Thursday, November 17, 2016

banjir aneh

kota Garut banjir, terasa aneh
Bandung banjir lebih aneh
mengapa alam begitu marah
begitu banyak air tercurah

sabda alam penuh amarah
telah hilang indah dan ramah
oleh sifat manusia yang serakah
yang selalu ingin tambah

langit berkilat di iringi gemuruh
kota penuh air kotor dan keruh
sabda alam yang sedang bersedih
manusia telah berubah polah dan tingkah

mencari ladang korupsi untuk serakah
atas doa manusia tak berdaya dan pasrah
yang memohon keadilan dan berkah
sudahlah terjawab sudah, terimakasih





sabda alam

super moon tersenyum di tengah bulan November
angin berkejaran  di langit membuat bumi bergertar
gempa menguncang Cilacap dan Malang dalam skala ritchter
kota dan desa di meriahkan banjir dan banjir

senandung suara alam dalam bergelombang
menerjang Bangka-Belitung dengan puting beliung
porak poranda rumah tempat berlindung
alam menyapa membuat negri ini berkabung

matahari mungkin sedang bingung
bulan tersenyum melihat matahari merenung
air laut di hempas jadikan gelombang pasang
porak poranda pantai di terjang

Jakarta  tersenyum terbebas banjir
Bandung, Aceh dan kota lain di landa banjir
jalan raya penuh dengan air yang mengalir
saksikan sabda alam yang marah berdesir 

DOA MAMA

Ma berdoa  untuk diri ma sendiri semoga  "esok lebih baik", dengan kata kunci sabar, sabar dan sabar


Ma berdoa untuk anak-anak memohon agar
  

DITANGTAYUNGAN  KU GUSTI NU DI LUHUNG 
DAN
SAKABEH KARUHUN NU AYA DI KARATON NAGARA GOIB TATAR SUNDA,
SELALU SEHAT SEJAHTERA SEKARANG DAN SELAMANYA.
Ma mencintai kalian semua,


Saturday, November 12, 2016

JATIDIRI BANGSA

JATIDIRI bangsa Indonesia harus kembali
bangga akan kultur budaya warisan leluhur
yang sempat terkubur oleh penjajah
menjauhkan bangsa Indonesia  dalam  Panca Sila SAKTI

pemograman mental berabad-abad telah berhasil
merampas jiwa rakyat bangsa Indonesia
menjadi mesin pembunuh  antar saudara
bangun dan cepatlah tersadar

bila jatidiri bangsa Indonesia telah kembali
seluruh rakyat bergandeng tangan
pasti mampu membungkam tirani dunia
jalankan peran memimpin kedamaian dunia

jatidiri bangsa harus cepat kembali
bangsa ini sudah hilang jiwa
kembali kepangkuan bumi
dimana tempat darah tercurah

hilang jiwa

rakyat telah hilang jiwa
karena terlepas dari JATIDIRI bangsa
yang di tanam paksa oleh penjajah
berabad-abad berusaha memecah belah

Indonesia belum merdeka sampai saat ini
penjajah telah berhasil menjajah mental
menghapus kultur budaya asli bangsa Indonesia
menjadikan bangsa yang tak sadarkan diri

sadar dan merenunglah
jadilah bangsa yang merdeka secara hakiki
ibu bumi telah memanggil
untuk kembali kepangkuannya

dunia ilusi telah membius bangsa
ajaran"taat", "patuh" dan tanpa pamrih
hilangnya harkat ke manusiaan
menjadi "budak" ambisi global(RORO)

merenung

sadar dan merenunglah sejenak, atas apa yang telah dilakukan
maju bersama komunitas, apakah yang engkau cari
dalam ajara konspirasi, pemograman mental penjajah
yang ingin manusia nusantara silih baku hantam

sadarkah, pemimpin komunitasmu adalah manusia biasa
yang berusaha mencari sesuap nasi dalam piring emas
yang rela membiarkan engkau berlelah-lelah
dengan imbalan sedikit rupiah, hanya sedikit remah-remah

merenunglah sejenak, manusia tak ada yang sempurna
ajaran warisan leluhur kultur budaya asli Indonesia
tindakan tak terpuji pasti tak akan dilakukan
karena kesalahan yang di buat manusia adalah wajar

silih asah, mengingatkan itu yang baik
orasi kebun binatang hanya menuai prahara'
bukan karakter asli bangsa Indonesia
silih asih silih asah silih asuh jiwa SUNda nusantaRA

zombie

ulah segelintir pemicu ricuh
berharap sentilan nya membakar
nafsu amarah angkara murka
yang tak jelas maksud dan tujuan

sadar diri dan merenunglah sejenak
siapakah yang sebenarnya kau bela
pemimpin agama yang terdekat denganmu
yang telah memperalat dirimu

engkau  telah terjajah
oleh pemograman ajaran
yang menjual kengerian api neraka
dan menjual keindahan surga

apakah engkau tahu yang sebenar nya
engkau telah di buat menjadi zombi
pemograman mental dalam doktrin
menjadikan engkau budak yang patuh taat tanpa pamrih

cuaca

banjir di sana, banjir di sini
semua kota banjir oleh curah hujan
bencana alam mengintai
tapi sayang itu semua adalah buatan

manusia telah merasa pandai
mempermainkan alam demi tujuan
memporak porandakan negri yang permai
karena gila akan kekuasaan

keangkuhan berkobar, merasa pandai
cuaca di kendalikan, di pemainkan
merasa diri adalah sang ilahi
alam akan membalas dan melawan

keserakahan  dan kekejaman tirani
tak ingin menyisakan apapun
mungkinkah kalian berpikir kami tak berani
kekuatan doa kami akan menghancurkan



Friday, November 4, 2016

demo damai

demo damai bersih terkendali
beraspirasi  memuaskan hati
di tengah demo rakyat bebas berorasi
tercipta indah nya demokrasi

kesadaran rakyat yang tinggi
dapat menilai ajakan konspirasi
yang hanya menguntungkan di satu sisi
demi cita-cita yang penuh ambisi

mengerahkan massa  dalam demo damai
jangan sampai di tunggangi ambisi
terselubung  dalam aspirasi yang murni
kekuatan massa memicu emosi

sadar akan nilai NKRI harga mati
bukan untuk  membela kepentingan pribadi
menyampaikan aspirasi dengan cerdik dan pandai
jalan tak mulus menyiasati konpirasi 

NKRI harga mati

demo putih potret demokrasi damai
demo bersih kekuatan rakyat  beraspirasi
demi membela iman yang dihayati
kekuatan spiritual dalam kendali

penuh kesadaran diri beraspirasi
membuka mata dunia, menjadi sensasi
telah mencoba untuk sebuah konspirasi
membuka mata dunia untuk di cermati

NKRI harga mati dan pasti
kekuatan rakyat yang akan membela mati
demi keutuhan  Indonesia sejati
negri kaya, indah permai yang di cintai

bila semua turut menyadari
Bhineka Tunggal Ika dijunjung tinggi
Dengan Pancasila dasar keadilan negri
Maju  JAYA Indonesia SAKTI

jangan

lihatlah pelupuk mata ini
tak akan kubiarkan airmata terjatuh
karena aku tahu pasti
hasut dan hianat telah kau terima

jangan, jangan menegurku dan memarahiku
aku tidak akan menangis, aku tidak akan sakit hati
lautan maaf tersedia untuk anak-anakku
rasa sayang yang tiada batas

lihatlah pelupuk mata ini
tidak akan ada air mata menetes
kasih sayang untuk  anak-anakku
tak akan pernah aku lepaskan

lihatlah pelupuk mata ini, menatap tajam
aku berjalan keluar rumah, karena aku sadar diri
aku bukan ibu yang selalu ada di rumah
aku membanting tulang untuk hidup keluargaku

ibumu

aku ibumu, yang telah melahirkanmu
yang rela meneteskan darah dan keringat
yang menyediakan lautan maaf
yang  memberi doa tak berujung

karena aku ibumu yang menyayangimu
dengan segenap jiwa dan ragaku
yang akan kubela  sampai nafas terakhirku
yang  siap menghadang semua tantangan

aku ibumu, berjuang di seumur hidupku
demi menata segala kebutuhan hidupmu
walau  belum berhasil meraih dunia
engkau tetap anak-anak yang akan aku bela

aku ibunu yang siap bertarung
untuk apapun demi  kehidupamu
walau nyawa ini harus kukorbankan
aku rela demi hidup anak-anakku


aku sayang anakku

aku bukan seorang ibu yang selalu menimangmu
yang merawat dan mengajakmu bermain
suster dan pembantu yang mengasuh dan menjagamu
tapi bukan berarti aku tak menyayangimu

aku bukan seorang ibu yang menemanimu belajar
yang menghabiskan waktu sepanjang hari
untuk mengasuhmu dan membimbingmu
aku seorang ibu yang harus mencari nafkah

jangan menuduhku tak menyayangimu
jangan menuduhku tak mengasuhmu
jangan menuduhku tak merawatmu
jangan menuduhku tak menemanimu

aku menyayangimu dengan caraku
yang mungkin tak pernah dapat engkau terima
saat aku harus berjuang mencari nafkah
macet di jalan, jadi kacung di kantor, hanya demi uang

panti jompo

menjadi tua, semakin tua dan tak berdaya
tak dapat lagi bekarya dan mencari
tapi harus tetap menjadi berarti
walau panti jompo alasan pasti

satu perasaan yang tak pernah lepas dari orang tua
rasa khawatir  dan sedih melihat anak-anaknya
tak pernah lepas dari pikiran orang tua
walau hanya dapat melihat dan menutup  mulut

menjadi orang tua bertambah cerewet
anak-anak tak suka mendengarnya
biarlah kututup mulut ini dan berjalan
panti jompo tujuan terminal terakhir

tempat di mana pasti tak ada yang ingin mendengar
tempat pasti di mana dapat duduk sendiri dan tersenyum
saat angan di masa muda terlintas
indahnya perjuangan hidup, menata kehidupan 

terjatuh

pasrah atas suratan nasib dan takdir
hidup serasa di dalam kincir
bangun, terjatuh dan bangun lagi
entahlah sampai berapa kali

terjatuh, sakit meringis tak dapat menangis
terlalu banyak penderitaan hidup yang di alami
tak mengerti apa yang sedang terjadi
rasa bahagia selalu cepat terengut

terjatuh dan tak boleh terlentang
harus cepat bangun dan berlari
karena aku tahu dengan pasti
anak-anak di rumah pasti menanti

tak pernah merasakan letih dan lelah
berjuang demi hidup  dan tanggung jawab
membiayai hidup dan pendidikan
yang tak pernah dapat di tunda

panti jompo

panti jompo adalah surga bagiku
tempat aku dapat  tersenyum
tempat aku merasa lega
tak mendengar teguran dan amarah

aku tahu dan tak pernah menyesal
karena aku tak pernah menjadi ibu
aku hanya wanita pekerja yang berkarir
menopang segala kebutuhan rumah tangga

panti jompo adalah terminal terakhirku
tempat aku menyadari salah dan bangga
membiarkan anak di urus suster dan pembantu
panti jompo lah tempat yang tepat

di saat telah menjadi tua renta tak bertenaga
duduk sendiri tersenyum  mengenang
membanting tulang siang dan malam
demi memberi bekal hidup anak-anak

panti jompo

biarlah panti jompo menjadi tempatku
karena aku tak pernah menjadi ibu
tak pernah menjaga mu dan mengasuhmu
hanya suster dan di temani pembantu

sekarang engkau telah dewasa dan ber keluarga
ku doakan kau bahagia dan sejahtera
antarkanlah aku ke panti jompo
tempat yang layak untuk menunggu panggilan

aku tahu kebencianmu melihatku
saat aku tua renta dan tak berdaya
tak akan pernah ada bangga
karena tak dapat kutinggalkan kekayaan

biarkan lah aku di panti jompo
tempat di mana aku tidak menangis
tempat aku merasa bangga diri
telah berjuang di seumur hidupku


panti jompoa

aku yang tua  dan sudah tiada guna
tenagapun sudah tak ada lagi
lagi pula engkau sudah beristri
doaku agar kau bahagia dan sejahtera

aku orang tua yang memang tiada guna
di usia muda ku aku sibuk mencari
biarlah  sekarang aku merasa rugi
dan tak layak tinggal bersamamu

masa kecil mu bersama suster dan pembantu
kuhabiskan waktu muda ku untuk berkarir
pergi di pagi hari saat kau masih tertidur
pulang di malam hari saat kau tertidur

aku bukan orang tua yang layak  kau urus
karena aku tak pernah menjadi ibu
tak pernah menemanimu belajar dan bermain
waktu yang ada hanya Sabtu dan Minggu

antarkan aku ke panti jompo
biarlah aku bercengkrama dengan sesama
aku sadar atas semua yang terjadi
walau aku di panti jompo, janganlah berkecil hati


Monday, October 31, 2016

bencana

bermain dengan nasib dan takdir dunia
wajah cantik menarik,  pintar dan kaya
karunia Ilahi yang sempurna
penuh dengan cerita malapetaka

tak ada teman wanita yang suka padanya
persaingan yang tidak adil
tak ada teman pria yang suka padanya
persaingan yang tidal adil

cantik, menarik  pintar dan kaya
ternyata membawa malapetaka
hidup di dunia yang penuh tipu daya
jatuh terperangkap tak berdaya

anugrah bersatu dalam bencana
tak seharusnya diri ini menyesal
ukuran kuatnya seorang manusia
membuat hati ini sangat kesal



Sunday, October 30, 2016

takdir

cerita kehidupann akan berakhir
ziarah  dunia fana yang hanya sebentar
kemarin adalah hari terakhir
dimana kita tak sempar berpikir

penyesalan adalah tiada guna
selama masih ada nafas dalam raga
biarlah kita selalu terjaga
untuk membayar hidup yang ber harga

jalankan hidup yang sudah menjadi takdir
agar tak menyesal di saat akhir
bila segalanya telah berakhir
raga meghembuskan nafas terakhir

selama nafas masih ada dalam raga
perjuangan hidup harus di bela
dengan segala daya dan upaya
demi kehidupan bagi sesama




akhir

untuk setiap tetes  keringat di bawah matahari
untuk setiap tetes darah yang terpakai
untuk setiap tetes air mata yang mengalir
semuanya akan terhitung di akhir

tak ada kata memperdaya sesama
segala perbuatan amal dan dosa
diperhitungkan dalam takdir
dalam ziarah fana kita hadir

keserakahan membuat lupa diri
bahwa semuanya akan di adili
cepatlah diri ini tersadar
utntuk pengadilan yang benar

dikala nafas tak ada lagi dalam raga
pergi meninggalkan dunia fana
itulah saat hidup berakhir
menanti pengadilan terakhir


berjuang

hati yang hancur dan berkabung
tak akan kubiarkan duka menyelubung
tak akan kubiarkan duka menjadi penghalang
ku angkat semangat hidup membumbung

di bawah matahari aku berlindung
dengan cita-cita setinggi gunung
sebatang kara dan harus menjadi pemenang
untuk setiap pertarungan yang menantang

pedang terhunus siap berperang
dengan keyakinan untuk menang
menantang,   menerjang semua yang menghadang
bermain di atas badai yang datang

hidup terlalu pahit untuk di kenang
berjuang untuk jadi pemenang
menghadapi semua yang menantang
sebatang kara bukanlah penghalang


berani

hidup terlunta sebatangg kara
jangan hanyut, simpanlah semua duka
disaat terhempas dan terbuang
jangan biarkan duka menjadi penghalang

sebatang kara dan gagah perkasa
luaskan hati seluas jagat raya
di bawah matahari tempat berlindung
dalam sejuknya alam tempat bernaung

kekuatan hati seluas alam semesta
jangan hanyut oleh  duka nestapa
berdiri  kokoh bagai batu karang
menghadapi semua gelombang

hilangkan semua rasa tak berdaya
raihlah kemenangan yang jaya
berani menantang dan menghadang
semua kenyataan yang datang

sebatang kara

terhempas dan terampas, hilang sudah segalanya
terusir dan terbuang dari hangat nya keluarga
tak akan kubiarkan hidup hanyut dalam duka
walau semuanya telah porak poranda

disapu badai kehidupan yang menerpa
diri telah menjadi  sebatang kara
tapi selama nafas masih ada dalam raga
tetap akan ku jalankan sebuah cerita

hanya baju di badan yang tersisa
hati yang hancur berselimut duka
tersimpan di relung hati yang luka
semangat hidup tetap  kubawa

duka akan berakhr gembira
menghadapi semua yang ada
melihat dan merasakan semuanya nyata
bebas merdeka sebatang kara




menantang

tak ada lagi  kehangatan keluarga
terbuang, terusir dan merana
tak ada lagi rumah tempat berlindung
terpedaya dan semuanya telah hilang

tertatih sedih sebatang kara
wajah tertunduk lesu tak berdaya
tak ada lagi tempat berlindung
tak tahu di mana dan ke mana dapat bernaung

kehangatan keluarga terengut semua
membuat diri terlunta tak berdaya
tapi badai harus di terjang
menghadapi kehidupan yang bergelobang

hujan menhapus  air mata
angin membawa pergi duka
bangkit berdiri bagai batu karang
menghadang menantang gelombang yang datang

Friday, October 28, 2016

di bawah matahari

Kerja bakti dapat d konversi dengan uang
Tenaga  sebagai nilai mata uang
Waktu adalah mata uang
Bila sangat sibuk, kerja bakti dapat  di uangkan

Nilai kemanusiaan sudah hilang karena uang
Uang menghilangkan harkat manusia
Kaya karena memiliki banyak uang
Miskin karena tak punya uang

Bukan karena uang manusia hidup
Manusia hidup karena kebersamaan dengan sesama
Hidup dalam kultur budaya manusia
Di mana bumi di pijak di situ langit di junjung

Di bawah matahari ada ke hangatan
Bersama-sama di bawah matahari pasti menyenangkan
Di bawah matahari ada kehidupan
Jadikanlah hidup lebih bermakna

Gotong Royong

Gotong royong, masih adakah
Kata yang sudah jarang terdengar
Gotong royong  yang terlintas adalah kerja bakti
Kerja bakti membersihkan lingkungan

Gotong royong tidak sama dengan kerja bakti
Kerja bakti hanya salah satu bentuk gotong royong
Gotong royong lebih dari sekedar kerja bakti
Gotong royong adalah rasa kemanusiaan

Dalam gotong royong ada kepedulian terhadap sesama
Dalam gotong royong ada perasaan senasib sepenanggungan
Dalam gotong royong ada hati yang tulus iklas
Dalam gotong royong ada rasa kebersamaan

Gotong royong menjadikan hidup lebih bermakna
Gotong royong  membangun  kemajuan bersama
Gotong royong menjaga kesenjangan sosial
Gotong royong ayo kita kembali  gotong royong

Wednesday, October 26, 2016

sehat karena miskin

lumrahnya jaman dahulu
bila kita merasa sakit
kita pergi ke dokter

lumrahnya jaman sekarang
dokter jadi sales obat
dokter jadi sales rumah sakit

jadi kalau sakit bagaimana?
orang kaya atau orang miskin?
dokter itu milik orang kaya

yang sanggup menebus obat
yang sanggup membayar rumah sakit
dan yang punya asuransi kesehatan

jadi kalau miskin?
lebih baik jangan sakit
atau pergi ke dukun kampung.

bukankah kamu orang rmiskin?
jarang makan, makanan berlemak,?
berarti kamu sehat karena miskin

bukankah kamu orang miskin?
yang tidak sanggup membayar makanan cepat saji
yang tidak punya uang membeli makanan olahan

yaaa, kamu sehat karena miskin
untuk dapat makan kamu harus berkeringat
berarti kamu sehat  karena kamu miskin







profesi baju putih

banyak profesi yang telah termanipulasi
hancur karena keserakahan dan korupsi
banyak baju putih yang harus segera di ganti
karena telah menodai nilai sakral warna putih

mengapa merendahkan diri menjadi sales
hanya karena imbalan yang sangat fantastis
menjadi agen pemakaian alat  mahal
merampok penderita dengan secarik kertas

profesi baju putih yang telah lupa diri
bukankah engkaupun manusia
yang pasti akan menderita akibat perbuatanmu
seperti orang yang pernah kau rampok

tak layak lagi kau gunakan warna putih
untuk hati yang hitam  kejam serupa iblis
profesi yang telah menodai nilai sakral warna putih
binatang hidup jauh lebih mulia dari profesimu!

gerombolan

Manipulasi hubungan sesama manusia
Mencari pembenaran "faham" segelintir  manusia
Komunitas tak ubahnya gerombolan
Disepuh cantik agar menarik dan  menjadi profesi

Banyak  tipu daya dalam keindahan semu
Berdandan rapi mencirikan profesi
Hati buas terselubung dalam pakaian indah
Serigala berbulu domba, manusia berhati binatang

Dalam indahnya pakaian karena uang
Uang akan menjadi tujuan utamanya
Agar dapat berganti pakaian
Berakhir pada hidup untuk uang

Lupa diri pada kodrati sebagai manusia
Dalam gaya nya pakaian profesi
Telah hilang hai nurani yang suci
Hidup telah di manipulasi pakaian luar


komunitas

Mata tajam memandang bidang layar
Ha ha ha.... lucu,  tertawa sendiri
Hu hu hu.... terharu menangis sendiri
Angan dan jiwa melayang dalam kendali monitor

Apa yang kau tertawakan? Musuhmu kah? Apa yang lucu?
Siapa yang kau tangisi? Saudara kah, atau kekasih kah?
Seandainya saja masih ada sisa kesadaran diri
Layar yang di pandang telah menjadi kendali

Hidup ini nyata dan harus dibayar
Alam pun hidup dan butuh dicintai
Jangan biarkan alam menjadi sepi
Pada akhirnya alam yang mengejar

Dunia luas dengan segala kekayaan karakter
Menyempitkan diri dalam komunitas gengsi
Membebaskan diri dalam komunitas dan lupa diri
Manipulasi harkat pengakuan "benar"

Manusia ilusi

Sejati sebagai manusia telah hilang
Berlindung di balik hutan beton merasa puas
Tak dapa lagi membedakan manusia dan bintang
Telah banyak wujud manusia berhati buas

Atau mungkin hati nya sudah hilang
Mengapa hati manusia membeku begitu keras
Otak dan pikirannya jauh  tinggi melayang
Berkelana keliling dunia tanpa batas

Sebidang  kecil  layar monitor yang  di pandang
Membawa angan menuju cakrawala luas
Sentuhan kasih  alam nyata sudah hilang
Tengelam dalam dunia maya tanpa batas

Hidup dalam angan yang terbayang
Hanyut dalam dunia ilusi, fantasi yang fantastis
Pikiran dan perasaan yang nyata telah hilang
Di depan layat tertawa terbahak dan menangis

Hangatnya cahaya matahari di pagi yang menjelang
Menghirup udara bebas  serasa dramatis
Menarik nafas panjang mengelembung
Menyadari rasa syukur masih bernafas

air ke kota

Lihatlah hutan beton dan jalan  aspal dan cor.
Gedung-gedung tumbuh dengan subur
Berdesakan di lahan sempit pusat kota
Itulah modernisasi ibukota negara

Tanaman di tata rapi  untuk bekerja keras
Tanpa pernah istirahat barang sekejap
Akar menahan air, daun terus bernafas
Memberi  kesejukan  dalam pengap

Bataran kali menyempit dan sudah  mulai bersih
Air sudah dapat mengalir melalui sungai
Tapi rasa nya tak cukup luas  dan dalam
Atau air yang ingin sejenak menikmati kota

Menemani  warga kota yang sudah lupa
Atau ingin bertemu dengan sahabatnya yang sedang sakit
Yang ada di parit kecil bewarna hitam yang bau
Dan mengajak temannya untuk pulang yuk?? 

air ke kota

foto http://www.mynewshub.cc




perahu cinta


tak ada lagi


putus asa


sepi


doa


doa


bangun



ceria


pantai asmara


rindu


Tuesday, October 25, 2016

matahari

anakku berjalan dan berlarilah di bawah matahari
duduk  bermain bermandikan hangatnya  matahari
segala kebaikan ada di bawah sinar matahari
di saat matahari tersenyum  di pagi hari

dengarlah burung riang  bernyanyi
kupu-kupu asyik bercengkrama
diiringi gemulai daun cemara
menambah indahya pagi berseri

sepanjang hari di bawah terik matahari
segalanya  indah elok berseri
yang menari indah menyambut matahari
dalam bias cahaya terang matahari

tapak kaki kecilmu menjejak bumi
kubiarkan dirimu bercengkama
dialam bebas luas nya semesta
kuajarkan bumi ini bagian dari diri

anakku

pergilah ke dunia luas anakku sayang
jelanglah masa depan mu yang panjang
jelajahi alam luas bertualang
syukuri indahnya ciptaaan sang Agung

desa kota dan di balik gunung
banyak makna yang terkandung
dalam cakrawala luas membentang
pandanglah jauhnya bintang

kasihku untukmu seluas lautan membentang
sayangku tak terbatas cakrawala, bersinar bagai bintang
doaku bergulung bagai gelombang
tak ada yang dapat hentikan rasa sayang

untukmu anak yang selalu kusayang
demi hidupmu aku berjuang
menghadang badai menerjang gelombang
melawan semua tantangan yang menghadang

lingkaran hidup

mencapai pendidikan formal tinggi
dengan biaya yang pasti tinggi
disiasati dalam topeng  investasi
berlomba mengejar prestasi

sampai tiba saat nya pada sensasi
selembar kertas bernilai tinggi
tak ada waktu untuk menikmati diri
di simpan sebentar tak akan laku lagi

kembali berlomba menjaga gengsi
bekerja mencoba hidup mandiri
terjebak alam sesatnya arus ekonomi
meminjam uang bank dengan bunga pasti

membuat lingkaran hidup dengan teliti
sampai tiba saat nya pensiun nanti
waktu yang berlalu tak akan kembali
yang ada hanyalah menunggu mati


topeng

gotong royong adalah wujud trimulia
silih asah, silih asuh, silih asih sesama manusia
nilai luhur kehidupan budaya manusia
dengan hati bersih bekerja bersama

menjadi unggul tak perlu kompetisi
pasti tak akan ada korupsi atau manipulsi
apalagi membentuk tim keji
menghancurkan sesama dengan konspirasi

pendidikan tinggi tidak membentuk manusia
pendidikan hanyalah topeng dan hiasan belaka
untuk hidup dalam mulut serigala
masuk dalam lingkaran hidup ajaran manusia

merasa pandai  dapat hidup sendiri
mencari uang dan hilangnya nurani
karena kesadaran diri telah tersembunyi
dibalik topeng globalisasi dan modernisasi

uang

di mana bumi di pijak di situ langit di junjung
manusia dengan ilmu nya telah merasa luhung
telah lupa ilmu gotong royong
dimana rasa keadilan dapat di boyong

waktu adalah uang dan uang
manusia menjadi serakah karena uang
gadaikan bumi karena uang
celah peluang di jadikannya uang

kata jujur telah lama hilang
menipu adalah peluang
berhasil karena banyak uang
apakah mereka akan makan uang

saat bumi marah dan ingin membuang
di tumpahkannya air menerjang
dijilatnya hutan dengan api membumbung
semuanya jadi percuma dan terbuang

di tumpuknya uang setinggi gunung
di tumpahkannya segala racun  terselubung
pupuk, pestisida dalam takaran untung
bila tak ada yang di panen baru lah bingung





Sunday, October 23, 2016

teman sejati

ketika harus hidup sendiri
hati menangis merasa tak berani
keadaan memaksa diri
melangkah hidup seorang diri

penuh tantangan  siap di hadapi
rasa takut hilang sendiri
sampai tak sadar kemana di pergi
ternyata rasa takut tak berbeda dengan berani

membayangkan rasa takut tersenyum sendiri
karena semuanya harus dihadapi
tak sempat lagi berpikit takut atau berani
karena hidup harus dijalani

tak ada lagi rasa sepi sendiri
diri sendiri adalah teman sejati
yang tak akan pernah menghianati
dan tak akan pernah berubah sampai mati