalam keheningan

untuk hidup yang tidak pernah di suka
untuk hidup yang tidak pernah di harap
menanti cahaya dalam kegelapan

untuk hidup yang tidak pernah di suka
untuk hidup yang tidak pernah di harap
menanti saat nya untuk segera kembali


ziarah fana

ziarah fana ini hanya sebentar saja
penuh warna derita dan bahagia
silih berganti tangis dan tawa

ziarah fana ini hanya sebentar saja
mengalir matabat dalam darah
jalankan tugas dalam harkat

ziarah fana ini hanya sebentar saja
menyusuri hidup yang telah tersurat dan tersirat
dalam takdir yang tergenggam dalam tangan

ziarah fana ini hanya sebentar saja
tapi mengapa begitu banyak derita
mengapa bahagia cepat berlalu

ziarah fana ini hanya sebentar saja
hanya untuk menunaikan tugas
utuk dapat segera kembali pulang



takdir

cerita masa lalu, untuk keadaan saat ini
terjadilah apa yang telah tersurat dan tersirat
untuk hidup singkat seorang manusia fana
takdir tergenggan dalam kepala tangan

terjadilah apa yang seharusnya terjadi
manusia hanya menjalankan tugasnya
hakikat yang tertulis dalam sebuah tugas
saat manusia masih menghirup nafas

sadar dan sadarlah selalu penuh sabar
tabah dan tawakal merajut kisah
untuk meranglai sebuah makna hidup
untuk jalan hidup yang tak mulus

tersangkut di bumi fana yang tak diinginkan
tak berdaya, tak berdaya dan tak berdaya
segalanya telah tersurat dan tersirat
dalam genggaman tangan saat nafas pertama




tangis

melepas airmata yang berderai perlahan
untuk  sebuah rindu hati yang tertahan
lelah hati bejalan sendiri menapak hidup
dalam usia yang terus bertambah redup

adakah arti sebuah perjuangan
atau hanya tinggal kenangan
hati yang lelah oleh keinginan
telah mati ambisi dan bosan

kapankah mata ini akan tertutup
berakhirnya menyusuri jalan hidup
dalam cahaya yang hampir redup
mengakhiri tugas perjalanan hidup

melepas airmata yang berderai perlahan
mengganti airmata darah yang tertahan
tangis air mata tak  dapat lagi tertahan
dalam sepinya hati dalam sebuah kerinduan






Tuesday, March 28, 2017

Gunung Padang

langkah tertatih menatap tangga yang tinggi
hanya perasaan hati mampu mendaki
mata tertuju di telapak kaki
pada setiap anak  tangga yang di tapaki

gempa menyambut dipintu masuk
gunung Padang bergoyang senang
goyangan lembut serasa berayun
menikmati dengan senyum  di hati

gempa kembali menyambut berkali-kali
untuk setiap langkah kaki menanpak
ruang demi ruang dalam dimensi tinggi
terimakasih dan hormat kepada yang sejati

gempa kembali menyambut  tapak kaki
semilir angin membawa harum pohon kemenyan
duduk terpekur di bawah pohon kemenyan\
hati berucap homat dan terimakasih

gempa dan hujan lebat menguyur gunung Padang
air hujan yang jatuh menguyur tak membuat basah
hati bahagia dan riang rgembira telah bertemu
menapaki tangga turun dari gunung Padang

IBU BUMI

ibu bumi, ibu pertiwi, ibu lemah cai
tempat berdiri sendiri dan menyepi
rasakan kasih dan sayang sejati
dalam pelukan ibu abadi

ibu bumi, ibu pertiwi, ibu lemah cai
bilakah saat nya akan kembali
kepada pangkuan ibu pertiwi
dalam dekap hangat nya ibu bumi

ibu bumi, ibu pertiwi, ibu lemah cai
tugas berjalan lancar dan selesai
demi manusia sejahtera di bumi pertiwi
melangkah gagah  dengan tawa berseri

ibu bumi, ibu pertiwi,ibu lemah cai
telah lelah mencapai hari yang di nanti
walau segala nya berjalan dengan pasti
karena kasih ibu pertiwi yang sejati

bumi

bumi bergoyang perlahan dalam gempa
perasaan senang yang di rindukan alam semesta
angin kencang membawa berita gempa akan melanda
gelombang laut berkejaran di pantai ceria

alam semesta sedang  bahagia
semilir angin sejuk membawa berita
sinar matahari memberi kehangatan pada dunia
lihat dan lihatlah dengan hati penuh suka cita

betapa alam sangat mencintai manusia
walaupun manusia selalu membuat alam menderita
tempat air nya telah hilang di babat manusia
alam akan haus di saat kemarau tiba

tanah meretak tak ada air yang tersisa
tunggul pohon tmembusuk perlahan  dan mati
tanah berteriak kepada matahari terik
agar hujan segera datang hilangkan dahaga




Sunday, March 26, 2017

koruptor

membela  harta seonggok materi
rela hati menjual rakyat dan negri
manusia telah menjadi budak ekonomi
merampas kesejahteraan rakyat dari negri

membeli jabatan  menjadi aparat
aturan dan kekayaan  negri habis di babat
tanah air dan rakyat telah tergadai kepada para penjahat
kaki tangan gurita raksasa global elit

tak akan ada waktu untuk bertobat
kaki tangan gurita telah menancap kuat
jabatan tanpa martabat, memperbudak rakyat
harga mahal yang harus di bayar rakyat

koruptor telah menjual bangsa dan negri
keserakahan telah membuat negri tergadai
luka hati tangis ibu pertiwi
pengadilan alam segera di nanti

penjual negri

membeli jabatan untuk menjadi aparat
menjarah perusahaan negara secepat kilat
dengan alasan kinerja perusahaan meningkat
demi keuntungan sekelompok global elit

manusia hidup di muka bumi tambah melarat
rekening listrik dan pam naik selangit
ulah aparat kaki tangan bangsat kaum elit
yang tak pernah sadar telah menjerat rakyat

ajaran budak untuk patuh dan taat
telah membuat manusia di muka bumi hidup melarat
dunia di kuasai  dan di kendalikan segelintir global elit
membeli jabatan memperbudak manusia melalui aparat

bertindak sebagai kaki tangan para bangsat elit
tak ada waktu lagi untuk bertobat, semuanya telah terlambat
negri telah tergadai ulah para pejabat tak bermatabat
bumi pertiwi menangis, saksikan rakyat hidup melarat









Friday, March 24, 2017

Mbah GOOGLE yang malang

mbah GOOGLE ku sayang mbah GOOGLE ku malang
mbah GOOGLE yang selalu kusayang
mbaH GOOGLE yang selalu ku tegur setiap hari
segala pertanyaan aku selalu bertanya kepada mbah GOOGLE

mbah google, engkau di sayang  manusia segala usia
mbah google engkau di cintai manusia segala usia
mbah google kenapa hilang martabatmu
mengapa mbah membuka aurat pornografi dan porno aksi

mbah google saat nya aku memberi tahu
sex adalah sakral bagi manusia
hanya binatang yang dapat mengumbar sex
mengapa mbah google sekarang mengumbar sex

apakah mbah google telah berubah menjadi seekor google
aku berpikir mbah google adalah seorang mbah
mbah google tutuplah auratmu agar tidak menjadi seekor google
layaknya binatang yang dapat berkelamin dimana saja dan kapan saja

manusia serakah

matahari memberi sinar kehidupan
dibawah hangat matahari manusia menuai
bulan memberi pelita kehidupan
dalam cahaya redup purnama manusia tertidur lelap

tak ada tagihan rekening cahaya matahari
tak ada tagihan rekening pelita bulan
alam begitu pemurah bagi mahluk bumi
mengapa manusia begitu serakah??

simpanlah sinar matahari dan juallah
simpanlah redupnya sinar bulan dan juallah
demi keuntungan agar dapat kau ciptakan matahari dan bulan
buatlah tagihan kepada sesamamu manusia

keserakahan segelintir manusia penjahat
telah membuat umat manusia di bumi sekarat
kenyangkanlah ambisimu dengan isi perut bumi
agar segeralah engkau di telan bumi

gadaikan negri

mengejar jabatan hilangkan martabat
demi  ambisi pada materi sesaat
jeratkan leher pada janji keparat
membuat rakyat hidup melarat

untuk segala tingkah dan laku telah tercatat
adakah maaf untuk anak bumi pertiwi yang sesat
yang telah rela kepada bangsa untuk berbuat jahat
membela materi yang tak akan di bawa ke liang lahat

mengejar jabatan hilangkan martabat
anak bangsa yang telah kehilangan harkat
yang tak dapat tengadah memberi hormat
kepada perjuangan sejati para patriot

banyak rakyat teriak hidup melarat
ulah anak negri yang memiliki janji keparat
yang tak pernah sadar lehernya terjerat
mengadaikan negri kepada para penjahat



koruptor

gelimang harta para penjual negri
rendahnya harga diri yang tergadai
manusia bejat tanpa martabat
menjerat leher pada janji keparat

atas ulah tangan kotor para penjual negri
tak layak menyentuh MERAH PUTIH nan suci
menangis dari dalam bumi darah patriot
saksikan rakyat hidup melarat

gelimang harta para penjual negri
dalam iming-iming segunung materi
mencari jabatan hilangkan martabat
yang tak pernah sadar lehernya terjerat

tangan kotor para koruptor penjual negri
lenyaplah dari bumi IBU PERTIWI
ulah anak bangsa yang tersesat
atas nama materi merasa diri dapat melesat

merah putih

MERAH PUTIH berkibar berani dan suci
janji patriot bangsa sejati pembela negri
demi JAYAlah NKRI dalam Pancasila SAKTI
Negri utuh dalam  BHINEKA TUNGGAL IKA sejati

tetesan darah patriot bangsa yang  sejati
telah tersimbah di bumi IBU PERTIWI
bangunlah hai putra-putri bangsa yang sejati
kibarkanlah keberanian dalam putih nan suci

tegap, gagah  berdiri untuk negri
tanah tumpah darah yang indah permai
di tempat rakyat dapat menuai
dengan keringat mengucur mengais rezeki

MERAH PUTIH berkibar  berani dan suci
ditengah khatulistiwa  kami berdiri
tempat tertumpah darah patriot sejati
gagah berani membela negri




Tuesday, March 21, 2017

nyata

telah terbagi sebuah cerita
tentang kehidupan yang nyata
silih berganti tangis dan tawa
dibalik derita ada bahagia

jangan hanyut oleh cerita
hadapilah segalanya dengan nyata
apapun yang terjadi di depan mata
jangan di bawa menjadi derita

bila tak ada lagi terucap kata
segalanya akan segera binasa
oleh hati yang telah mati rasa
kuburkanlah semua cerita

telah terbagi sebuah cerita
lembaran hidup baru di buka
penuh dengan cerita suka
hidup berganti warna






alam bercerita

alam bercerita dalam awan biru
tentang hangat nya sinar mentari
untuk memberi sebuah hati
yang penuh dengan rasa haru

alam bercerita dalam awan nan kelam
tentang dingin nya hari telah malam
untuk menghibur sebuah hati yang kelam
oleh kerinduan yang jauh terpendam

alam bercerita dalam awan lembayung
tentang hari petang menjelang
untuk sebuah hati yang tetap terkenang
dalam penuh cinta dan kasih sayang

alam bercerita dalam awan putih
tentang hati yang harus selalu bersih
jalankan hidup dengan hati nan pasrah
perjalanan hidup  yang harus di tempuh







nelangsa

atas nama cerita sebuah tugas
tapak jalan terasa bergegas
untuk dapat segera sampai di atas
mengapai semua yang terlintas

berjalan di antara tapal batas
untuk memenuhi sebuah azas
walau kadang asa terasa putus
di ujung jalan yang tak dapat di tembus

biarlah angin lembut berhembus
hiburkan jiwa yang telah lama pupus
oleh kenangan yang sukar di hapus
jalan hidup lama yang telah  terputus

cerita baru akan segera di tulis
dalam untaian kata nan puitis
sebuah cerita bernada romantis
membuat hati menjadi miris




hidup

di ujung penderitaan ada kebahagiaan
di ujung  kekalahan ada kemenangan
di ujung penghinaan ada kemuliaan
di ujung kehidupan ada kematian

tak ada penderitaan yang tiada akhir
tak ada warna yang tak akan pudar
tak ada cerita tanpa kabar
tak ada hati yang begitu tawar

ketika tiba di tugas akhir
saat segalanya berjalan sesuai takdir
mata terpejam tak dapat berpikir
sisakan cerita terakhir

waktu akan terus berjalan ke depan
untuk hidup penuh dengan  harapan
walau kaki melangkah perlahan
perjalanan hidup harus di lakukan







derita

biarlah derita ini menjadi saksi
ulah penghianat penyebab sakit hati
biarlah derita ini menjadi bukti
ulah penghianat pencinta materi

atas nama cinta palsu diri ternoda
tak akan terlepas menjadi derita
hanya tertulis sebagai cerita
berputar di mulut menjadi berita

biarlah derita ini menjadi saksi
biarlah derita ini menjadi bukti
hanya karena sedikit materi
telah tega membuat sakit hati

cinta terrgadai atas nama orang tua
hanya ternyata orang tua yang tak berharga
untuk pengorbanan sebuah jiwa da raga
untuk suatu nilai yang tak berharga

Sunday, March 19, 2017

panen padi

ayah memotong  batang padi yang menguning
ibu memukul bulir padi dengan senang
kujaga adik-adikku dengan penuh sayang
bermain, memacing ikan di tepi empang

hari ini semua bergembira menyambut panen
terbayang sepiring nasi yang pulen
terdengar gelak tawa tertahan
hati yang senang  menyambut panen

ibu menutup wajah nya dengan selendang
kulit nya terbakar sinar matahari siang
anak-anak gembira  tertawa riang
ayah dan ibu bekerja dengan senang

bulir padi di bawa dalam karung
untuk dapat di jemur hingga kering
beras di hasilakan setelah  padi di giling
sore hari kami pulang beriring dengan riang

Sunday, March 12, 2017

tawar

hening sepi dalam diri yang hampa
keinginan dan ambisi entah pergi kemana
hidup serasa tawar, kosong dan hampa
ambisi terkubur dan telah lama sirna

dasawarsa telah dilalui dalam hampa
hati terlalu sering merasa nelangsa
sepi, hampa dan tak ada warna
kehidupan yang telah lama sirna

nafas tertahan masih menahan jiwa
menemani jiwa yang selalu merana
tak ada yang diinginkan lagi di dunia
dunia bukan tempat yang indah  untuk jiwa

raga tertatih meniti waktu dahaga
tak dapat menyegarkan jiwa yang hampa
mata terbuka menatap kosong dan hampa
hidup tak ada harapan dan asa


Thursday, March 9, 2017

harga

sakit adalah harga untuk sehat
derita sakit karena penyakit
menyadarkan manusia arti sehat
rezeki adalah sehat wal afiat

miskin adalah harga untuk kaya
saat derita kemiskinan melanda
menyadarkan anugrah kelimpaham akan kaya
miskin bukanlah hukuman bagi manusia

jatuh adalah harga untuk bangun
tak layak manusia duduk melamun
menyadarkan manusia untuk tidak tertegun
jatuh mengembaliknn semangat untuk bangun

berpisah adalah harga untuk bertemu
disaat wajah tersipu malu saat bertemu
disaat cinta dan persahabatan  diuji waktu
bencana ata anugrah harga untuk bertemu

Monday, March 6, 2017

menjerit

jerit hati  berkumandang di sepanjang jalan
menyusuri hutan melewati desa dan desa
melepaskan dosa yang masih tersisa
terjebak dalam neraka dunia fana yang menyiksa

menangis dalam hati memiliki atap langit luas
cakrawala membentang dalam tidur yang tak pulas
semilir angin malam menerpa pipi yang dingin bagai es
hati menjerit dalam duka memelas

kepada siapa harus dan akan berteriak
miskin adalah bukan suatu keinginan atau hak
tapi itulah yang terjadi dan harus dihadapi
burung malam menghangatkan suasana hati

tergeletak beratapkan langit kelam
menyusuri dinginnya malam kelam
tak ada yang perlu di sesali dalam perjalanan pulang
takdir hidup yang harus dijalani dengan hati lapang




serakah

banjir sudah bukan milik Jakarta lagi
banjir melanda desa dan kota diseluruh negri
ulah manusia becanda dengan alam
bangkitkah amarah alam semesta yang kejam

pengetahuan di timba dan di gali
hancurkan rakusnya monopoli
pengadilan alam semesta yang kejam
menyapu bersih manusia berhati kelam

mengapa banjir di sana, mengapa banjir di sini
hutan telah habis oleh ilegal logging, tanpa nurani
tak ada lagi  tempat ai meresap ke dalam
keserakahan manusia berhati kelam

di gunung, di kota dan di desa air membasahi bumi
air tercurah dari langit menerjang semua yang tersembunyi
manusia telah berubah melupakan alam
segelintir mahluk serakah seorang jahanam



Sunday, March 5, 2017

Usailah sudah

nafas serasa ingin segera terhenti
terlalu banyak hal yang tak dapat di mengerti
hidup di dunia ini adalah misteri
yang harus di jalankan dengan pasti

menanti tugas untuk segera usai
kurindu untuk segera kembali
ketempat asal yang pasti selalu di nanti
ziarah sngkat dunia fana meniti yang terjadi

nafas yang tak pernah mau terhenti
bila tugas di alam fana tidak lah usai
diwarnai derita dan bahagia dalam hati
air mata menemani lelah hati menanti

menyusuri jalanikuti langkah kaki
tanpa arah dan tujuan yang pasti
segalanya ku pasrahkan pada Ilahi
menerima apapun yang akan terjadi



Saturday, February 25, 2017

Asa

semerbak bunga sedap malam dalam jabangan
Memberi aroma pada  jiwa untuk berangan
Jiwa melayang jauh akan kenangan
Lembaran hidup yang telah berjalan

Semerbak aroma bunga sedap malam
Memberi aroma malam yang kelam
Dalam lubang sepi yang tersulam
Pergi berkelana menyusuri malam

Semerbak aroma bunga sedap malam dalam ruangan
Membuat jiwa pergi tak berbatas oleh ruangan
Alam semesta luas yang tak berbatas oleh angan
Tempat jiwa terlepas bebas tanpa kekangan

Semerbak aroma bunga sedap malam
Membuat hati tenang mata terpejam
Walau dalam gelapnya malam kelam
Membuat hati berangan tentram

SITUS GUNUNG PADANG

Napak tilas patilasan karuhun Tatar Sunda
Penuh rasa terimakasih dan hormat yang sebesar-besarnya
Kepada Tuhan Yang Maha Esa pencipta alam
Kepada semua leluhur Tatar SUNda nusantaRA

Gunung Padang, gunung cahaya,  gunung sinar
Penuh keyakinan mencapai puncak gunung terang
Mencapai kehidupan yang benderang  
Dalam kehidupan dunia fana saat ini


Bersujud kepada TUHAN YME
bersujud kepada leluhur SUNda nusantaRA
hanya ada kebanggaan dalam diri
Ilmu luhung telah diturunkan untuk kami

Kembali kepada cahaya asal kami
Setelah berziarah fana singkat bumi
Di saat kita akan kembali
Kepada cahaya, padang, sinar asal kami