Sunday, August 20, 2023

Harapan Terakhir

Tertunduk lesu menatap semesta
Bergetar hati menahan duka nestapa
Langkah kaki terhenti tak berdaya
Airmata membeku, bercahaya bagai permata

Tertunduk lesu menatap bumi
Bumi terluka oleh ulah oligarki
Pejabat berwenang tak lagi berbakti
Kesewenangan kekuasaan menutup hati

Tertunduk lesu menatap manusia- manusia
Tak berdaya hadapi kenyataan yang ada
Kesadaran diri akan zuhud, tetap tabah dan tawakal
Hadapi kenyataan hidup di bumi Nusantara

Akankah semua nya berakhir?
Di saat keadilan semesta membawa neraca?
Sanggupkah menghadapi semua derita?
Harapkan akhir dinanti, sejahtera dan bahagia!!

Tuesday, April 25, 2023

sujud

Terimalah  sembah sujud ku Tuhan
Terimalah tangis hati ini 
Perjalanan hidup yang akrab dengan hinaan
Kuderaikan airmata yang akan menghancurkan bumi ini segera...
Hati ini terlalu sakit.......
Rasa asih ku tebar di sekelilingku....
Membuahkan kehancuran hati ini
Masihkah ada manusia sejati di bumi ini?.
Ingin segera kuhancurkan bumi ini
Orang-orang hidup di bumi ini dengan kejam
Airmata ini tak cukup menyaksikan kepedihan mahluk ciptaanMU



Tuesday, August 3, 2021

jangan terlambat

 jangan terlambat, waktu berlari begitu cepat

keadaan telah sangat mencuat

penuh derita oleh bencana yanng tak kasat

tak seorangpun yang dapat lari melesat


jangan terlambat,semua harus bergerak cepat

dalam bayangan yang berkelebat

diiring dengan bencana yang dahsyat

tak seorang pun mampu berkelit


hukum pasti telah datang bagai kilat

alam semesta, membenci maksiat

menyapu bersih penghianat

mati tenggelam dan terseret


jangan terlambat, cepatlah bertobat

tiada ampun bagi sang Ratu Adil mengadili jagat

pembersihan bumi oleh sapu jagat

jangan berharap lolos dalam keadilan jagat










Saturday, July 31, 2021

LARON

Laron hanya serangga kecil tak berarti

hidup bergerilya sampai mati

hingga  tak seorangpun tahu di mana engkau menanti

engkau tak tampak di siang hari


laron serangga kecil tak berarti

di siang hari engkau tak menampakan diri

hidup bersembunyi di siang hari

bergerak tanpa ada yang  mengetahui


hari-hari  berjalan dalam terang nya mentari

berjuang dan bertekad sampai  mati

walau engkau tahu pasti

cahaya terang akan membuat mu mati


ketika malam kelam menjelang

tampak setitik cahaya penerang 

engkau datang menyerang

sayapmu hancur gugur bagai pejuang


laron engkau pemilik sifat pejuang sejati

laron engkau tahu tujuan hidup pasti

walau akan mati  saat menghampiri cahaya

laron siap mati dalam terang





Salam,

Tunai sudah tugasku

Saturday, May 29, 2021

hidup yang membosankan

kumiliki hari-hari membosankan

hidup tiada arti nya lagi

hari-hari berlalu sangat lambat

hanya menambah kebosanan


kumiliki hari-hari membosankan

menanti hari akhir ziarah fana

tak ada yang dapat kulakukan

manusia tak berdaya berencana


kumiliki hari-hari membosankan

Walau matahari tersenyum

walau bulan tertawa

walau bintang indah bercengkrama


kumiliki hari-hari membosankan

ingin kututup mata ini

ingin kututup telinga ini

dunia ini terlalu menyedihkan


kumiliki hari-hari membosankan

damai sejahtera telah pergi dari bumi ini

bencana sedih dan sengsara

semua mahluk menangis, oleh ganas nya manusia







Sunday, May 2, 2021

mewangi

di bawah pohon cempaka, tangis berderai

airmata membasahi pelupuk mata

hati yang luka bagai tertusuk duri

airmata mengalir jatuh membasuh luka


dibawah pohon cempaka, semerbak mewangi

begitu kuat dan  tabah pohon cempaka

bungamu  tetap menebarkan wangi

di saat ranting di tebas, getah mengalir bagai airmata 


walau hati sering terluka dan air mata berderai

aku akan menjadi seperti dirimu wahai pohon cempaka

biarlah rasa asih terus mengalir di dalam diri

rasa asih menjadi pembalut luka


memaafkan, pembersih hati

jauhkan rasa sakit hati ataupun perasaan yang terluka

bagai bunga cempaka yang mewangikan bumi

tebarkanlah kebaikan di dalam diri untuk sesama




Wednesday, February 24, 2021

ibu

hati terluka saat terlempar di jalanan

korban permainan cinta sang anak
hati terluka penuh dengan lautan maaf
hati tergores dengan air mata darah

tangan keriput ini sanggup merengkuh
di saat sang anak akan tenggelam
tangan keriput ini sanggup mendekap
di saat sang anak menggigil kedinginan

tangan keriput ini terlalu kuat
untuk melindungi anaknya
hati tua ini terlalu kuat
memberi lautan maaf untuk sang anak

prihatin

 

Gempita perayaan kemerdekaan nyaris hilang

Pertiwi ini telah kotor oleh darah koruptor
Bumi nusantara basah oleh darah tercecer
Karena kuasa dan ambisi nyawa melayang

Berikan sejahtera untuk rakyat nusantara
Rakyat tak dapat menghadapi senjata
Kekuasaan dan ambisi pada rakyat tak berdaya
Panaskan bumi nusantara

Rakyat di bumi pertiwi berhak untuk hidup
Tak layak berkorban untuk kuasa dan ambisi
Keserakahan membuat nurani tertutup
Ingatkah pada waktunya nanti

Bumi pertiwi berairmatakan darah
Oleh hilangnya adil dan bijaksana
Rakus dan serakah
Lupa bila semua ini fana

anakku

 

terimakasih dan hormat yang sebesar-besarnya kepada anakku

telah kutuntun hidup dalam keprihatinan
tak banyak waktu tercurah untukmu
banyak hari berlalu tanpa mendampingi

terimakasih dan hormat yang sebesar-besarnya kepada anakku
yang telah mengerti jalan hidup yang harus kujalani
berjuang mencari rezeki demi mempertahankan hidup
waktu tersita dijalanan yang sesak dan pengap

terimakasih dan hormat yang sebesar-besarnya kepada anakku
kutuntun di jalan yang penuh kerikil
tercurah air mata darah bercampur keringat
berjuang demi nafas yang masih terengah

terimakasih dan hormat yang sebesar-besarnya kepada anakku
hiduplah dengan pedang kejujuran untuk keberanian
berani hidup mandiri dan berjuanglah, dan waspada  selalu
dengan pesan PEDANG TERHUNUS PANTAN DISARUNGKAN

WAKTU

 

kepada sang penguasa waktu

manusia terjajah oleh waktu
ziarah singkat untuk waktu tertentu
manusia dalam kendali waktu

kejayaan manusia lenyap dimakan waktu
harubiru manusia lenyap dimakan waktu
cerita berganti dari waktu kewaktu
manusia terjebak dalam dimensi ruang bentuk dan waktu

angan dan hayalan menembus dimensi waktu
kenangan adalah kembalinya waktu yang berlalu
mimpi menembus dimensi tak berbatas waktu
manusia memiliki kemampuan tak berbatas waktu

manusia dapat mengalahkan penguasa waktu
bermain dan becanda diluar batas waktu
bermain dan becanda diluar batas waktu
dalam angan hayalan dan mimpi tak berbatas waktu

menembus cakrawala tak berbatas waktu
waktu berlalu meninggalkan masa lalu
masalalu akan lenyap ditelan waktu
tinggalkan kenangan untuk waktu yang berlalu

pasrah

kehidupan di bumi yang aku benci

hanya deria yang silih berganti
mencari rahasia ilahi yang penuh misteri
tak akan terbongkar sampai manusia mati

manusia berjalan dibumi dengan kehidupan tak pasti
pilihan tersedia adalah kunci
dikuasai sang penguasa waktu yang tak akan pernah kembali
jalankan hidup tanpa ada yang perlu disesali

manusia datang kebumi terlahir kembali
untuk tunaikan tugas yang belum usai
kehidupan manusia yang tak dapat dimengerti
perjalanan dalam rahasia ilahi yang penuh misteri

kelambu hidup baai halimun dipagi hari
akan lenyap saat tersenyumnya matahari
jalan hidup pasrah kepada ilahi
mencari jalan  kemenangan yang harus di titi

waktu

 

waktu menyiratkan kekuasaan

manusia tak kuasa melawan waktu
waktu telah bercerita
waktu telah memberi makna
waktu telah memberi cerita
tentang kemarin, hari ini dan besok
waktu menguasai manusia
haru biru manusia lenyap dimakan waktu
kejayaan manusia lenyap dimakan waktu
waktu merayap perlahan
waktu menghilangkan kesadaran
banyal waktu yang berlalu sia-sia

pasrah


untuk hati yang letih kupejamkan mata ini

kubiarkan angan membawa jiwaku pergi
ziarah singkat dibumi fana yang kubenci
menjalankan misteri waktu yang dinanti

untuk hati yang letih kupejamkan mata ini
menembus alam semesta meninggalkan bumi
meraih hati tentram dan damai
bercengkrama di alam dingin dan sunyi

untuk waktu yang telah menyambut pagi hari
tanpa semangat menyambut senyum mentari
waktu terasa berat melangkahkan kaki
tatih tapak kaki menyusuri bumi

untuk hati yang letih diambang nista
disaat tak ada lagi tempat bertanya
rambut memutih termakan usia
telah banyak hari berlalu 

ayah ibu

 

menghaturkan hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya

kepada ayah ibu yang telah menjadi orangtua di bumi ini
penuh rasa bangga membawa aliran darahmu
ayah ibu berbanggalah

menghaturkan hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada ayah ibu yang telah menjadi orangtua di bumi ini
tempat doa permohonan terhunjuk
iklas ridho untuk jalan hidup yang akan dihadapi

menghaturkan hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada ayah ibu yang telah menjadi orangtua di bumi ini
dengan sabar mengasihi, mengasuh dan mendidik
walau sering kali engkau merasa kesal

anakmu yang hanya membawa pendirian sendiri (kumaha aing)
anakmu yang keras kepala sulit di atur (merekedeweng)
anakmu yang pembangkang dan pemalas(ngalawan jeung ngedul)
telah tumbuh menjadi manusia yang bijaksana adil palamarta

3 dimensi

 

3 dimensi

kepada sang penguasa bentuk dan rupa
kepada sang penguasa waktu
kepada sang penguasa ruang
manusia fana tertunduk menyerah

bentuk, ruang dan waktu
dalam kendali jiwa manusia
manusia dapat mengalahkan sang penguasa
menembus batas  bentuk, ruang dan waktu

dalam angan dan hayal jiwa manusia berkelana
jiwa terkendali dalam hati dan pikiran
lepas bebas berkelana di alam semesta
jiwa mengembara jauh  tinggalkan raga


hidup manusia adalah cerita pendek
yang dapat disaksikan kembali
dalam kisah hari ini, kemarin dan esok
dibatas waktu yang telah di tentukan

jiwa terkendali oleh hati dan pikiran
menembusa batas bentuk, ruang dan waktu
saksikan apa yang teah dan akan terjadi
bentuk, ruang dan waktu adalah sebuah permainan

cinta abadi

 

sekeping hati yang penuh rindu

cinta abadi yang telah terpatri
alam semestapun tak sanggup memisahkan
dua hati yang terpatri dalam cinta abadi

hati yang pernah tertaut pada  kekasih hati
tak terpisahkan jarak dan waktu
cinta abadi telah dibawa mati
cinta abadi akan kembali

kepada kekasih hati aku berkata
"aku mencintaimu di hidup dan matimu"
maut tak akan memisahkan rasa cinta ini
kasih telah kuberikan cinta abadi untukmu

sekeping hati yang penuh rindu
terpatri dalam jiwa abadi
berkelana di jagat raya
mencari kembali cinta sejati

TERBUANG

 


aku yang terbuang dalam kehidupan

hidup sendiri tak ada sanak saudara
jauh dari teman dan kenalan
terlunta, tertatih seorang diri

tak seorangpun sudi memandangku
pakaian sederhana  tanpa riasan
terlalu tampak sangat amat sederhana
tak berkeinginan menebar pesona

aku  yang terbuang dalam kehidupan
berkelana mencari yang tidak kucari
mendapatkan yang tidak pernah terbayangkan
teka-teki yang hampir terjawab

aku adalah jati diri yang harus kujawab
tak seorangpun yang menginginkan aku
biarkanlah kulalui hari-hari di bumi nan sepi
menanti yang terjadi di suatu hari nanti

CINTAKU MERAH PUTIH


darah tertumpah di tanah MERAH PUTIH
INDONESIA negri Adi Jaya Sakti
jiwa raga hanya untuk MERAH PUTIH
selalu berkibarkan di dalam jiwa

MERAH PUTIH bendera negri
MERAH PUTIH telah membakar jiwa bangsa
perjuangan belum selesai
panji MERAH PUTIH patriot bangsa

berkibarlah MERAH PUTIH di dalam jiwa
berkibarlah MERAH PUTIH di tanah IBU PERTIWI
udara, laut dan darat MERAH PUTIH berkibar
NUSA JAYA INDONESIA ADI JAYA SAKTI

panji-panji mu siap bertarung
demi MERAH PUTIH berkibar di BUMI PERTIWI
cintaku padamu negriku MERAH PUTIH
dengan bangga kusanjung dan kujunjung

Tuesday, February 23, 2021

hitam

manusia mampu membunuh raga tapi tidak jiwa

dalam penderitaan yang nyaris tak tertahankan

jiwaku berteriak kepadaMu ya. TUHAN

hanya kepada MU lah aku berserah dan bersujud


kesadaran padaMu membangkitkan  kemampuan 

untuk tetap bertahan menghadang segala derita

ke pasrahan berserah diri kepada Mu

membuat aku teguh, semua terjadi atas kehendak MU


gambar kehidupan yang penuh dengan warna

biarlah warna hitam menggambarkan kemuliaan

derita adalah bagian dari ujian ke "hidup" an

dalam gelapnya perjalanan mencari warna hitam


hitam adalah warna yang sesungguhnya

dalam warna hitam tak ada fatamorgana

indahnya setitik cahaya terang dalam kegelapan

tempat  bangkitnya ke "sadar" an







teguh

di buang dari keluarga, di jauhkan dari teman

tubuh penuh borok menjijikan

tak ada lagi yang dapat dilakukan

berserah diri karena hidup masih terus berjalan


tertatih lesu tak ada lagi angan atau harapan

teguhkan diri tetap pada pendirian

walau derita menghantam ku tetap bertahan

bagai batu karang teguh di lautan


di batas waktu yang terus berjalan

tak ada yang sangup untuk menahan

bila  sudah pada  sang momen

tibalah saatnya membuat orang tertegun