Saturday, September 19, 2015

kabut asap

bergulung putih awan  beracun menapak tanah
mata perih dan nafas sesak terengah-engah
membakar paruh-paruh dunia dengan sengaja
hanya untuk menambah harta

hanya karena demi rupiah
yang ingin terus bertambah-tambah
hutan tropis yang subur dan kaya
tak memuaskan hati pengusaha

kabut asap menyergap ke segala arah
melampaui batas kota negara sahabat dan musuh
dunia mengencam dengan polusi  udara
pemerintah berupaya dengan segala cara


No comments:

Post a Comment