Sunday, June 17, 2018

rindu

mata terpejam menahan rindu, kasih peluk lah, dekap lah
biarlah ku sandarkan kepala ini di dada bidangmu
merasakan getar  detak jantung dan  nafasmu
walau hanya dalam angan, aku terlelap

genggamlah tanganku, tataplah mata ini
cinta dan kasih sayang telah kau bawa pergi
tinggalkan aku sendiri hidup dalam bayangmu
menahan rindu melalui sang penguasa waktu

kau pergi dan tak akan kembali
hangat tubuhmu ada dalam anganku
kasih sayang tulus yang tak akan terhapus
waktu dan dunia tak membuat kasihmu pupus

kasih.... rindu ku tak pernah habis
tak akan kalah oleh sang penguasa waktu
cinta sejati tulusnya kasih sayang
hati pasti akan kembali bersama jiwa yang rindu

Wednesday, May 30, 2018

tangis terakhir

sepuluh tahun telah berlalu
jerit tangis  memecah langit
saat ikatan kasih sayang terputus
diantara dua dunia yang berbeda

Hyang Nangka Beurit
lihatlah airmata yang mengalir ini
jadikanlah tangis terakhirku
di atas muka bumi ini

derita di sepanjang dasawarsa
menerjang bagai gelombang
silih berganti, menghantam
tak tertahankan menghancurkan

hidup compang camping
tak ada lagi tempat berteduh
hujan menemani airmata yang terjatuh
jerit tangis kepada alam semesta


Surat untuk Hyang Namgka Beurit.
Dengan hormat yang setinggi-tingginya dan terimakasih yang setinggi-tinggi nya kepada Hyang Nangka Beurit.
Hyang Nangka Beurit sampaikan salam hormat dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada semua HYANG nu kolot di Tatar SUNDA.
ParaHyang.... kula tos cape hirup di dunya ieu. 
Tapi PATITAH paduka teu acan ka laksana, hampura.
Leres kedah sabar(saur Hyang Saka Domas), 
tabah dan tawakal(saur Hyang Maulana Malik Ibrahim), 
kedah kuat kawas jalma kulon (saur Hyang Prabu Kian San Tang).

Mung jadi jami mah geuning teu walakaya, teu daya upaya.
Kasakabeh Hyang anu aya di karaton Nagara Goib Tatar SUNda... tulungan kula, ieu ci rembay geus ngamban deui dina panon.
Teu aya manusa anu nyaah ka kula, aranjeun na mung nyaah ka............
Geuning upami aranjeunna terang kula teu gaduh ....... euleuh.... di hina teu di anggap jalmi.

Leres Hyang ayeuna jalmi-jalmi tos hilap ka ajaran luhung Hyang Prabu Siliwangi, TRI MULIA.
Silih Asih - Silih Asah  - Silih Asuh.
Geuning ayeuna mah jalmi -jalmi teh mung mikir "harta-tahta-wanita", kitu ceunah saurna teh.

Manusa nu hilap ka jatidiri.
Manusa anu teu areling, yen hirup di dunya ieu teh ngan ukur ziarah singkat, sakedeung.
Sakabeh manusa bakal ninggalkeun ragana, hartana, tahtana di dunya.

Manusa kudu mayar hutang nafas ka GUSTI nu di luhung.
Nerapkeun ajaran  Hyang Prabu Siliwangi tos jadi cara hirup jalmi Pasundan. 
Kang Cepot sering nyebut keun.... nulung ka nu butuh , nalang ka nu susah ngajait ka nu titeuleum.

Tapi manusa ayeuna mah bet araratoh ninggal dulur atanapi baraya teh susah, panto gancang di tulakan,

Ampun paralun GUSTI..... kula ngarasakeun .
saha atuh manusa nu nyaah ka kula, .......

Mung PARAHYANG nu mikanyaah ka kula.
Manusa-manusa wawuh oge sieuneun ku jalma teu boga mah.
Hirup numpang
cis teu gaduh
teu aya perhiasan emas atanapi inten nu nga gejreng
baju butut
sandal jepit
sarieunen ku jalma miskin!

Arek carita atanapi ngadongeng sareng saha???
Ah cuma ka PARAHYANG tiasa ngadu.....

Sampurasun.




Sunday, May 27, 2018

harta dan kekuasaan

kejahatan telah bersanding denga keserakahan
manusia penumpah darah penyembah berhala
demi "HARTA dan KEKUASAAN", mengotori bumi
bumi sudah tak layak lagi untuk manusia sejati hidup

bumi telah dibersihkanuntuk tempat manusia sejati
hidup manusia sejati rukun sejahtera di muka bumi
biarlah saat ini bumi hancur dan hancur
menumpas manusia penyembah berhala

manusia telah lupa kepada SANG MAHA PENCIPTA
harta dan kekuasaan merasuk ke dalam jiwa
lupa kepada TUHAN dan sesama
keserakahan untuk memiliki kekuasaan bumi ini

Ibu Bumi, Ibu Pertiwi, Ibu Tanah Air terhenyak
darah tertumpah di BUMI PERTIWI
cahaya kilat pemusnah berkelebat hebat
tanah menganga menelan kejahatan dan keserakah

tangis Ibu Pertiwi membasahi bumi
anugrah bagi manusia sejati
malapetaka neraka bagi manusia kejam dan serakah
tak ada lagi waktu untuk bertobat



Monday, May 21, 2018

BINTANG

Sampurasun Hyang Prabu Sangkuriang.
Telah kupetik beberapa bintang rekan-rekan
langit tetap gemerlap oleh cahaya bintang
bermilyar bintang di alam semesta

senyum Hyang Prabu Sangkuriang
dengan wajah yang lebih terang dari bintang
singgah dari jelajah alam semesta
bumi ini bagai sebuah batu kecil

binang-bintang di alam semesta bagai pasir di pantai
bagai kunang -kunang di pegunungan
Hyang Prabu Sangkuriang
kami akan selalu merindukanmu

Hung.... ahung...............
SItumang telah kembali ke kaHYANGan
telah meninggalkan hatinya di bumi
karena kasih sayang nya





Tuesday, May 8, 2018

bencana alam

alam semesta bergerak semarak berderai
air, udara api dan tanah jadi bencana
bergolak didalam perut bumi
memicu gunung berapi dan gempa

banjir, banjir bandang amarah air
longsor geliat gemulai tanah berserak
badai puting beliung senyum udara
api musnahkan apa saja yang ada

bumi hidup, alam semesta ini hidup
manusia ciptaan sempurna Maha Pencipta
terlalu sempurna untuk jahat dan serakah
lupa diri bahwa hidup di bumi yang fana

alam  dirusak dengan kejam, bencana datang menghujam
bumi semarak menuntut keadilan kepada Ibu Bumi
musnahlah segera manusia tamak serakah
alam semesta eksekutor pengadilan  terakhir




Thursday, May 3, 2018

ADIL

Sukabumi, Bantul Yogya,  Bogor, Banjarnegara, Kalibening,
Pati, Jepara, Karangasem, Bali, Lombok, Mataram dan Manado
berkejaran dengan waktu, bumi bergetar
waktu berlalu dengan gempa  yang susul meyusul

siapakah manusia yang tak gentar di saat bumi bergetar
bumi bergoyang, tanah menyerakkan segala yang ada
diiringi hujan deras memicu longsor dan banjir
di manakah manusia akan bersembunyi??

tak ada tempat bersembunyi di bumi ini
saat Ibu Pertiwi menghunus pedang keadilan
hutang nyawa dan darah terbayar sudah
untuk setiap tetes keringat dan darah

semua telah diperhitungkan dengan adil
tetes keringat dan darah umat manusia
tercatat dalam catatan Sang Ratu Adil
Yang telah turun ke bumi demi keadilan



Tuesday, May 1, 2018

adat

manusia telah lupa pada adat
tak sedikit menjadi manusia biadab
beradab telah hilang pada diri
manusia liar melebihi binatang
setan telah berwujud manusia
yang tidak mengenal budi pekerti 

manusia malu dan berpakaian
menganggap diri beradab dan beriman
hati bertopeng oleh baju
telanjanglah itu leih baik
jujurlah kepada diri sendiri
buanglah dogma dan dokrin

manusia janganlah malu kepada sesama
tapi malu lah kepada diri sendiri
dekatkanlah diri dan berkenalan
mengkaji diri lebih baik dan telanjanglah
ingatlah akan adat budaya asal
jangan meraih kesempatan sesaat



ibu pertiwi

ibu pertiwi, hapuslah airmatamu
jangan simpan duka di hatimu
hujan deras tercurah hebat saat ibu menangis
banjir bandang menerjang saat ibu geram

ibu pertiwi tersenyumlah
sehangat mentari pagi senyummu
senyummu membuat alam berseri
tawamu membuat damai  sejahtera

ibu pertiwi jangan simpan duka di hatimu
ibu pertiwi telah membersihkan bumi ini
langit putih laut biru dan hijaunya pengunungan
membuat manusia hidup damai sejahtera

ibu pertiwi beristirahatlah
di bumi tempat manusia beradab
buanglah ke neraka manusia biadab
agar tak ada darah tertumpah di bumi pertiwi

Indonesia berduka

banjir, banjir bandang  dan badai
longsor dan gempa bumi
puting beliung dan badai
bencana datang silih berganti

ada apakah ibu pertiwi
gelisah kah bumi ini
air tanah udara dan api
bersatu membuat ngeri

Indonesia ku sedang berduka
hati ibu pertiwi yang terluka
ulah segelintir manusia
membawa duka nestapa

ibu pertiwi yang sedang menangis
airmata nya tercurah deras di bumi
membuat derita dan sengsara
angin berhembus membawa berita

kepada tanah air, api berseru
berita duka dalam angin dan badai
ibu pertiwi hapuslah airmatamu
janganlah engkau berduka

Tuesday, February 13, 2018

dengarlah tangisku

tangis tanpa airmata yang mengalir di pipi
tangis dalam hati yang tersayat
dalam sekejap  mata menatap langit
kepada siapa yang mengerti akan diri

dengarlah tangisku, tangis dengan lidah yang kelu
tangis yang tak seorangpun akan tahu
menggapai langit mencapai awan nan biru
hidup duka lara sengsara terasa pilu

kepada Ibu Bumi tempat mengadu
kepada matahari tempat berlindung
menjerit kepada alam semesta raya
adakah indahnya hidup di dalam buana

dengarlah tangisku, tangis penyesalan
tak pernah ingin terlahir di bumi ini
bumi yang penuh manusia serakah jahat
ku mohon biarlah segera kiamat



Friday, February 9, 2018

KIAMAT

malam dingin kelam mencekam
gelapnya malam mencengkram
hati berontak penuh dendam
biarlah bumi kiamat dalam semalam

malam dingin kelam mencekam
kiamat segera akan   menghujam
bumi di telan kelamnya malam
dirangkai dalam gelapnya malam

malam dingin kelam mencekam
bumi bergoncang   dengan kejam
membuat mata tak dapat terpejam
hancurkan bumi dengan kejam

malam dingin  kelam mencekam
isi dunia seakan tenggelam
kiamat telah datang di saat mata terpejam
tak ada waktu lagi walau hanya sejam

Wednesday, February 7, 2018

BENCANA ALAM

Angin bergemuruh kencang, badai topan
Api bergelora membakar hutan  dan sekitarnya
Tanah bergetar gempa bumi dan longsor
Air tercurah hebat, banjir di mana-mana

unsur alam tanah, air, api dan udara
menerjang bumi silih berganti
peringatan terakhir untuk manusia
untuk sadar mengenal jati dirinya

amarah alam semesta mengintai bumi
jangan tanyakan apa yang sedang terjadi
bertanyalah kepada diri sendiri
bencana alam untuk apa dan untuk siapa

bumi telah hancur di rusak dengan serakah
gunung dihancurkan, pohon di tebang
tanah kekeringan, harmoni telah hilang
sadarlah bumi ini milik siapa???

wanita jadilah ibu

Ini adalah lagu manis, nasihat untuk wanita muda.


Carilah surga yang sesungguhnya, jangan hilangkan martabat sebagai MANUSIA sebagai WANITA.
Semua kepalsuan yang di dapat hanya untuk kesenangan sesaat yang tetap harus di bayar di saat pengadilan akhir.

Berhati-hatilah melangkah dalam hidup ini.
Hidup terasa berat tapi akan terasa ringan selanjutnya. Lyrics:
I've Never Been To Me (R. Miller / K. Hirsch - Motown Records, Inc) Hey lady, you lady Cursing at your life You're a discontented mother And a regimented wife I 've no doubt You dream about the things you never do But I wish someone had talked to me like I wanna talk to you Oh, I've been to Georgia and California and anywhere I could run Took the hand of a preacher man And we made love in the sun But I ran out of places and friendly faces Because I had to be free I've been to paradise but I've never been to me... Please lady please lady Don't just walk away Cause I have this need to tell you Why I'm all alone today I can see so much of me still living in your eyes Won't you share a part of a weary heart that has lived a million lives Oh, I've been to Nice and the isle of Greece When I sipped champagne on a yacht I moved like Harlow in Monte Carlo And showed them what I've got I've been undressed by kings And I've seen some things that a woman ain't s'pose to see I've been to paradise but I've never been to me... Hey, you know what paradise is? It's a lie A fantasy we created about people and places as we like them to be But you know what truth is? it's that little baby you're holding And it's that man you fought with this morning The same one you are gonna make love to tonight That's truth, that's love Sometimes I've been to crying for unborn children That might have made me complete But I, I took the sweet life I never knew I'd be bitter from the sweet I spent my life exploring The subtle whoring That costs too much to be free Hey lady I've been to paradise But I've never been to me... I've been to paradise but I've never been to me...

Lyrics:

Aku Pernah Pernah Ke Aku (R. Miller / K. Hirsch - Motown Records, Inc.)

Hei wanita, kamu wanita
Mengutuk hidupmu
Anda adalah ibu yang tidak puas
Dan istri yang resimen
Saya tidak diragukan lagi
Anda bermimpi tentang hal-hal yang tidak pernah Anda lakukan
Tapi saya berharap seseorang telah berbicara dengan saya seperti saya ingin berbicara dengan Anda

Oh, aku pernah ke Georgia dan California dan di mana saja aku bisa berlari
Mengambil tangan seorang pendeta
Dan kita bercinta di bawah sinar matahari
Tapi aku kehabisan tempat dan wajah ramah
Karena saya harus bebas
Aku pernah ke surga tapi aku belum pernah ke ...

Tolong wanita tolong wanita
Jangan pergi begitu saja
Karena saya perlu memberitahu Anda
Kenapa aku sendirian hari ini?
Aku bisa melihat begitu banyak dari Anda masih hidup di mata Anda
Tidakkah Anda akan berbagi hati yang menyakitkan yang menghidupi sejuta kehidupan

Oh, aku pernah ke Nice dan pulau Yunani
Saat aku menyesap sampanye di kapal pesiar
Aku pindah seperti Harlow di Monte Carlo
Dan menunjukkan pada mereka apa yang kumiliki
Saya telah ditanggalkan oleh raja-raja
Dan saya telah melihat beberapa hal yang tidak disukai oleh seorang wanita
Aku pernah ke surga tapi aku belum pernah ke ...

Hei, kamu tahu firdaus apa?
Itu bohong
Sebuah fantasi yang telah kita alami
Tapi kau tahu yang sebenarnya?
Ini adalah bayi kecil yang Anda pegang
Dan itu orang yang kamu perjuangkan pagi ini juga
Hal yang sama yang akan Anda cintai malam ini
Itu benar, itu cinta

Terkadang saya menangis untuk anak yang belum lahir
Itu bisa saja saya lakukan
Tapi aku, aku mengambil hidup manis
Aku tidak pernah tahu aku akan pahit dari yang manis
Aku menghabiskan hidup saya menjelajahi
Pelacur halus
Biaya itu terlalu mahal
Hei wanita aku pernah ke surga
Tapi aku belum pernah ke ...

Aku pernah ke surga tapi aku belum pernah ke ...


TRI MULIA

SILIH ASIH - SILIH ASUH - SILIH ASAH
TRI MULIA ajaran SUNda wiwitan
untuk mencapai hidup manusia sejahtera
untuk semua mahluk hidup dapat selalu berbagi

SILIH ASIH - SILIH ASUH - SILIH ASAH
selalu bersama untuk membangun
gotong royong saling membantu
mencapai kehidupan sejahtera bersama

SILIH ASIH - SILIH ASUH - SILIH ASAH
selalu bersama untuk berbagi
tak akan ada duka dan suka sendiri
mencapai hidup tentram dan damai

SILIH ASIH - SILIH ASUH - SILIH ASAH
selalu bersama untuk menikmati
agar tak ada lagi ketimpangan
damai sejahtera dan bahagia semua mahluk bumi




ADIL PALAMARTA

keadilan sejati untuk mahluk bumi
pengadilan alam semesta yang adil palamarta
kejam nya Sang Ratu Adil mengadili penghuni bumi
tak ada kata ampun, untuk sebuah keadilan

lihatlah mentari yang tersenyum
bumi telah muda kembali
hijau dan biru menyegarkan
tuntas sudah pengadilan sejati

hidup sejahteralah manusia sejati
Ibu Bumi yang bahagia memberi kelimpahan
untuk kesejahteraan umat manusia
hidup dalam damai dan bahagia

Adil Palamarta tegak oleh Ratu Adil
peliharalah harkat dan martabat
seisi mahluk bumi layak hidup bahagia
hati suci silih asih- silih asuh - silih asah

Mahabrata II

suara binatang memecahkan langit
seisi mahluk bumi turut berperang
derap gagah langkah kaki kuda
Dewi cantik dan gagah memimpin pasukan

Kurusetra telah penuh darah
panji hitam penumpah darah
membersihkan noda darah dengan darah
membela jiwa-jiwa suci

Batara dan Batari laskar surgawi
membasmi tuntas penghianat bumi
agar matahari tetap berseri
dan bumi tetap berbulir

1122 Mahabrata II telah usai
bumi baru yang muda dan segar
tempat tinggal manusia sejati
untuk hidup damai dan sejahtera

kiamat

biarlah bumi ini kiamat
sejarah masa lalu telah tamat
bumi baru yang bersih dan segar
tempat manusia sejati berziarah

biarlah bumi ini kiamat
tak ada tempat di bumi ini
punahlah kejahatan dan keserakahan
bumi baru hijau dan biru

tanah, air, udara dan api
telah membersihkan bumi ini
hidup sejahteralah manusia
dalam asuhan Ibu Pertiwi

Ibu Pertiwi pengasih yang kejam
tak ada ampun untuk keadilan sejati
penuh kasih sejati bagi mahluk bumi
silih asih- silih asuh -silih asah

tersenyum

tersenyum dan berbanggalah anakku
akan ku hapus duka dari hati dan wajahmu
pertarungan telah selesai SRI WIJAYA
Indonesia ADI JAYA SAKTI merdeka

dalam hangat dekapnya Ibu Pertiwi
di bumi subur penuh sinar mentari
kepak sayapmu mengelegar mengitari bumi
jayalah di udara putri Indonesia sejati

tersenyum dan menarilah anakku
kepak sayapmu merajai angkasa
senyum jagat raya menyambutmu
putri sejati kebanggaan bangsa

anakku sayang, anakku sayang
pengorabananmu tak sia-sia
kerja keras membanting tulang
harga untuk setiap tetes keringat dan darahmu





Anakku sayang

jangan teteskan airmatamu anakku sayang
walau hidup ini terasa malang
biarlah kau jalani hidup mu yang panjang
biarkan kepak sayapmu terbang gemilang

jangan teteskan airmatamu anakku sayang
kobarkanlah semangat berjuang
demi cita-cita luhur bangsa yang kita songsong
tinggalkanlah  duka yang akan terkenang

demi Indonesia Adi Jaya Sakti
anakku marilah berbakti untuk nusantara sejati
di tempat tanah kelahiran hidup dan mati
berjuanglah demi kemerdekaan sejati

anakku sayang jangan teteskan permata hati
walau hidup terasa pilu di hati
sambut hidup sejahtera bangsa yang  telah dinanti
menuju Indonesia Adi Jaya Sakti

Sunday, January 7, 2018

jiwa

telah beku hati ini oleh badai kehidupan
badai menghempaskan hidup ini dalam kelana
jatuh bangun  tertatih menghadang gelombang
bagai batu karang yang teguh di hantam ombak

airmata telah mejadi samudra biru
tatap mata menantap langit malam yang hitam kelam
menanti sang matahari  segera tersenyum
habiskan dinginnya nya kelam malam yang hening bening

badai hebat membentuk karakter hebat
dalam rapuh nya jiwa menghadang gelombang
tak akan terhempas hancur di pantai
hidup akan terus berjalan dan berlalu

kepada angin yang membawa masa lalu
mengajak terbang kepada matahari
ditempat manusia dapat mengadu
untuk tetap memohon agar selalu bercahaya



matahari

bumi penuh warna karena cahaya matahari
gelap, hitam kelam tanpa warna tanpa matahari
buatlah matahari agar selalu tersenyum
seperti ayam yang selalu menyambut senyum matahari

bumi ini gelap tanpa kehidupan bila matahari bersembunyi
janji matahari kepada umat manusia
untuk selalu tersenyum di waktu fajar
terlelalp di waktu malam, dingin  kelam

matahari terseyum memberi warma pada bumi
memberi kehidupan kepada semua mahluk
cahaya matahari memberi makanan 
cahaya matahari memberi kehidupan

matahari memancarkan cahaya
memberi warna daam kehidupan
hijau nya tanaman, birunya lautan
bumi tersenyum bersama matahari


Thursday, January 4, 2018

pembalasan alam

api Thomas masih berkobar di benua Amerika
api Wanaka menghantam New Zealand
taman parkir Liverpool menghanguskan ribuan mobil
grosir keluarga di Bayton Texas habis di lumat api

badai Bom mencabut pohon di  Maine, Amerika
badai Cempaka dan Dahlia melanda Indonesia
badai Tembin menyapa Filipina dan Vietnam
badai Eleanor melumpuhkan Eropa

gempa di Garut, Tasikmalaya dan Sukabumi
gempa di Lampung tidak terasa hanya 4.8 SR
gempa dan gempa melanda di seluruh dunia
geliat bumi yang sedang bergoyang

banjir  di Mekah dan di serambi Mekah
banjir di setiap sudut di dunia ini
banjir dan longsor susul menyusul
porak poranda kota dan desa kebanjiran, air berlumpur

api berteman udara melumat segalanya
air dan tanah menghanyutkan dan menghancurkan
jangan pernah untuk membayangkan pembalasan alam
di saat api, udara, tanah dan air menghancurkan manusia


Wednesday, January 3, 2018

RATU ADIL Putri kaHYANGan

putri kaHYAGan berjalan gontai menuju matahari
memetik kelopak matahari yang tersenyum
berkeliling di awan-awan memetik bintang
berlari diangkasa menangkap halilintar

tersenyum, menuju bumi yang gersang
dengan roda api milik Nacha
tingkah laku nakal dan jenaka
hanya membuat paraHYANGan tersenyum

menatap bengis dan kejam seperti Jenghis Khan
saat PEDANG ALLAH dari Scotlandia terhunus
tak ada kata ampun dan maaf bagi penjahat
pengadilan terakhir harus segera terlaksana

senyum manis Dewi Kwan Im yang welas asih
menyejukan hati manusia yang berhati putih bersih
utusan Dewa Brahma dan Dewa Wisnu
memegang restu semua Dewa dan Dewi

Ratu adil telah turun ke bumi, utusan para HYANGan
didampingi Panji Hitam laskar surgawi
memimpin empat ratus juta bala tentara surga
bersihkan bumi yang telah terlalu kotor


Ratu Adil utusan Dewata

seabad dalam didikan, para Dewa dan Dewi
hanya seratus hari waktu surgawi
setengah abad mendalami hidup duniawi
terasa lebih dari seabad menanti

didamping 1122 para Hyang an
didamping empat ratus juta laskar surgawi
bersenjatakan PEDANG ALLAH
Ratu Adil telah turun ke bumi

Ratu Adil gagah berdiri, bumi ditelapak tangan kiri
dengan pedang ditelapak tangan kanan
Ratu Adil sudah melangkah, perang sedang terjadi
berjalan di dasar laut dan di atas awan-awan

Pasukan alam semesta, tanah air udara dan api
berdampingan dengan Panji Hitam bala tentara surga
disaksikan Dewa Dewi, Batara Batari, Raja  Ratu dan Pangeran
dari atas kaHYANGan  bumi paraHYANGan



papa

papa lihatlah airmata di dalam hati ini
sebatang kara hidup sepi sendiri
menangis dan tak ada yang menghibur
tak seorangpun menginginkan diri ini

papa lihatlah airmata di dalam hati ini
hidup ini berseri dalam rangkulanmu papa
baju baru yang indah kau dandani diri ini
tapi lihatlah yang terjadi saat ini

papa lihatlah airmata di dalam hati ini
hati yang menjerit memanggil namamu
papa betapa teganya engkau pergi
meninggalkan diri ini seorang diri

papa lihatlah airmata di dalam hati ini
hati yang menjerit memanggil namamu
serigala langit, anjing matahari
datanglah jemputlah aku kembali

Perang Dunia

Dibawah pasukan Panji hitam
semua mahluk turut berperang
derap langkah kuda terdengar gagah
kepak sayap burung menggelegar memecah langit

raja hutan memimpin pasukan
semua binatang bergerak maju
pohon-pohon melambai memberi restu
rumput menyediakan jalan tempat berpijak

seisi bumi bergerak, riuh rendah
di sambut sang Batara Kala
diiringi senyum Sang Batara Surya
saksikan amarah Sang Batara Durga

Dewa dan Dewi turun ke bumi
Pasukan Dewata satria langit
Raja dan Pangeran turun ke bumi
Laskar surgawi pembela bumi

Panji Hitam

Panji Hitam telah bergerak menembus dunia
Panji Hitam bala tentara surga, utusan Sang Maha Kuasa
Tegakan keadilan dan kesejahteraan di bumi
bersihkan noda darah dan airmata

Panji Hitam telah bergerak menembus dunia
berjalan di atas awan, berjalan di dasar laut
menghancurkan semua setan dan iblis
yang telah mengganggu manusia bumi

Panji Hitam satria sejati, yang selalu dinanti
milenia demi milenia telah berlalu
terlalu banyak kejahatan dan keserakahan
yang telah naik ke atas bumi

Panji Hitam satria sejati yang akan menagih pati
kepada manusia  loba dan kejam
tak akan terdengar  kata ampun
batas tobat telah berlalu