Sunday, August 20, 2023
Harapan Terakhir
Tuesday, April 25, 2023
sujud
Tuesday, August 3, 2021
jangan terlambat
jangan terlambat, waktu berlari begitu cepat
keadaan telah sangat mencuat
penuh derita oleh bencana yanng tak kasat
tak seorangpun yang dapat lari melesat
jangan terlambat,semua harus bergerak cepat
dalam bayangan yang berkelebat
diiring dengan bencana yang dahsyat
tak seorang pun mampu berkelit
hukum pasti telah datang bagai kilat
alam semesta, membenci maksiat
menyapu bersih penghianat
mati tenggelam dan terseret
jangan terlambat, cepatlah bertobat
tiada ampun bagi sang Ratu Adil mengadili jagat
pembersihan bumi oleh sapu jagat
jangan berharap lolos dalam keadilan jagat
Saturday, July 31, 2021
LARON
Laron hanya serangga kecil tak berarti
hidup bergerilya sampai mati
hingga tak seorangpun tahu di mana engkau menanti
engkau tak tampak di siang hari
laron serangga kecil tak berarti
di siang hari engkau tak menampakan diri
hidup bersembunyi di siang hari
bergerak tanpa ada yang mengetahui
hari-hari berjalan dalam terang nya mentari
berjuang dan bertekad sampai mati
walau engkau tahu pasti
cahaya terang akan membuat mu mati
ketika malam kelam menjelang
tampak setitik cahaya penerang
engkau datang menyerang
sayapmu hancur gugur bagai pejuang
laron engkau pemilik sifat pejuang sejati
laron engkau tahu tujuan hidup pasti
walau akan mati saat menghampiri cahaya
laron siap mati dalam terang
Salam,
Tunai sudah tugasku
Saturday, May 29, 2021
hidup yang membosankan
kumiliki hari-hari membosankan
hidup tiada arti nya lagi
hari-hari berlalu sangat lambat
hanya menambah kebosanan
kumiliki hari-hari membosankan
menanti hari akhir ziarah fana
tak ada yang dapat kulakukan
manusia tak berdaya berencana
kumiliki hari-hari membosankan
Walau matahari tersenyum
walau bulan tertawa
walau bintang indah bercengkrama
kumiliki hari-hari membosankan
ingin kututup mata ini
ingin kututup telinga ini
dunia ini terlalu menyedihkan
kumiliki hari-hari membosankan
damai sejahtera telah pergi dari bumi ini
bencana sedih dan sengsara
semua mahluk menangis, oleh ganas nya manusia
Sunday, May 2, 2021
mewangi
di bawah pohon cempaka, tangis berderai
airmata membasahi pelupuk mata
hati yang luka bagai tertusuk duri
airmata mengalir jatuh membasuh luka
dibawah pohon cempaka, semerbak mewangi
begitu kuat dan tabah pohon cempaka
bungamu tetap menebarkan wangi
di saat ranting di tebas, getah mengalir bagai airmata
walau hati sering terluka dan air mata berderai
aku akan menjadi seperti dirimu wahai pohon cempaka
biarlah rasa asih terus mengalir di dalam diri
rasa asih menjadi pembalut luka
memaafkan, pembersih hati
jauhkan rasa sakit hati ataupun perasaan yang terluka
bagai bunga cempaka yang mewangikan bumi
tebarkanlah kebaikan di dalam diri untuk sesama
Wednesday, February 24, 2021
ibu
hati terluka saat terlempar di jalanan
hati terluka penuh dengan lautan maaf
hati tergores dengan air mata darah
tangan keriput ini sanggup merengkuh
di saat sang anak akan tenggelam
tangan keriput ini sanggup mendekap
di saat sang anak menggigil kedinginan
tangan keriput ini terlalu kuat
untuk melindungi anaknya
hati tua ini terlalu kuat
memberi lautan maaf untuk sang anak
prihatin
Gempita perayaan kemerdekaan nyaris hilang
Bumi nusantara basah oleh darah tercecer
Karena kuasa dan ambisi nyawa melayang
Berikan sejahtera untuk rakyat nusantara
Rakyat tak dapat menghadapi senjata
Kekuasaan dan ambisi pada rakyat tak berdaya
Panaskan bumi nusantara
Rakyat di bumi pertiwi berhak untuk hidup
Tak layak berkorban untuk kuasa dan ambisi
Keserakahan membuat nurani tertutup
Ingatkah pada waktunya nanti
Bumi pertiwi berairmatakan darah
Oleh hilangnya adil dan bijaksana
Rakus dan serakah
Lupa bila semua ini fana
anakku
terimakasih dan hormat yang sebesar-besarnya kepada anakku
tak banyak waktu tercurah untukmu
banyak hari berlalu tanpa mendampingi
terimakasih dan hormat yang sebesar-besarnya kepada anakku
yang telah mengerti jalan hidup yang harus kujalani
berjuang mencari rezeki demi mempertahankan hidup
waktu tersita dijalanan yang sesak dan pengap
terimakasih dan hormat yang sebesar-besarnya kepada anakku
kutuntun di jalan yang penuh kerikil
tercurah air mata darah bercampur keringat
berjuang demi nafas yang masih terengah
terimakasih dan hormat yang sebesar-besarnya kepada anakku
hiduplah dengan pedang kejujuran untuk keberanian
berani hidup mandiri dan berjuanglah, dan waspada selalu
dengan pesan PEDANG TERHUNUS PANTAN DISARUNGKAN
WAKTU
kepada sang penguasa waktu
ziarah singkat untuk waktu tertentu
manusia dalam kendali waktu
kejayaan manusia lenyap dimakan waktu
harubiru manusia lenyap dimakan waktu
cerita berganti dari waktu kewaktu
manusia terjebak dalam dimensi ruang bentuk dan waktu
angan dan hayalan menembus dimensi waktu
kenangan adalah kembalinya waktu yang berlalu
mimpi menembus dimensi tak berbatas waktu
manusia memiliki kemampuan tak berbatas waktu
manusia dapat mengalahkan penguasa waktu
bermain dan becanda diluar batas waktu
bermain dan becanda diluar batas waktu
dalam angan hayalan dan mimpi tak berbatas waktu
menembus cakrawala tak berbatas waktu
waktu berlalu meninggalkan masa lalu
masalalu akan lenyap ditelan waktu
tinggalkan kenangan untuk waktu yang berlalu
pasrah
kehidupan di bumi yang aku benci
mencari rahasia ilahi yang penuh misteri
tak akan terbongkar sampai manusia mati
manusia berjalan dibumi dengan kehidupan tak pasti
pilihan tersedia adalah kunci
dikuasai sang penguasa waktu yang tak akan pernah kembali
jalankan hidup tanpa ada yang perlu disesali
manusia datang kebumi terlahir kembali
untuk tunaikan tugas yang belum usai
kehidupan manusia yang tak dapat dimengerti
perjalanan dalam rahasia ilahi yang penuh misteri
kelambu hidup baai halimun dipagi hari
akan lenyap saat tersenyumnya matahari
jalan hidup pasrah kepada ilahi
mencari jalan kemenangan yang harus di titi
waktu
waktu menyiratkan kekuasaan
waktu telah bercerita
waktu telah memberi makna
waktu telah memberi cerita
tentang kemarin, hari ini dan besok
waktu menguasai manusia
haru biru manusia lenyap dimakan waktu
kejayaan manusia lenyap dimakan waktu
waktu merayap perlahan
waktu menghilangkan kesadaran
banyal waktu yang berlalu sia-sia
pasrah
untuk hati yang letih kupejamkan mata ini
ziarah singkat dibumi fana yang kubenci
menjalankan misteri waktu yang dinanti
untuk hati yang letih kupejamkan mata ini
menembus alam semesta meninggalkan bumi
meraih hati tentram dan damai
bercengkrama di alam dingin dan sunyi
untuk waktu yang telah menyambut pagi hari
tanpa semangat menyambut senyum mentari
waktu terasa berat melangkahkan kaki
tatih tapak kaki menyusuri bumi
untuk hati yang letih diambang nista
disaat tak ada lagi tempat bertanya
rambut memutih termakan usia
telah banyak hari berlalu
ayah ibu
menghaturkan hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya
penuh rasa bangga membawa aliran darahmu
ayah ibu berbanggalah
menghaturkan hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada ayah ibu yang telah menjadi orangtua di bumi ini
tempat doa permohonan terhunjuk
iklas ridho untuk jalan hidup yang akan dihadapi
menghaturkan hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada ayah ibu yang telah menjadi orangtua di bumi ini
dengan sabar mengasihi, mengasuh dan mendidik
walau sering kali engkau merasa kesal
anakmu yang hanya membawa pendirian sendiri (kumaha aing)
anakmu yang keras kepala sulit di atur (merekedeweng)
anakmu yang pembangkang dan pemalas(ngalawan jeung ngedul)
telah tumbuh menjadi manusia yang bijaksana adil palamarta
3 dimensi
3 dimensi
kepada sang penguasa waktu
kepada sang penguasa ruang
manusia fana tertunduk menyerah
bentuk, ruang dan waktu
dalam kendali jiwa manusia
manusia dapat mengalahkan sang penguasa
menembus batas bentuk, ruang dan waktu
dalam angan dan hayal jiwa manusia berkelana
jiwa terkendali dalam hati dan pikiran
lepas bebas berkelana di alam semesta
jiwa mengembara jauh tinggalkan raga
hidup manusia adalah cerita pendek
yang dapat disaksikan kembali
dalam kisah hari ini, kemarin dan esok
dibatas waktu yang telah di tentukan
jiwa terkendali oleh hati dan pikiran
menembusa batas bentuk, ruang dan waktu
saksikan apa yang teah dan akan terjadi
bentuk, ruang dan waktu adalah sebuah permainan
cinta abadi
sekeping hati yang penuh rindu
alam semestapun tak sanggup memisahkan
dua hati yang terpatri dalam cinta abadi
hati yang pernah tertaut pada kekasih hati
tak terpisahkan jarak dan waktu
cinta abadi telah dibawa mati
cinta abadi akan kembali
kepada kekasih hati aku berkata
"aku mencintaimu di hidup dan matimu"
maut tak akan memisahkan rasa cinta ini
kasih telah kuberikan cinta abadi untukmu
sekeping hati yang penuh rindu
terpatri dalam jiwa abadi
berkelana di jagat raya
mencari kembali cinta sejati
TERBUANG
aku yang terbuang dalam kehidupan
jauh dari teman dan kenalan
terlunta, tertatih seorang diri
tak seorangpun sudi memandangku
pakaian sederhana tanpa riasan
terlalu tampak sangat amat sederhana
tak berkeinginan menebar pesona
aku yang terbuang dalam kehidupan
berkelana mencari yang tidak kucari
mendapatkan yang tidak pernah terbayangkan
teka-teki yang hampir terjawab
aku adalah jati diri yang harus kujawab
tak seorangpun yang menginginkan aku
biarkanlah kulalui hari-hari di bumi nan sepi
menanti yang terjadi di suatu hari nanti
CINTAKU MERAH PUTIH
INDONESIA negri Adi Jaya Sakti
jiwa raga hanya untuk MERAH PUTIH
selalu berkibarkan di dalam jiwa
MERAH PUTIH bendera negri
MERAH PUTIH telah membakar jiwa bangsa
perjuangan belum selesai
panji MERAH PUTIH patriot bangsa
berkibarlah MERAH PUTIH di dalam jiwa
berkibarlah MERAH PUTIH di tanah IBU PERTIWI
udara, laut dan darat MERAH PUTIH berkibar
NUSA JAYA INDONESIA ADI JAYA SAKTI
panji-panji mu siap bertarung
demi MERAH PUTIH berkibar di BUMI PERTIWI
cintaku padamu negriku MERAH PUTIH
dengan bangga kusanjung dan kujunjung
Tuesday, February 23, 2021
hitam
manusia mampu membunuh raga tapi tidak jiwa
dalam penderitaan yang nyaris tak tertahankan
jiwaku berteriak kepadaMu ya. TUHAN
hanya kepada MU lah aku berserah dan bersujud
kesadaran padaMu membangkitkan kemampuan
untuk tetap bertahan menghadang segala derita
ke pasrahan berserah diri kepada Mu
membuat aku teguh, semua terjadi atas kehendak MU
gambar kehidupan yang penuh dengan warna
biarlah warna hitam menggambarkan kemuliaan
derita adalah bagian dari ujian ke "hidup" an
dalam gelapnya perjalanan mencari warna hitam
hitam adalah warna yang sesungguhnya
dalam warna hitam tak ada fatamorgana
indahnya setitik cahaya terang dalam kegelapan
tempat bangkitnya ke "sadar" an
teguh
di buang dari keluarga, di jauhkan dari teman
tubuh penuh borok menjijikan
tak ada lagi yang dapat dilakukan
berserah diri karena hidup masih terus berjalan
tertatih lesu tak ada lagi angan atau harapan
teguhkan diri tetap pada pendirian
walau derita menghantam ku tetap bertahan
bagai batu karang teguh di lautan
di batas waktu yang terus berjalan
tak ada yang sangup untuk menahan
bila sudah pada sang momen
tibalah saatnya membuat orang tertegun