Tuesday, September 24, 2013

tangis

airmata deras mengalir
bagai mata air yang tak pernah kering
gelombang derita datang menghadang
pasrah jalani hidup yang hancur

berteman air mata yang sealu setia
menemani menapaki hidup tak pasti
hadapi derita datang silih berganti
hati yang pedih, perih terasa

tangis airmata darah
tercurah dengan deras
tak sanggup menanggung derita
badai kehidupan terlalukuat menerpa

tertatih di jalan sepi sendiri dan duka
terhuyung menata puing hidup
membalut hati yang terluka
hidup yang mulai redup


No comments:

Post a Comment