Saturday, December 3, 2016

lupa

mengapa angin bertiup  kencang penuh benci
kemarahan kepada manusia yang tak sadar diri
yang telah lupa akan hidup dalam harmoni
dengan serakah alam terus di exploitasi

angin berhembus kencang menuju pantai
menerjang pantai yang  luluh lantak oleh tsunami
kemarahan alam yang penuh benci
karena sekarang manusia hidup dalam ilusi

senandung harmoni alam tak dinikmati
manusia menjalankan kehidupan ilusi
manusia telah lupa akan jati diri
akan harkat manusia hidup di bumi

manusia hidup mencari, menembus  ilusi
hidup dalam fata morgana seakan pasti
lupa akan kekayaan yang hakiki
lupa akan tanggung jawabnya nanti

No comments:

Post a Comment