Sunday, October 29, 2017

kemarau

biarlah kemarau panjang terus menjelang
dengan tanah yang kering kerontang
tak ada lagi hijau sawah membentang
pohon besar layu terhuyung

biarlah kemarau panjang terus menjelang
hanya sedikit peringatan dari Ibu Pertiwi
murka terhadap keserakahan
kepada para penjual negri

biarlah kemarau panjang terus menjelang
gunung di hancurkan phon di tebang
tak ada kanting untuk air tanah
manusia terlalu pintar ke blinger

biarlah kemarau panjang terus menjelang
teriak rakyat kecil tak berdaya
di dengar oleh Ibu Bumi yang sedang sendu
tanah akan menuntut balas dengan segera


No comments:

Post a Comment