biarlah kemarau panjang terus menjelang
dengan tanah yang kering kerontang
tak ada lagi hijau sawah membentang
pohon besar layu terhuyung
biarlah kemarau panjang terus menjelang
hanya sedikit peringatan dari Ibu Pertiwi
murka terhadap keserakahan
kepada para penjual negri
biarlah kemarau panjang terus menjelang
gunung di hancurkan phon di tebang
tak ada kanting untuk air tanah
manusia terlalu pintar ke blinger
biarlah kemarau panjang terus menjelang
teriak rakyat kecil tak berdaya
di dengar oleh Ibu Bumi yang sedang sendu
tanah akan menuntut balas dengan segera
dengan tanah yang kering kerontang
tak ada lagi hijau sawah membentang
pohon besar layu terhuyung
biarlah kemarau panjang terus menjelang
hanya sedikit peringatan dari Ibu Pertiwi
murka terhadap keserakahan
kepada para penjual negri
biarlah kemarau panjang terus menjelang
gunung di hancurkan phon di tebang
tak ada kanting untuk air tanah
manusia terlalu pintar ke blinger
biarlah kemarau panjang terus menjelang
teriak rakyat kecil tak berdaya
di dengar oleh Ibu Bumi yang sedang sendu
tanah akan menuntut balas dengan segera
No comments:
Post a Comment