Sunday, October 13, 2013

kaya

Bila aku beruang, jangan sampai jadi beruang
hitam melas,   tega memangsa  anak nya
biarlah aku menjadi panda ling-ling
lucu menggemaskan untuk becanda

orang beruang telah menjadi beruang
membuat takut peminjam uang
mata terpejam air mata berlinang
bila jatuh tempo tagihan tak memiliki uang

beruang lintah darat menghisap darah dan keringat
azap dan dosa tak di ingat
menghitung bunga hitam bertangkai darah
waktu berjalan uang berpeluh

kekayaan adalah titipan Ilahi
membayar zakat dan menolong orang susah
tapi apa daya manusia serakah
jatuh tempo lewat siap berkelahi





Friday, October 11, 2013

Cantik delima

berbungkus warna kuning berbecak
tersembunyi di balik bilik halus
tertata rapi indah warna merah delima
manis segar pengobat dahaga

wanita cantik berkerudung kuning
kulit halus di balik gamis panjang
hati tulus iklas nan cantik
surga dunia pengobat rindu

cantik nya wanita delima
menyimpan keindahan di balik kerudung
menutup rapat aurat dibalik kain halus
jauhi dosa dan maksiat



Wednesday, September 25, 2013

lupakan

menyesal telah menyayangimu
diri ini ternyata tak ada artinya
kau datang saat kau menginginkanku
pergi begitu saja membuat aku terpana

berusaha kuhilangkan rasa ini
menjauh darimu dan melupakanmu
mencintaimu sangat menyiksa diri
setelah tahu tak berartinya diriku

ingatan terhadapmu terus melekat
ingin rasa hati selalu dekat
sedangkan dirimu acuh tak acuh
kurasakan hatimu yang jauh

derita rindu sangat menyiksa
bagai pungguk merindukan bulan
bertepuk sebelah tangan
sadarlah, jauhkan derita

Tuesday, September 24, 2013

pusara


kutaburkan bunga cinta di atas pusara
tanda kasih yang telah pergi
hidup sangat menderita
kau tinggalkan aku sendiri

pusara sepi dan beku
hati hampa dan lidah kelu
tak ada terucap kata merayu
belaian lembut angin terasa syahdu

semarak pusara bertabur bunga
mengobati rasa rindu terpendam
angin lembut menerpa syahdu
mata terpejam mengenang yang telah lalu


tangis

airmata deras mengalir
bagai mata air yang tak pernah kering
gelombang derita datang menghadang
pasrah jalani hidup yang hancur

berteman air mata yang sealu setia
menemani menapaki hidup tak pasti
hadapi derita datang silih berganti
hati yang pedih, perih terasa

tangis airmata darah
tercurah dengan deras
tak sanggup menanggung derita
badai kehidupan terlalukuat menerpa

tertatih di jalan sepi sendiri dan duka
terhuyung menata puing hidup
membalut hati yang terluka
hidup yang mulai redup


hari ini

hari ini, tidak seperti hari yang lalu
hari ini terkenang kembali
lima tahun sudah kau pergi
bagai musim semi yang berlalu

hari ini seperti hari yang lalu
sunyi, sepi dan hampa
tak ada canda dan tawa
peluk mesra dan cumbu rayu

hari ini berteman airmata
mengalir deras membasahi pipi
mata terpenjam menahan derita
sepi menyendiri sendiri

hari ini, hari penantian panjang
lima tahun sudah berlalu
tapaki hidup penuh gelombang
penuh tangis mengharu biru

hari ini, aku tetap berdiri
derita datang silih berganti
airmata tak henti berderai
sampai saat waktu di nanti

asa

saat asa telah hampir musnah
setia berteman airmata
saat asa pupuslah sudah
mata terpejam basah airmata

hati berteriak memohon ampunan
atas segala dosa dan salah
tak sanggup menanggung derita
semua terjadi dan pasrah

saat asa telah putus
harapan jua pupuslah sudah
tangan menggapai lemah
nantikan ukuran terutus

hati terhenyak dalam kepedihan
tenggelam dalam duka mendalam
pilu, perih terasa dan hampa
adakah harapan dan kehidupan


Sunday, September 22, 2013

perjalanan

badai menerpa di sepanjang perjalanan
datang silih berganti menghadang
terseok tertatih merintih tertahan
tapaki kehidupan yang penuh gelombang

tengadah wajah menatap langit
dalam kelam nya gulita malam
sejuknya cahaya bintang berkelip
sejauh sinar bintangkah cahaya hidup

terlelap dalam duka mendalam
di buai dingin angin malam
saat hidup terasa kelam
hidup sepi berteman malam

fajar pagi kan menyingsing
hapuskan luka hati dan duka
dalam pelukan hangat mentari
hidup berseri cerah kembali

Sinar mentari menepis duka
cairkan kebekuan hati
tanggalkan kelam dan tersenyum
syukuri apapun yang terjadi



Saturday, September 21, 2013

pisah

pedih perih terasa, luka hati begitu dalam
hanyut dalam lara tenggelam dalam duka
hidup gelap gulita tanpa pelita
menangis merintih  dalam kelam

hidup tidak untuk di pahami
hidup tidak untuk di mengerti
jalan kan hidup setulus hati
pasrah kan diri apapun yang terjadi

tiada kesenangan  tanpa kesedihan
tiada pertemuan tanpa perpisahan
pedyh perih  hadapi kenyataan
membayar pertemuan dengan perpisahan


duka

hati yang duka, terluka
belahan jiwa telah hilang
saat badai menghadang
hidup dalam derita

tatapan nanar kosong, asa yang hilang
bagai layar tertutup di panggung
cerita hidup yang t'lah hilang
bagai di padang ilalang

bilakah waktu 'kan datang
agar dapat di songsong
akhiri jiwa yang kosong
untuk siap bertarung

hati luka tenggelam duka
harapkan seseorang 'kan datang
meraih hati dan menatang
agar duka menjadi ceria



Tuesday, September 17, 2013

selingkuh

janji suci sakralnya penikahan
ternoda perselingkuhan
mencumbu wanita lain\
cinta lama yang pernah tumbuh

janji suci sakralnya pernikahan
ternoda perselingkuhan
cinta lama yang kembali bersemi'
merengkuh nafsu menuai dosa

janji suci sakralnya penikahan
ternoda perselingkuhan
hasrat cinta menggebu
kepada kekasih cinta pertama

janji suci sakralnya penikahan
ternoda perselingkuhan
hasrat cinta pertama yang menggebu
rela nodai sakralnya penikahan

pulang

wajah terbujur kaku beku
hangat nya sinar kehidupan telah berlalu
tinggal kan hati menangis pilu
wajah lelah terlihat sendu

pilu hati dalam duka
kekasih pergi  menghadap ILAHI
usai sudah tugas di bumi
ziarah singkat di dunia fana

bunga setaman menghias pusara
tempat bersemayam raga
tempat istirahat menutup mata
ku bersujud panjatkan doa



pulang

bila saat nya aku pulang
jangan harapkan aku kembali datang
yang ada hanya tulang belulang
kehidupan yang telah hilang

bila saat nya aku pulang
jangan pernah lagi katakan sayang
karena aku tak akan datang
walau dalam mimpi yang menjelang

bila saat nya aku pulang
segala nya akan hilang
pergi kubawa pulang
tak akan kembali datang

usai tugas di dunia fana
berkelana di dunia fana
ziarah singkat di dunia fana
buatlah hidup bermakna





sepi

kelam nya malam sepi sunyi sendiri
tengadah menatap langit bercahaya bintang
luaskan hati seluas cakrawala
pasrahkan diri kepada yang kuasa

desir angin lembut menerpa
bisikan kata membawa berita
pasrah diri jalani hidup
walau hati merasa tak sanggup

kerlip bintang serasa menyapa
syahdu nya  sinar bintang bagai pelukan
walau tak terucapkan kata
nikmati sepi bersama kelam nya malam


takdir

gelombang badai menerjang kencang kehidupan
nyaris tak ada yang tersisa
keluarga tercerai berai porak poranda berantakan
luluh lantakkan bahtera keluarga

gelombang badai begitu dahsyat
terdampar di jurang penderitaan
letih tak berdaya untuk bangkit
walau hidup harus terus berjalan

jalani hidup bagai aliran sungai
pasrah meniti takdir kehidupan
tertatih menapaki liku kehidupan
sampai tiba saat nya nanti

hati berteiak tak sanggup
berdoa sampai tertidur lelap
hidup tak perlu di pahami dan di mengerti
semua tetrjadi atas kehendakNYA dan berpasrah diri



pasrah

terkapar jatuh  tak berdaya
wajah tengadah menatap langitt
bumi tumpuan kakiMU
pasrahkan hidup kepadaMU

tak berdaya dan berupaya
upaya dahsyat tak berdaya
kekuatannya adalah tidak berdaya
pasrah kan hidup berupaya

pasrah berupaya saat tak berdaya
gelombang tak berdaya begitu kuat
jadikan kekuatan dahsyat
pasrah diri, tekad kuat berupaya

hidup tak perlu di pahami
hidup tak perlu di mengerti
jalankan hidup setulus hati
kekuatan dariNYA sudahlah pasti



tersentuh

wajah memelas sendu
tatapan mata penuh makna rindu
membuat hati terasa sendu
menggugah rasa menyentuh kalbu

cerah nya langit berawan biru
tak secerah hati yang kelabu
harapkan kekasih mencumbu
menutup tirai kelambu

kasih kenapa hatimu beku
cinta mu tak lagi menggebu
apakah ada hati yang baru
lupakah kenangan masa lalu

biarkanlah terjadi seperti waktu lalu
asmara penuh cumbu rayu
saat cinta kasih terpadu
di bawa temaram sinar lampu


September kelabu

terpana menatap langit biru cerah
dalam dekapan hangatnya mentari pagi
relakan hati kekasih pergi
airmata darah tercurah sudah

dunia fana tempat penantian
dunia fana tempat bermakna
ziarah singkat yang harus dilalui
jalankan hidup setulus hati

september kelabu biru
langit biru cerah sudah tersapu
terpana menatap wajah kaku beku
tak terucap kata, lidah ku kelu

hati menangis pilu
tak akan ada lagi rindu
puaskan hati menangis sendu
kenangan september kelabu


setulus hati

menata hidup dari puing kehancuran
porak poranda tercerai berai
hidup tersapu dahyatnya badai
terpana, kelu dan tertegun

hidup tidak untuk di pahami
airmata darah tercurah habis
jalani hidup dengan tulus
tak percaya apa yang telah terjadi

segala nya tersapu badai
tak ada lagi yang dapat di tuai
hidup terkapar tak berdaya
meniti, tertatih dan terlunta

hidup tak perlu di mengerti
tapaki jalan hidup yang terjadi
walau kepala telah menjadi kaki
jalani kehidupan setulus hati

Sunday, September 15, 2013

September kelabu

langit biru cerah tak indah lagi
tersapu kelam awan duka
kekasih pergi dan tak kembali
usai sudah tugas di dunia fana

terpana memandang wajah kaku
dingin terasa tak bernafas
relakan pergi dengan tulus
tinggalkan diri dengan hati beku

september tak indah lagi
awan kelabu menyapu biru
isak tangis membahana kalbu
relakan kekasih yang telah pergi

nantikan  waktu 'kan tiba untuk pergi
sendiri meniti jalan sepi
airmata darah tercurah sudah
semptember kelabu yang tak indah

Indonesia

Indonesia permaisuri  jelita nan kaya
Pejabat jadilah raja, Indonesia permaisuri
dandanilah permaisuri dari kekayaan alam yang dashyat
agar sejahteralah kehidupan rakyat

korupsi hancurkan negri
jadikan permasuri pelacur
hutang negara tak seimbang dibayar
lemah lah raja karena korupsi

negri yang kaya tapi rakyat sengsara
segelintir kecil pengusaha kuasai kekayaan negri
berjuta  rakyat hidup menderita
sembako susah untuk di beli

Indonesia bangkitlah....
Permaisuri bersolek lah
Raja bijaksanalah
Agar JAYA lah INDONESIAku

Saturday, September 14, 2013

hujan

air  tercurah dari langit, hapuskan dahaga bumi
menyirami pohon-pohon yang telah layu
segarkan wajah bumi yang tandus
hanyutkan sampah-sampah di sungai

hujan yang selalu kunanti
bagai rindu yang tak terobati
gersang , kering kerontang
tersiksa menanti datang nya hujan

hujan datang menyejukan hati
hanyutkan segala sumpah serapah
penantian panjang menahan rindu
melepas rindu kekasih datang

rindu

sayang.... dipelupuk mata ini bayang wajahmu
ku rindu cium dan peluk mu
sayang.... ku nanti kedatanganmu
galau hati ini merindukan dirimu

sayang jangan siksa diriku dalam rindu
katakan benci penghapus rindu
biarlah cinta berubah menjadi benci
karena tak dapat menahan diri

sayang.... mengapa kau tak datang
lupakah pada diriku yang menyayangimu
sayang.... mengapa tiada berita
membuat aku tersiksa menderita


Friday, September 13, 2013

Ibu angkat

wajah teduh terlihat sendu
sedih dengan tatapan kosong
gundah gulana dan kelu
apakah fajar akan menyongsong

sosonglah pagi yang cerah seperti hari lalu
hidupku penuh kasih sayang
saat aku merajuk bunda membujukku
dalam pelukbunda aku merasa tenang

tersenyum lah bunda, seperti hari-hari lalu
saat aku masih kecil dipelihara bunda
aku tahu bunda bukan ibu yang mengandungku
bunda merawat dan memelihara

kini aku telah tumbuh  dewasa
bunda ku tetaplah bunda yang tak tergantikan
hari-hari aku tumbuh dalam kasih sayang bunda
terimalah rasa terimakasih dan perhatian



Thursday, September 12, 2013

Bunda, maafkan

di usia yang terus bertambah
kenangan bersama mu semakin melekat
di saat kau ucapkan nasihat
yang selalu ku bantah

aku berlari menikah
di tempat hati terpikat
memandangnya seakan malaikat
berbagi cinta dengan kekasih

dasawarsa berlalu sudah
membangun keluarga bahagia
tanpa restu dari mu bunda
pupus dan kandaslah sudah

Bunda, maafkanlah ananda yang susah
tak mengerti makna nasihat
dan segalanya sudah terlambat
jalan hidup teteap harus ku tempuh

bersujud memohon ampunan NYA
bersujud memohon ampunan bunda
Maafkanlah.....
Maafkanlah....



patah hati

katakan sayangmu untukku
katakan cintamu untukku
kau mohon dengan mesra
agar ku katakan ya ya ya ya

tersenyum kukatakan ya ya ya ya
ku lihat kau bahagia
kau peluk aku mesra
hati berbunga asmara

hari  berganti hari
saat kedatangan mu ku nanti
entah ke mana kau pergi
tak ada kata permisi

hati menangis sendu menahan rindu
September kelabu cepatlah berlalu
jangan biarkan aku merana
karena cinta yang pergi entah ke mana

Tuesday, September 3, 2013

janda

janda kembang bersabarlah
bila dihampiri kumbang penghisap madu
tersenyum dan berjagalah
tetaplah miliki rasa malu

janganlah tergoda bujuk rayu
kata mesra nan syahdu
penuh janji cinta palsu
berakhir dengan cerita sendu

jangan lah berkelamin
bila tanpa pelaminan
kumbang hanya inginkan madu
dan segalanya cepat berlalu

dara dan jaka

dara dan jaka kota Jakarta
janganlah berkelamin
sebelum kepelaminan
nantilah hingga dewasa

dara dan jaka yang kasmaran
penuh cerita suka dan duka
kisah kasij asmara di masa muda
jangan biarkan kisah kasih menjadi beban

dara dan jaka tuntutlah ilmu
biarlah kisah kasih mencumbu
tapi jangan lakukan yang tabu
agar masa depan  tak kelabu

Thursday, August 29, 2013

"selamat tinggal"

"selamat tinggal" ucapkan setulus hati
mohon maaf segala khilaf dan salah
sebelum bunga tabur dua meter di atas tanah
saat segala nya menjadi tak berarti

"selamat tinggal" anakku
raihlah cinta dan cinta
teriring dalam doa
bahagia ada dalam dirimu

"selamat tinggal" anakku
rasa sayang tak 'kan pernah pudar
dengan semangat berkobar
"aku menyayangi mu"

"selamat tinggal" anakku
beban di pundak terasa ringan
karena kasih tak pernah berbeban
maafkan lah bunda yang tak pernah menjadi ibu

"selamat tinggal" kerabat dan sahabat
telah kumaafkan segala khilaf dan salah
kusisakan cinta penuh kasih
dengan setulus hati dan sadar




"selamat jalan"

berita duka tertulis di facebook
teman masa kecil empat puluh tahun lalu
selama ini pula kita tak pernah bertemu
"selamat jalan teman", saat nya menghadap sang khalik

kenangan masa remaja di sekolah
bagai layar terpampang membuka celah
indah nya hidup saat remaja
menggebu meraih cinta dan cita

waktu berjalan seiring langkah
jalankan kehidupan yang kadang tak mudah
tak terasa waktu ber jalan begitu cepat
mengejar makna hidup sebelum terlambat

"selamat jalan sobat", usai sudah tugas di dunia fana
kembali ke rumah Bapa di surga
semoga di terima di sisi NYA
beristirahat kekal dalam cahaya abadi





bakul buah


bakul buah segar bertengger di bahu
wajah cantik terlihat layu
kulit putih dengan tubuh semampai
berbungkus baju kaos oblong bolong celana khaki

jajakan buah segar di jalanan 
setulus hati jalankan kehidupan
mencari rezeki sepiring nasi
tapaki hidup dengan pasti

indah nya desa tinggal kenangan 
suburnya ladang jadi lautan 
istana gubuk dilalap api
tersapu bersih lahar Merapi

berbekal bakul di bahu
dapatkan sepiring nasi dan tahu
bersyukur kampung tengah dapat terisi
walau menjerit dalam hati

hari ini

hari ini kekasih datang
hari ini katakan  sayang
hari ini kata-kata telanjang
hari ini kekasih berterus terang

kasih, bila saja masih ada waktu
tanpa mengenang waktu yang lalu
penuh kasih mesra merayu
lambungkan perasaan hati mendayu

bila kasih tak datang
adakah setia atau serong
berharap cinta tak bertolak belakang
seperti saat kata-kata telanjang

hati mengapa begitu kejam
dengan mata terpejam
pedang terhunus tajam
menusuk relung hati yang dalam

wajah tersenyum hati membeku
kecewa akan masa tlah lalu
cinta hanya kata-kata palsu
tertipu oleh  bujuk rayu


kekasih jamak

di sore hari Kamis petang
berbagi kasih sayang
bersama kekasih satu
yang selalu membuat rindu

malam hari berbagi cinta
bersama kekasih dua
penuh bujuk rayu mesra
hanyut dalam lautan cinta

pagi hari yang cerah
keindahan cinta kuraih
kekasih tiga yang ku sayang
berpelk mesra berbagi kasih sayang

setia berteman kecewa di saat putus cinta
penuh rindu dendam asmara
saat nya cinta kasih yang terbagi
untuk semua kekasih hati



Tuesday, August 27, 2013

sahabat milenium

sahabat-sahabat baru era milenium
kutemui teman, sahabat dan keluarga dengan facebook
kucurahkan isi hati, opini atau apa saja dengan blogger
kupilih lagu kenangan dengan youtube

hari-hari kuhabiskan dengan sahabat baru
hilang dari peredaran dengan game online
waktu berjalan tak terasa
layar monitor akan berkata"bosan"

bergosip di twitter
bertanya apa saja di mbah "google"
membaca surat di yahoo
penjelasan detail dari wikipwedia

sendiri menjelajah dunia maya tanpa batas
melihat bola dunia dengan google map
dunia dalam sentuhan jari
internet..... Indomie TEluR korNET

waktu habis di dunia maya
menu makan jadi internet
sebotol minuman ringan dingin
siap kemas siap minum

sahabat baru dunia maya
dengan makanan siap saji
menjadi sahabat sejati
dunia dalam sentuhan jari



sampah


"buang sampah pada tempatnya"
"dilarang membuang sampah"
beribu-ribu rakyat mengais sampah
untuk dapatkan pangan hari ini

bumi pertiwi yang kaya raya
mengapa membiarkan rakyat makan dari "sampah"
berpakaian baju bekas impor "sampah"
Indonesia menjadi tempat "membuang sampah"

hormat kepada pengais sampah
berjuang dengan jujur dan keringat
melawan bau busuk menyengat
untuk dapatkan sesuap nasi dari sampah

menyusuri jalan kota di pagi buta
berbekal karung dan sepenggal besi pengais sampah
kepala tertunduk, mata memandang sampah
tak ada kata terucap, tak ada tegur sapa









kemarau

kemarau melanda negri
rakyat menjerit gerah
melihat pejabat negri
rakyat bagaikan sapi perah

kemarau tak mau pergi
jabatan  bagai eskavator
mengeruk harta negri
walau harus jadi koruptor

kemarau panjang menghadang
terhampar jurang kemiskinan
bersorak para penggalang
membuka celah persatuan

kemarau panaskan jiwa
pangan sukar di dapat
sepengal  besi sebagai alat
rakyat mengais sampah


rindu

sepi berteman rindu
hati menangis sendu
mengenang kekasih hati
kekasih pergi dan tak kembali

sunyi dingin terasa
tanpa canda dan tawa
tak ada lagi pelukan mesra
tak ada lagi belaian  kasih

sendiri tiada asa
lalui hari-hari kelabu
menanti waktu ku tiba
tinggalkan dunia fana






Sampah

terik matahari menyegat
parit kecil mengalir tersendat
sampah membuat parit tersumbat
berjayalah nyamuk dan lalat

sampah teronggok di mana-mana
"jagalah kebersihan" hanyalah kata-kata
kalimat tanpa makna dan tak berguna
bila orang bukan manusia

tertulis untuk binantang
"dilarang membuang sampah sembarangan"
karena bila "orang itu" manusia
pasti sadar bersih itu indah

tertulis untuk manusia
"tempah sampah binatang"
semoga saja binatang dapat membaca
"membuang sampah pada tempatnya


Wednesday, August 21, 2013

petualang cinta

berselancar di lautan asmara
tebarkan jaring pesona
terhanyut rayuan mesra
mengarungi pelabuhan cinta

Selancar maju mainkan ombak
menjaring cinta yang mabuk
asmara yang tak dapat di tolak
cinta semanis kolak

cerita tentang cinta kelak
hadapi kenyataan yang tak dapat di tolak
membuat mata terbelalak
karena cinta di hempas ombak

terkapar di pantai asmara
pasir pantai tertawa ria
hadapai petualang asmara
tlah pergi membawa cinta

Tuesday, August 20, 2013

luka

kalimat pedas terucap, bagai pedang tertancap
menusuk tajam di relung hati yang terdalam
lidah kelu tak sepatahpun kata terucap
hati terluka, mata terpejam

pengorbanan besar untuk sebuah cinta
terucap dalam rangkaian kata
maafkan bila tak dapat di terima
maafkan bila memang  terhina

melangkah mundur teratur
jangan biarkan hati terbentur
persahabatan telah hancur
oleh rangkaian kata yang tersumbar

biarlah sepi sendiri, melangkah hidup tak pasti
jauhkan kehancuran dan sakit hati
tak mudah dapatkan cinta sejati
menyusuri liku hidup sendiri

pecah

tersentak memandang kaca figura melucur
jatuh berkeping-keping dan hancur
nasi telah menjadi bubur
membuat angan nan ngawur

ingin  menjerit dan berlari
pergi kemana tanpa tujuan pasti
lalui hari -hari panjang nan sepi
menanti tiba saat nya nanti

akankah mentari bersinar
sejahtera dan makmur
agar ku bangun dari tidur
biarkan aku menabur

Monday, August 19, 2013

Cinta lama

                                                        
senyum  penuh makna
lidah kelu membisu
tak terucap kata
cinta pertama terpendam

waktu berlalu begitu cepat
kelain jiwa hati tertaut
cinta sejati terengkuh maut
jiwa yang sepi terasa kalut

dunia berkembang pesat
jarak dan waktu terasa dekat
membuat hati kembali tertaut
cinta lama kembali bersahut

indah nya dunia remaja
terulang di dunia maya
hangat kan gelora cinta lama
bersemi kembali cinta  yang terpandam

Sunday, August 18, 2013

TUHAN

tengadah menantap langit  tumpuan kakiMU
bersujud hormat bersyukur kepadaMU
ziarah singkat di dunia fana dengan nikmatMU
sampai saat nya  kembali padaMU

jalankan hidup setulus hati
iklas terima yang terjadi
teguh yakinkan diri
akan semua yang terjadi

tawa dan tangis silih berganti
tapaki hidup hari ke hari
walau segalanya tak pasti
kutahu Engkau selalu di sisi

tertunduk mengucap syukur padaMU
sujud menyembah berdoa kepadaMU
mengadu dan menjerit padaMu
mohon lindunganMU





pengorbanan cinta

Jangan katakan berkorban untuk cinta
karena semuanya semu
jangan bisikan kata asmara
bila yang ada hanya nafsu

terpana celoteh liku hidup
tersentuh sanubari
membuat iba hati ini
nafsu berkorbar dan redup

tak dapat merasakan nikmat
bercinta penuh kasih
hanya dapatkan birahi sehat
berakhir dengan sedih




Saturday, August 17, 2013

17 Agustus

Gempita kemerdekaan nyaris tak terdengar
MERAH PUTIH terjuntai berkibar
Merdeka dengan prihatin dan iba
Kepada siapa rakyat harus percaya

kemerdekaan nyaris hilang
dipenuhi warna belang-belang
rakyat dijajah bangsa sendiri
penderitaan rakyat menjadi-jadi

negri MerahPutih telah kotor
ternoda nafsu serakah para koruptor
kekayaan Indonesia telah tergadai
tinggal kenangan nyiur melambai

17 Agustus Indonesia jayalah
pahlawan berjuang melawan penjajah
Merdeka dan angkat senjata lagi
bangkitlah pahlawan sejati

halaulah musuh bangsa sendiri
yang telah menjual negri
tumpaslah para koruptor
yang telah membuat negri ini kotor











Thursday, August 15, 2013

pertiwi

Indonesia bumi pertiwi nan kaya
berserakan emas permata  di seluruh negri
mineral nikel, tembaga dan besi
hangatkan kekayaan bumi Indonesia

batubara panas membara
teronggok di bumi nusantara
pasir besi, pasir emas di tepian pantai
kerikil besi, kerikil emas di tepian sungai

Indonesia laksana putri cantik jelita
bertahtakan mahkota jamrud khatulistiwa
pakaian terajut dari emas permata
bertempat di istana mewah dan kaya

putri cantik yang tak berdaya
di pinang pejabat negri serakah
gadaikan harta kekayaan negara
tak hiraukan sumpah serapah

17 Agustus

"merdeka" 17 Agustus


gempita perayaan telah hilang
masyarakat semakin timpang
kepercayaan rakyat telah hilang
pemimpin negri malang melintang

hapuskan korupsi tinggal janji
tumbuhkan para koruptor keji
mengisap rakus darah rakyat
keserakahan, berpikir sesat

duduk bersatulah kembali
selamatkanlah bumi pertiwi
lawanlah perampok negri
agar sejahteralah pertiwi


rayakan kemerdekaan dengan hati yang putih
merahnya keberanian menumpas perampok negri
jangan biarkan kemiskinan melanda negri
bangunlah, Indonesia merdeka yang hakiki

sendiri

semilir angin hutan bambu
kelilingi pusaramu
sayup terdengar lagu sendu 
hati yang patah karena rindu

kekasih hati yang tlah kembali
tinggalkan ku hidup sendiri
tertatih langkah merayap sepi
jalani hidup tak pasti sendiri

lagu sendu terdengar merdu
lantunkan kenangan masa lalu
walau tak seindah dulu
saat cinta kasih berpadu

melalui hari sepi sendiri
menyusuri jalan nan sepi
airmata membasahi pipi
rindu tertahan dalam hati







tobat

sadar diri dan bertobatlah
usia merayap senja mendekati tanah
jangan umbar dahaga nafsu sesat
mohon ampun dan tobat

waktu yang semakin sempit
kesempatan yang tinggal sedikit
ulurkan hati memohon belas kasih
mohon ampun dosa dan salah

tundukkan kepala memohon kerendahan
memohon ampun dan belas kasihan
karena waktu yang semakin sempit
akui kesalahan dan bertobat

IBA

tersentuh hati untuk menyayangi
kenalkan cinta sejati yang hakiki
setelah apa yang telah di lalui
cinta sesat sesaat yang di nikmati

indah nya cinta bersemi
tersimpan dalam sanubari
penuh nafas kasih suci
tersimpan dalam hati

iba hati sayangkan diri
korban sesat jalangnya nurani
hancurkan masa depan diri
tenggelam dalam cinta berduri


Tuesday, August 6, 2013

SELINGKUH

hancurlah sakral nya pernikahan
bangga diri menjadi kumbang
menghisap madu janda kembang
lakukan perselingkuhan

nikmati cinta maksiat sesaat
korbankan kesetiaan pernikahan
deru nafas gejolak lama terpendam
tuntaskan rindu dendam


Sunday, August 4, 2013

KASIH SEJATI

cinta maksiat cinta sesaat
dibayar dengan uang seringgit
takutlah akan penyakit
petualangan cinta yang sesat

dibalik deru nafas memburu
di kuasai gelegar nafsu
tak seharusnya melakukan tabu
seandainya engkau tahu

kasih yang tiada berbatas
dengan  nafas tulus dan iklas
jiwa raga yang tuntas
segarkan hidup dengan manis

kasih berlarilah ke dalam pelukan
hangatkanlah gairah kasih dalam dekapan
'kan kuhapus airmatamu dengan rambutku
kuberikan jiwaku hapuskan dahagamu

kasih yang tiada bertepi
penuh dengan lautan maaf
hapuskan segala khilaf
kisah kasih cinta sejati



JALANG

Terpana mendengar celotehmu
Jeritan hati yang paling dalam
Tersimpan dan terpendam
Kisah hidup yang kelabu

Ternganga mendengar ceritamu
Korban dari nafsu bejat durjana
Melahap rakus hidup remaja
Menghancurkan masa depanmu

Perempuan jalang binatang
Mengendus rakus akan batang
Penuh hawa nafsu setan
Hancurkan masa depan korban

Iba hati mendengar celotehmu
Terserak bibit maksiat
Datangi cinta sesaat nan sesat
Petualangan nafsu nan semu

Engkau lelaki petualang
Tergagahi di usia belia
Terayu sapa mesra
Wanita molek nan jalang

Pulanglah hai petualang
Nikamatilah cinta sejati
Berbagi kasih saling memberi
Hingga jiwa kembali berpulang


Friday, July 26, 2013

sahur

sahur.........sahur.........

siapkan jiwa dan raga
melawan hawa nafsu dan dahaga
kendalikan jiwa dan raga
agar dapat masuk surga

Menahan dahaga untuk raga
menahan nafsu untuk jiwa
sebulan penuh berpuasa
tentramkan jiwa dan raga

S

Sunday, July 14, 2013

SEPI

Alam diam membisu, sunyi
Ranting kering tertancap menyendiri
Menemani hari-hari ku yang sepi
Terpatri pada kerinduan hati

Deru angin  kencang terdengar
bersambut suara petir yang mengelegar
hidup yang jauh dari hingar bingar
di mana kehidupan terpancar

sunyi sepi sendiri
tiada yang menemani lagi
kekasih hati tlah pergi
dan tak akan pernah kembali





Wednesday, July 10, 2013

cermin ajaib

di malam yang sunyi sepi sendiri
berteman kawan dunia maya
tak terbatas jarak dan waktu
dunia di jangkau dalam genggaman

tak ada lagi tempat bersembunyi
google earth  yang jujur
memperlihatkan isi dunia
layaknya cermin ajaib di masa lalu

tumpahkan jeritan hati dengan blogger
berteman dengan karakter di facebook
expresi diri  di twitter
yahoo menjadi tukang pos

kring-kring sepeda Pak Pos tinggal kenangan
berkantor di rumah atau kendaraan
menjadi hal lumrah dalam new era internet
anak-anak ramai mengunjungi warnet





bekasi

terperangkap di kota Bekasi
kota di tepian Jakarta yang tak asri
sampah teronggok di mana-mana
debu bebas beterbangan

Bekasi panas dan kotor
di penuhi pangkalan ojeg motor
dengan lalu lintas yang sembrawut
menambah suasana kota semakin kusut

Bekasi penyangga Jakarta pinggir
terik panas matahari  menyuburkan nyamuk
hujan banjir berteman lalat dan lumpur
dimana-mana sampah teronggok

sumpah serapah penduduk
tak membuat kota bersolek molek
setiap saat macet mendadak
cepatlah bersolek dan bertindak





kenangan

masa lalu dan sekarang hanya masalah waktu
harus bisa kembali seperti dulu
di masa sekolah tempat kita bertemu
tak terucap kata karena malu

waktu telah lama berlalu
di mana diri mu tak ada yang tahu
beruntung ada facebook
janji bertemu untuk di peluk

senyum mu selalu menggoda
tersimpan dalam angan kerinduan
kurindu peluk cium penuh kemesraan
membuat hasrat penuh gelora









Saturday, June 29, 2013

Bandung

indahnya Bandung di lingkung gunung
di aliri sungai Cikapundung
Jejakan kaki di buni parahyangan
tempat tinggal dewa- dewi dari kahyangan

di kaki gunung Tangkuban Parahu
di bukit Jayagiri Lembang
tempat hati terpadu
seperti lagu Dul Sumang

kota kembang Paris Van Java
tempat Braga Stone memetik  kecapi
latunkan musik  lagu Rolling Stone
semarak jalan di kali lima




Padang


gadis minang dari Padang
tersenyum manis elok di pandang
harapkan di pinang pialang
agar tak perlu memasak rendang

pemuda Padang merantau berdagang
pergi jauh ke negri sebrang
membuka restoran padang
menjual nasi rendang



PekanBaru

PekanBaru kota sejuta ruko
engko berkacamata menunggu toko
berdampingan dengan abang dan uda
gerakan ekonomi kota

PekanBaru kota minyak
di aliri sungai Siak
kapal hilir mudik berlabuh
di daratan berpasir kerikil putih

banyak datang penumpang
membawa perantau dari sebrang
bermodalkan sebuah parang
membabat hutan dengan sembarang

sawit dan minyak bumi melimpah
hutan dibakar membuka lahan
asap tebak memenuhi awan
harapkan panen berlimpah


Friday, June 28, 2013

Semarang

aku jarang datang ke Semarang
Walaupun bukan kota di negri sebrang
Semarang kota yang berang
Pusat Jawa Tengah di kota Semarang

Simpang lima jalan di kota Semarang
Tempat sembarang orang bertandang
Gelap nya malam terang benderang
Di simpang lima pusat Semarang

Tanjung Perak pelabuhan kota  Semarang
Tempat bersandar kapal pedagang
Banyaklah orang berlalulalang
Mengais rezeki di kota Semarang

nikmati ikan bandeng khas Semarang
dapat di makan hingga tulang
Jadikan buah tangan  oleh pendatang
Semarang aku kembali pulang







Thursday, June 27, 2013

musim

tak ada lagi musim berganti
hujan deras mengisi hari hari
di bulan juli kemarau
banjir melanda surau

manusia melupakan alam
alam melupakan musim
petani menangis paceklik
panen tak dapat disambut sorak

banjir kerap melanda
rakyat miskin semakin menderita
hotel penuh rakyat beruang
tak ada musibah bagi orang beruang




uang darah

berfoya-foya dengan uang darah
berbuat nista mereguk dosa
wakil rakyat yang serakah
merasakan hidup berkuasa

lupa diri akan wakil rakyat
jadikan diri wakil nafsu yang bejat
wakil  rakyat cepatlah tobat
banyak rakyat yang hidup melarat

mengais sampah yang bau dan kotor
berpakaian bagus barang bekas impor
rakyat menjerit lapar
negara telah tergadai kasar








Tuesday, June 25, 2013

topan

bahagia tak ada lagi
saat hilang kekasih hati
dalam penantian sepi
sunyi sendiri, teriak dalam badai

hancur luluh berantakan
merajut puing kehidupan
merayap tak pasti perlahan
dengan duka tertahan


hidup yang porak poranda
begitu kuat topan melanda
hanyutkan hidup berirama
jadikan seorang kelana





Saturday, June 22, 2013

selingkuh

pertama terpendam di lubuk hati
dasawarsa tahun berganti
bertemu oleh teknologi
cinta lama bersemi kemballi

janji sakral penikahan ternoda
cinta lama sudah terjawab
lupakan sejenak tangggung jawab
merengkuh dahaga menuai dosa

perselingkuhan memacu adrenalin
merasa seolah anak kemarin
mencoba cinta petualangan
rasakan gejolak cinta kemarin

Friday, June 21, 2013

INDONESIA ku

bumi pertiwi nan kaya permai
berpantaikan besi dan silikon
beralaskan  emas permana
tanaman tumbuh subur di atas nikel dan besi

nyiur melambai di pantai besi
padi menguning di tanah nikel
gunung kapur menjulang bercahaya
bertahtakan marmer bergurat emas

batu kecubung menghias danau
merah tembaga terukir di batang kayu
uranium bersembunyi dalam bongkahan emas
terangkat saat emas di kemas

kayu cendana dan gaharu
bersembunyi di hutan lebat
dalam gua bersarang walet
bumi Indonesia nan kemilau





janda

suami siapakah ada dekap pelukmu
suami siapakah hapuskan dahagamu
merengkuh nafsu meraih dosa
sadar dan lupakanlah semua


dasyatnya rayuan mesra lelaki
katakan cinta sejati nan palsu
teman selingkuh sejati
meregangkan hawa nafsu

dekapan hangat sang janda
hancurkan kesetia an suami
hianati janji sakral berumah tangga
tergoda nafsu birahi


hari ini

hari ini telah melalui kemarin
hari ini mentari kembali bersimar
hari ini jalani kehidupan
hari ini dibawah terik matahari

hari ini akan berlalu
hari ini merenung
hari ini terpaku bingung
hari ini cepat lah berlalu

hari ini sujud berdoa
hari ini berterimakasih
hari ini walau tanpa ladang
hari ini berjalan menghitung hari


Thursday, June 20, 2013

hari ini

hari ini matahari pagi bersinar
hari ini di bawah terik matahari
hari ini awan kelalu menutup sinar matahari
hari ini gerimis mengiringi mendung

hari ini bukan lah kemarin dan esok
hari ini sedih dan sakit hati
hari ini rasa duka menyergap
hari ini tersimpan harapan untuk esok

hari ini mengenang hari yang tlah lalu
hari ini sujud berdoa memohon
hari ini di lalui dengan hati tulus dan iklas
hari ini matahari 'kan segera tenggelam

hari ini penuh harapan
hari ini hampir berlalu
hari ini kehidupan berjalan
hari ini tertidur lelah dalam kesedihan

Mama

hidangan tersaji dengan apik buah tangan mama
senyum mama menambah nikmat  bersantap
rumah bagai istana nyaman dan asri
di balik pintu senyum mu selalu menyambut 

mama, tak akan dapat ku balas jasamu
melahirkan dan membimbing hingga dewasa
rambut mu mulai memutih mama
kecantikan mu tersisa dalam senyum kasihmu

mama begitu engkau menyayangi anak2mu
walau seringkali kami membuat mu kesal
hidangan tetap kau sajikan untuk kami
menu  terbaik untuk anak2 mama

tak bosan nya mama menegur 
nasihat dalam canda dan perilaku mama
mama kasihmu tiada batas
lautan maaf dan doa selalu mengiring jejak anak mu

mama, rambut putih mu mahkota perjuangan 
sisa kecantikan masa muda tersirat di wajah mama
terimalah hormat dan terimakasih kami
penghargaan yang membuat mama bangga

fitnah

untuk kesalahan yang tidak aku lakukan
untuk perbuatan dengan balasan tak pantas
aku menerima siksaan
tamparan di pipi bertubi-tubi

mata terbutakan oleh deras nya air mata
rasa sakit tak terperikan tlah hilang
hati kosong dan bingung
apa dosa dan salah ku?

untuk perbuatan dengan niat baik dan tulus
aku tersiksa oleh fitnah
lidah ku kelu hati kosong dan bingung
bertubi-tubi tamparan susul menyusul

bagai hujan deras terhenti, tamparan di pipi
berdiri tegak tak dapat melihat
mataku buta oleh airmata
tak ada rasa sakit kurasakan

tak dapat aku lupakan di seumur hidupku
siksa, derita yang tlah mereka lakukan
ampunan tlah kumohon kan kepada NYA
semoga mereka menyadari kasih yang ku bri




doa si miskin

Terimakasih dan hormat kepadaMU TUHAN
atas hidup miskin tak  berharta materi
hidup terbuang, terasing sunyi sendiri
berharap padaMu lah kekuatan

cakrawala luas  yang terbentang
wajah tengadah hati bersemat syukur
atas karunia besar yang tercurah
dalam kemiskinan materi berselubungkan kekayaan hati


airmata mengambang saat hinaan mendera
nafas terhenti saat harga diri terinjak
wajah tengadah memandang cakrawala
sadari bumi yang menjadi tumpuan kakimu

mohonkan maaf  NYA untuk orang2 yang menghina
mohonkan maaf  NYA untuk orang2 yang angkuh
TUHAN membalas dengan memberian hati damai
jalani hidup dengan pasrah dan tulus

ku yakin semua ini terjadi sesuai kehendakMU
ampunilah salah dan dosa
tuntunlah hidup dalam kemiskinan ini
agar tetap tabah dan tawakal


si miskin

miskin tak berharta benda materi
si miskin jangan memiliki keinginan
si miskin menerima hinaan
si miskin menelan cemoohan

harga diri si miskin tertinjak
hati si miskin terluka
air mata mengambang di mana
mulut terkatup tak dapat berteriak

hati si miskin yang kaya
penuh dengan lautan maaf
untuk hidup miskin  tulus di jalani
senyum dengan hati tercabik

si miskin kaya akan harapan
si miskin hidup dengan doa
kepada NYA tempat bergantung dan mengadu
hati si miskin tulus dan kaya




Tuesday, June 18, 2013

IBU

dari terbit sampai tenggelam matahari
tak terhitung hari yang di lalui
lakukan tugas mulia, pejuang sejati
pahlawan keluarga, kasihmu ibu

sosok sederhana yang tak pernah lelah
tak pernah menyimpan salah
karena hati yang penuh kasih
lautan maaf  yang disediakanmu ibu

dalam dekap dan peluk ibu kutemukan damai
sapuan lembut tangan ibu menghapus air mata
senyum ibu larutkan duka
doa tulus ibu selalu menyertai

wajah tertunduk mengenangmu, ibu
hati bersyukur atas karunia NYA
seorang ibu sejati  pendamping hidup
merawat dan mendidik hingga dewasa

ibu, tak akan dapat kubalas kasih tulusmu
hormat dan terimakasih yang sebesar-besar nya
tersemat dalam hati saat mengenangmu
sosok pejuang sejati keluarga, hormat










Tuesday, June 4, 2013

MISKIN

Bila hidup tak beruang tutuplah mata rapat-rapat
Tak perlu membeli barang yang tak berguna
 Bila hidup tak beruang, tutuplah kuping rapat-rapat
Agar tak mendengar fitnah dan nista

Bila hidup tak beruang, katupkanlah mulut  rapat-rapat
Karena tak seorang pun akan  mendengar
Bila hidup tak beruang, tutuplah pintu dan jendela
Karena tak seorangpun akan mampir

Bersembunyi, menyendiri  dan terasing
Penuh perasaan terbuang
Karena hidup tak beruang
Miskin  adalah gelar tak beruang


Istriku

Istriku yang cantik di masa muda
Bagai buah delima bersemi
Pangkal buah bulat berisi
Bermahkotakan kelopak bunga

Istriku sayang istriku tambun
Istriku tetap seperti buah delima
Delima matang ranum di pohon
Bulat indah penuh pesona

Delima ku sayang makin matang dan bulat
Makin tua dan berisi
Segarkan hidup penuh nikmat
Karena setia nya seorang istri



Monday, June 3, 2013

TUHANku


Kutatap langit yang menjadi tumpuan kaki MU
Hati menjerit memohon pertolongan MU
Pasrahkan hidup yang tak berdaya upaya
Panjatkan puji syukur dan sembah dalam doa

Bersujud di hadapanMu
Menyembah pasrah 
Berharap pertolonganMu
Agar dapat kurawat anak2ku


Wednesday, May 29, 2013

INVESTASI

berkata dengan bangga kata "investasi
berkata dengan bangga dan  lantang
mematok tanah di desa yang tergadai
melumpuhkan hidup penggarap ladang

kemiskinan terus tercipta
oleh kebanggaan berinvestasi
menjerat rakyat desa yang lugu
segenggam uang bertukar ladang

ladang tak pernah habis di panen dan di tuai
berpeluh keringat menggarap ladang
kepulkan asap dapur penduduk desa
hancur oleh keserakahan ber "investasi


GUSUR!!!!!

derit mesin menghancurkan gubuk jalanan
jerit tangis rakyat jalanan
saksikan harta benda porak poranda
tak berdaya tiada upaya

rakyat jelata hidup di jalanan  kota
mengaruk, mengais sampah mengais rezeki
tanah di kampung telah tergadai
terusir... menyusuri jalanan kota

tak ada tempat lagi untuk berpijak
menancapkan atap tempat berteduh
tanah kampung  di palang dan di patok
bertuliskan pemilik di antah berantah

tanah ditumbuhi ilalang
dengan bangga mereka berkata investasi
tak sadar arti investasi yang hakiki
melumpuhkan hidup penggarap ladang

Monday, May 27, 2013

GENGHIS KHAN

Air mata tak dapat tercurah
Kepala tertunduk badan di sesah
Derita pasti berakhir
Menjadi panglima besar

Saat hati mendesah
Banyak darah tercurah
Balaskan dendam dan sakit hati
Untuk hari yang tlah di lalui

Genghis Khan panglima besar
Berderit derap kuda melangkah
Berbekal tanda lahir telapak tangan berdarah
Walau tak berdaya tetap bertumbuh

Dari Beijing ke Roma
Kuda, yak dan onta
Hutan gunung dan padang rumput
Tapak langkah prajurit

Perisai tombak dan pedang
Hancurkan musuh  yang menghadang
Laju melangkah ke  arah  matahari
Kalahkan  timur menuju barat







Saturday, May 18, 2013

RSS vs Kandang

Telah kulihat di luar sana
Kandang sapi yang lebih besar dari RSS
Mengapa rancangan rumah begitu kecil
Mengapa?????

Tanggung jawab siapakah kesejahteraan rakyat ini
Tinggal di RSS
Tinggal di kolong jembatan
Tidur di trotoar jalan

Begitu miskin kah negri ini
Masih banyak rakyat yang tak dapat tinggal dengan layak
Menyusuri jalan sejak pagi buta
Mengais sampah untuk bertahan hidup

Hati menangis melihat semua ini
Menjerit karena tak ada yang dapat kuperbuat
Kebersihan dan kesejahteran milik segelintir orang
Yang rela menghirup darah rakyat

RSS... LLLL

Rumah Sangat Sederhana....
Dimana kita berkumpul
Lu Lagi Lu Lagi
Tempat kita bersenggolan

Rumah Sangat Sederhan
Tempat kami berteduh
Tempat kami berkumpul
Tempat kami bercengkrama

Rumah Sangat Sederhana
Tempat kami tidur berdesakan
Duduk berhimpitan
Selalu bersengolan

Rumah Sangat Sederhana
Membuat kami akrab
Tak pernah kami merasa sepi
Karena rumah kami yang sangat sederhana

Rumah Sangat Sederhana
Tak dapat merasakan privasi
Tak dapat sempat menyepi
Karena selalu berpapasan,,, Lu Lagi Lu Lagi.........

GURU

Terimakasih... kata yang tak pernah terucap
Sosok  sederhana penuh pengabdian
Berbakti untuk nusa dan bangsa
Cerdaskan rakyat, membuka jendela ilmu

Guru....
Jasamu tak dapat pernah aku balas
Gaji tak layak telah engkau terima
Untuk pengabdian yang telah kau beri

Guru...
Hormat dan terimakasih ingin kusampaikan
Walau lewat sajak singkat ini
Kami mengenangmu, 


Engkau yang telah menemani kami tumbuh 
Engkau yang telah membuka jendela ilmu
Engkau yang telah menuntun kami
Agar kami berguna bagi sesama.

PAMIT

Bila saat ku tiba......
Tak sempat lagi kata  pamit terucap
Untuk waktu yang tak pernah kita tahu
Di saat kita berpulang kepada sang khalik

Pamit....
Bila saat ku tiba......
Maafkanlah semua salah yang telah ku buat
Keangkuhan dalam menjalankan hidup


Pamit...
Bila saat ku tiba....
Makna hidup tak banyak yang telah ku buat
Aku hidup dalam ke tak berdayaan

Bila saat ku tiba....
Banyak cita2 ku yang tak pernah sampai
Badai hidup menerjang  begitu kuat
membuat aku terkempas, tak berdaya.



TABUR BUNGA

Tak ada arti lagi
Bila bunga bertabur di atas pusara
Tugas telah usai
Hidup berakhir penuh makna

Tinggalkan semua kekasih hati
Tinggalkan semua harta benda
Tinggalkan semua yang dimiliki
Tinggalkan dunia fana

Perjalanan baru dimulai
Berbekal tanggung jawab
Saat ziarah di dunia fana
Pengadilan abadi telah menanti


SYUKUR

Kutatap langit dalam cakrawala biru
Berserak awan putih bagai salju
Hati bersemat doa syukur kepadaMu
Indahnya bumi tumpuan kakiMu

Tertunduk menantap bumi yang kupijak
Ucapkan terimakasih atas segala anugrah
Kepada Nya kita layak bersujud dan menyembah
Tuntunlah untuk hidup layak




KEKASIH PERGI

Jangan biarkan hati ini kosong
Saat kekasih tak menemani
Jangan biarkan hati ini bohong
Karena kekasih pergi dan tak kembali

Sematkanlah doa syukur dalam hati
Relakanlah kekasih yang tlah pergi
Hadapilah hari-hari sepi
Tanpa canda dan tawa ria lagi

Sematkanlah doa di setiap waktu
Menemani hidup sepi berlalu
Jalani hidup berlalu sepi
Kupilih tetap sendiri

Jangan biarkan airmata menetes
Merenung dan mengenang  masa lalu
Bagai badai menerjang menghempas
Semuanya pasti 'kan berlalu



SEPI

Jangan rasakan sepi disaat sendiri
Malaikat selalu ada disampingmu
Sematkanlah doa dalam hati yang gundah
Senandungkan nada syukur dan terimakasih

Berjalan sendiri di lorong sepi
Langkahkan kaki dengan pasti
Senandungkan pujian kepadaNYA
Sang pencipta yang maha mulia

Duduk termenung sendiri
Jangan rasakan sepi
Malaikat selalu menemani
Lalui hari-hari yang sepi


PUASA

Puasa mengasah asa
menahan haus dahaga
bersihkan diri, sucikan hati
kendalikan diri dari emosi

Hati yang bersih, hati yang suci
Teranglah hidup oleh cahaya hati
Hidup yang terang dalam bening nya hati
Cahaya kehidupan 'kan tampak suci

Jauhkan hati dari iri dan dengki
Jauhkan hati dari niat tak suci
bersyukur dan berdoa menyembah
Atas hidup yang penuh rahmat dan anugrah

HALILINTAR

Hujan deras bebunga kilat
Gelegar halilintar memecah langit
Binantang bersembunyi di lubang sempit
Air tertumpah di hujan yang lebat

Alam tak bersahabat lagi
marah oleh ulah manusia
Air dan angin dalam badai
Tebarkan angkara murka

Halilintar bersahut panjang
Datangkan kengerian
Sekejap sinar kilat
mengiringi gelegar halilintar

bunda pertiwi

Bunda pertiwi yang kucintai, maafkanlah
Tak ada yang dapat aku perbuat
Bila aku terlahir sebagai rakyat jelata
Semuanya telah di patok
Dimiliki penguasa dan pengusaha
Tak ada  yang  dapat di garap di tanah subur ini
Sandang bekas seantero bumi di jual dipasar
Barang bekas yang terbeli
Bahan baku yang terjual
Menangis hati melihat semua ini
Bunda pertiwi yang kucinta.
Kekayaan mu dimiliki segelintir orang
bertitel penguasa dan pengusaha
Adakah kesempatan bagi rakyat mu
menikmati indah nya negri yang kaya makmur?


Pelajar

Bangunlah pelajar...........
Capailah nilai moral ahlak yang tinggi
Raihlah cita-cita membangun bangsa
Perjuangan belum selesai

Bangsa ini membutuhkan generasi berahlak tinggi
Menjungjung moral bangsa
Jadikan pemimpin dunia
Memimpin bumi pertiwi yang kaya

Sejahterakan rakyat bangsa
Yang hidup ditanah  subur makmur
Perjuangkanlah kehidupan ekonomi rakyat
agar setiap manusia dapat menghidupkan manusia lain

Bangunlah pelajar.....
Junjunglah keluhuran budi
Harta duniawi hanya sesaat saja
amal ibadahlah yang abadi




Jangan, Adikku

Adik ku yang ku timang dan kusayang
Telah tumbuh menjadi seorang laki2 dewasa
Beristrikan perempuan kejam
telah menampar dan mengusirku

Di kala kesusahan ku hadapi
Derita di tambahkannya
Fitnah dan sumpah serapah
Kata2 bagai ujung pedang

melukai hatiku yang menyayangi
Jangan lakukan semua itu
Engkau adikku yang kusayang
telah membuatku terbuang

Tak perlu aku memaafkan
Maaf telah kuberikan sebelum perbuatanmu
Sadarlah, atas kekejaman yang telah dilakukan
Walau mungkin kau tak sudi lagi menemuiku




Bunda


Betapa besar kasih sayang mu, bunda
Selalu ada di setiap waktu hidupku
Sandang pangan tak kurang untukku
Bahagia ku hidup di sisi bunda

Kucium pipi mu penuh kasih
Ungkapan rasa terimakasih
Tak akan pernah dapat aku balas
Kasih sayang mu yang tulus


Bunda yang selalu siap memeluk dan mendekap
Di kala galau menyergap
Memberi rasa tenang dan bahagia
Membuat hidupku  nyaman tanpa duka

Terimakasih, untuk hari indah di sampingmu
Atas anugrah kasih sayang yang tercurah untukku
Doa kupanjatkan untuk mu bunda
Agar selalu sehat dan bahagia

Jakarta Banjir

Hujan deras hanya sehari
Tertumpah air di jalan bagai kali
Bercampur lumpur hitam mengalir deras
Menyeruak masuk ke dalam teras

Adik kecil senang bermain air
Tak ingat lagi derita banjir
dengan serokan dan ember
Menangkap ikan yang terhanyut banjir

Hidup di kota Jakarta
Bersahabat dengan banjir yang selalu melanda
Menggunung onggokan sampah 
Meyebarkan aroma dan sumpah serapah

Akankah Jakarta menjadi kota indah
Bebas dari banjir dan sampah
Dipenuhi bunga warna warni
menyegarkan hati nurani



Sunday, April 14, 2013

CANTIK

Garis cantik terukir di tulang pipi
Wajah putih berkulit halus
Ramping tinggi semampai
Membuat siapapun ingin mengelus

Gadis cantik elok dipandang
Menarik hati para bujang
Tak'kan biarkan waktu terbuang
Gadis cantik lekas dipinang

Cantik untuk sebuah anugrah dan musibah
Tersenyum  bersyukur atas anugrah
Menangis tersedu atas musibah
Kecantikan yang penuh darah

Cerita duka  si cantik mayang
Terlalu cepat dipinang bujang
Tak sempat nikmati waktu lajang
Usia muda yang terbuang

Garis cantik tetap terukir
Kecantikan di usia senja
Kedamaian hati yang terpancar
Walau hiduo mulai berpendar 


Tuesday, April 9, 2013

Sendiri

Hari berlalu dalam hening
Membawa hati menjadi bening
Hati menjerit dalam hening nya malam
Meniti kehidupan kelam

Doa tersirat dalam hati
Airmata jatuh berderai
Tertatih menapak hidup
Sinar mata tlah redup

Akan kah mentari bersinar lagi
membawa hidup berseri
Akankah ada tawa lagi
Ketika hidup seorang diri

Bilakah semua berlalu
Terlalu berat beban di bahu
Tak 'kan pernah ada yang tahu
Bila semua nya telah berlalu

Friday, March 8, 2013

BAGAI BURUNG

AKU....
BAGAI INDUK BURUNG MENCARI MAKAN UNTUK ANAK-ANAKNYA
TERBANG BEBAS MENJELAJAH CAKRAWALA LUAS
MENCARI KELIMPAHAN ATAS KARUNIANYA
DENGAN HATI LAPANG DAN TUBUH MASIH BERNAFAS

TAK ADA ARAH TUJUAN PASTI
PASRAHKAN HIDUP KEPADA ILAHI
TANPA PEKERJAAN PASTI
TAK KUTERIMA UPAH GAJI

SEPERTI YANG PERNAH ENGKAU KATAKAN
ENGKAU MEMELIHARA YANG TELAH ENGKAU CIPTAKAN
ATAS SEGALA KARUNIA YANG TELAH KAU LIMPAHKAN
KUSUSURI LIKU JALAN KEHIDUPAN

KUPANDANG LANGIT DENGAN TATAPAN NANAR
SENANDUNG HATI YANG BERSYUKUR
BUMI YANG MENJADI TUMPUAN KAKIMU
LAYAK AKU BERSUJUD DAN MENYEMBAH HANYA KEPADAMU

SEGALA HORMAT DAN TERIMAKASIH TERUCAP DALAM HATI
KUATKAN LANGKAH HIDUPKU DENGAN PASTI
JALAN TERBENTANG LUAS DARI HARI KE HARI
KUYAKIN JALANMU LAH YANG KUSUSURI


Monday, January 28, 2013

harapan


Bilakah  hari hidup ku berganti
Mengusir rasa yang sepi
Untuk hidup yang tak pasti
Kutetapkan langkah di tepi

Telah ku lihat dan ku rasa
Hidup penuh cemooh dan terhina
Walau ku tahu semua fana
Hidup dalam fatamorgana

Bilakah mentari bersinar lagi
Meneteskan segarnya embun pagi
Walau tak 'kan pernah kusesali
Langkah hidup ku yang tak pasti

KepadaMU aku berdoa
Memohon berkat dan karunia
Ku ingin hidupku bermakna
Sebelum terpisah jiwa dan raga

nasihat


Anakku yang ku sayangi
Dalam ziarah singkat di bumi fana
Belajarlah ilmu yang tak memiliki  ijasah
Tak tertera dalam nomor rekening bank simpanan

Nilai-nilai luhur  manusia bermartabat
Sabar, tabah, tawakal, welas asih
Jujur, berbakti dan hormat
Bersyukur dan berterimakasih

Berdoalah selalu kepada sang Pencipta yang pemurah
Agar hidup mu penuh anugrah
Mohonlah ampun atas dosa dan salah
Kepada NYA layak engkau bersujud dan menyembah


ANAK ku


Aku menyayangi mu dengan caraku
Maafkan bila aku marah dan menegurmu
Bukan aku tak menyayangimu
Tapi aku ingin engkau menjadi anak yang berilmu

Keluhuran budi pekerti dan tata krama
Menjaga nilai-nilai luhur manusia
Yang telah terhapus dari dunia
Hargai kehidupan dengan materi dan dusta

Junjunglah nilai-nilai luhur kehidupan
Jujur, arif bijaksana berbudi pekerti
Tak akan lekang oleh waktu
Tak tertera dalam ijazah atau nomor rekening

Anakku yang aku sayangi
Berilah keindahan pada hati
Seputih kapas sekuat karang
Jangan tergoyah oleh masa sekarang

Anakku yang ku sayangi
Bukan harta benda yang harus kau cari
Ziarah singkat di dunia fana ini
Harus di pertanggung jawabkannya nanti

TUHAN ku


Dalam keheningan kutemukan damai
Dalam kedamaian kutemukan kegelisahan
Dalam kegelisahan aku mencari DIA
Hanya kepada NYA tempatku mengadu

Dalam ketenangan kutemukan sengketa
Dalam sengketa kutahu maksud
Dalam maksud yang penuh tipu muslihat
Kuserahkan segalanya kepada NYA

Dalam kegalauan kutemukan damai
Telah kuserahkan segala yang terjadi
KepadaMU TUHAN  tempatku mengadu
Aku manusia yang tak berarti

TUHAN ku dengan kedua belah tanganku yang tak berdaya
Kuserahkan hidupku kepadaMu
Kupasrahkan jiwa dan ragaku
Karena kepadaMu aku 'kan kembali

MAKNA


Berikan pada hidup ini makna
Pada ziarah singkat di bumi fana
Jangan biarkan jiwa merana
Mengumbar nafsu di raga

Jagalah jiwa dengan akal budi
Jagalah hati dengan pintu maaf
Di kala kita tersesat sesaat
Sadarlah dan bertobat

Manusia ciptaan Nya yang mulia
Kemuliaan dalam akal budi
Menjaga jiwa dari raga
Membuat hidup bermakna


HIDUP


Kehidupan harus kita jaga
Ziarah singkat di bumi fana
Membawa raga yang 'kan musnah
Dengan jiwa yang tak 'kan mati

Jangan berikan kesenangan kepada raga yang menyiksa jiwa
Kendalikanlah segala hawa nafsu dengan segala akal budi
Berikanlah hati seputih kapas saat raga berpisah dengan jiwa
Hiduplah dengan penuh welas asih berbudi  pekerti

Tak akan ada yang luput dari pada Nya
TUHAN pencipta alam semesta
Maha segalanya,
Kita akan kembali padaNYA

Bersujud menyembah dan memuji
Atas hari-hari yang di jalani
Selama nafas berhembus dalam raga
Ucapkanlah hormat dan terimakasih

Thursday, January 24, 2013

BUNDA


Bunda, mengapa kau begitu membenci
Sosok gadis cantik yang pintar
Tak pernah membuat mu bangga
Adakah kesalahan yang terjadi

Bunda, kutanya kan  kepadamu
Mengapa aku di lahirkan
Kebenciannmu terhadap ananda
Tak pernah dapat ananda mengerti

Bunda,  maafkan ananda
Telah membenci diri dan menghancurkannya
Rasakan hidup yang tiada arti
Hati menjerit merindukan kasihmu

bunda


Bunda, kini kau telah tiada
Kebencianmu membuatku hidup sebatang kara
Tak ada sanak saudara
Kebahagian mereka  menyaksikan aku menderita

Bunda, maafkanlah ananda
Untuk kesalahan yang tak pernah dapat di mengerti
Bunda kumohonkan ampunan kepada YME
Agar kau beristirahat dalam damai

Bunda, hapuskanlah rasa benci mu
Maafkanlah segala salah dan dosa
Ampunan dosa kupanjatkan
Doa ku selalu menyertaimu

Bunda beristirahatlah dalam damai
Istirahat kekal dalam cahaya abadi
Berada di sisi Sang Pencipta
Penuh karunia Ilahi yang sejati

Kekasih Palsu


Katakan cinta tanpa nafsu
Katakan sayang setulis hati
Adakah itu pada dirimu
Kekasih sejati pujaanku

Semua tak ada pada dirimu
Kata-kata cinta penuh nafsu
Tanpa peduli akan kehidupan
Kekasih palsu “CLBK”

Aku merindukan kasih sayang
Aku merindukan peluk dan cium
Aku rindu untuk bermanja
Sayang cinta palsu mu, menghapus semuanya

Tak ada lagi rasa rindu
Tak ingin tersentuh lagi
Rasa benci yang tumbuh subur
Tak ku inginkan dirimu lagi

banjir


Air tercurah deras dari langit
Gemuruh awan, bercahaya kilat
Ranting palem terhempas angin barat
Sampahpun ikut terhanyut

Muara sungai tertutup sampah
Rawa hilang teronggok sampah
Seluruh tempat penuh sampah
Menyengatkan bau dan sumpah serapah

Air deras tak tertahankan
Daratan telah penuh hutan beton
Tak ada lagi akar yang menahan
Air memenuhi darat dengan perlahan

Rumah telah penuh dengan air
Rumah tenggelam oleh banjir
Adakah ingatan untuk sadar
Sampah sumber banjir

Saturday, January 5, 2013

SIA-SIA

Tak ada arti, tak ada makna
Sia - sia dan hampa
Merengkuh angin
Menyusuri jalan

Kobarkan hidup dalam nafsu
Raga tertiup bagai debu
Jiwa  berlumur noda
Mengembara di tapal batas

Putihkan hati, sucikan jiwa
Kendalikan raga yang fana
Yang 'kan hancur dalam usia
Menemani jiwa  ziarah di dunia fana